Menghafal Al-Quran Nyaman Saat Gelombang Otak Alfa Teta

Hafal Quran Sebulan

Menghafal Al-Quran Nyaman Saat Gelombang Otak Alfa Teta

Adakalanya menghafal Al-Qur’an cepat hafal dan adakalanya menghafal Al-Qur’an sulit hafal. Padahal ayat yang sedang dihafalkan kata-katanya sederhana namun karena kondisi pikiran sedang tidak fokus maka terjadilah kesulitan menghafal Al-Qur’an.

Apabila peserta karantina tahfizh sudah mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, biasanya mudah menghafal Al-Qur’an. Namun apabila sudah bisa membaca rapi sesuai tajwid lalu masih belum bisa juga dalam menghafal maka bisa jadi hambatannya dari gelombang otak yang belum sesuai untuk pembelajaran efektif.

Berdasarkan penelitian Rose (2007: 14) dan Sentanu (2011: 71) menggunakan alat Elektroensefalografi didapatkan pola gelombang otak yang sama ketika aktivitas tertentu.

Gelombang otak Beta: Gelombang otak pikiran sadar yaitu antara 13-25 siklus per detik. Kondisi ketika dalam keadaan terjaga, awas, dan menyadari banyak fokus dalam suatu waktu. Anda berbicara, dan terlibat berpikir secara aktif dengan ciri khas logika.

Kondisi gelombang beta meskipun dalam keadaan sadar namun dominasi logis masih menguasai sehingga apabila harapan tidak sesuai dengan kenyataan maka munculah berbagai kekhawatiran. Pada gelombang Beta ini juga keluar hormon kortisoldan dam norepinefrin yang menyebabkan cemas, khawatir, marah, dan stress. Akibat buruknya, beberapa gangguan penyakit mudah datang jika kita terlalu aktif di gelombang ini dan tentu saja menghafal Al-Qur’an pada kondisi beta membuat bacaan Al-Qur’an dihafalkan namun tidak hafal-hafal.

Gelombang otak Alfa: Gelombang otak saat pikiran rileks dan khusyu’. Beroprasi antara 8-12 siklus per detik. Kondisi ketika imajinasi, melamun, berkhayal, konsentrasi, fokus dan dalam keadaan terjaga dan rileks.

Gelombang otak Alfa merupakan kondisi ideal untuk menghafal Al-Qur’an. Sebab pada kondisi ini terjadi pengeluaran hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa tenang, nyaman dan bahagia.

Kondisi rileks gelombang otak Alfa merupakan pintu masuk atau keluarnya potensi dari pikiran bawah sadar anda. Secara alamiah anak-anak balita selalu didominasi kondisi gelombang otak alfa. Itulah sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat. Pada orang dewasa juga terjadi apabila ia rileks, santai dan nyaman. Gelombang Alfa dapat memicu peningkatan imunitas tubuh, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil, dan kapasitas indra kita meningkat sehingga cocok untuk kondisi belajar mengajar.

Gelombang otak Teta: Gelombang otak saat seperti hampir tidur namun tetap mampu mengindrai keadaan di sekitar dengan lebih rileks lagi. Beroperasi pada 4-7 siklus per detik. Pancaran frekuensi ini menunjukkan seseorang sedang dalam kondisi mimpi maupun berkhayal atau mengingat sesuatu. Seseorang akan menjadi khusyuk, rileks, pikiran hening dan intuisi pun muncul. Hormin yang keluar dalam kondisi ini yaitu hormon melatonin, catecholamine dan AVP ( Arginine vasopressin) sehingga mengakibatkan seseorang menjadi sangat kreatif dan inspiratif.

Gelombang otak Delta: pola gelombang otak ketika tidur lelap tanpa mimpi. Siklus ini terjadi hanya sekitar 0,5 – 3 siklus per detik. Gelombang otak yang terjadi ketika tertidur lelap tanpa mimpi. Fase saat istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuh melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat tidur lelap. Frekuensi terendah muncul saat seseorang tertidur pulas tanpa mimpi, tidak sadar, tak bisa merasakan badan, dan tidak berpikir. Otak mengeluarkan HGH (Human Growth Hormone / hormon pertumbuhan) yang dapat membuat awet muda. Bila seseorang tidur dalam keadaan Delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski hanya beberapa menit, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar. Para penghafal Al-Qur’an yang kelelahan saat menghafal Al-Qur’an, agar mampu kembali konsentrasi maka disarankan untuk tidur dalam waktu 5-10 menit. Adapun di siang hari peserta tidur dari jam 11 sampai jam 12 siang atau waku sebelum Salat Dhuhur.

Gelombang otak Alfa dan Teta merupakan kondisi pikiran bawah sadar yang merupakan gudang memori dan imajinasi.

Menurut Gunawan (2007: 53) bahwa gelombang otak tersebut tidak terjadi secara sendiri-sendiri melainkan secara simultan. Gelombang otak Beta, Alfa, Teta, dan Delta tersebut sebenarnya terjadi secara pararel pada satu waktu. Namun dominasi gelombang otak tertentu terjadi pada saat seperti pada ciri-ciri yang sudah disebutkan. Kondisi terbaik untuk pembelajaran yaitu ketika didominasi oleh gelombang otak Alfa dan Teta. Konsentrasi dalam keadaan reseptif dan sering kali dikatakan sebagai pikiran bawah sadar yaitu pikiran sadar  terhubung dengan bank memori.

Kondisi Alfa Teta terjadi ketika seseorang dalam keadaan ikhlas, khusyu, yakin, istiqamah, sabar, syukur, senang, terharu, tenang, hanyut dalam alur makna Al-Qur’an, menikmati proses menghafal Al-Qur’an maupun fokus terhadap apa yang saat itu dikerjakan. Guru Al-Qur’an sebisa mungkin mampu mengkondisikan murid dalam keadaan Alfa Teta. Kondisi yang paling instan bisa dilakukan dengan praktik relaksasi hipnosis dan berdoa dalam keadaan khusyu’.

Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
www.hafalquransebulan.com

Daftar Pustaka:

Gunawan, Adi W..2007. Hypnosis The Art of Subconscious Communication. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Oka, Stevan. 2016. How Hypnosis Work. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Sentanu, Erbe. 2011. Quantum Ikhlas. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *