PROFIL YAYASAN KARANTINA TAHFIZH

AL-QUR’AN NASIONAL YKTN Pusat

A. Latar Belakang YKTN Pusat


Setiap umat Islam yang mengetahui keutamaan pahala menghafal Al-Qur’an pasti menginginkan agar diri dan keluarganya menjadi penghafal Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an berarti menghimpun intisari ajaran Islam. Membaca Al-Qur’an terlebih menghafalkan, mengandung pahala yang besar sehingga setiap orang menginginkannya. Akan tetapi, tidak setiap orang berkesempatan menghafal karena alasan kesibukan profesi sebagai siswa, mahasiswa, guru, dosen, dokter, bidan, pengusaha, wiraswasta, dan sebagainya.



Proses menghafal Al-Qur’an 30 juz dengan mutqin biasanya dilakukan dalam waktu tiga sampai empat tahun tanpa sekolah. Sedangkan apabila menghafal Al-Qur’an sambil sekolah atau di pondok pesantren modern, baik SMP maupun SMA biasanya mendapatkan tiga sampai lima juz dalam waktu tiga tahun. Hal ini merupakan peluang yang memerlukan solusi agar setiap orang berkesempatan untuk menghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat.



Saat itu kami berinisiatif untuk mendirikan lembaga pendidikan berbadan hukum yayasan dengan program utama menghafal Al-Qur’an sebulan dan 3 bulan mutqin dengan metode Yadain Litahfizhil Qur’an, yaitu proses menghafal Al-Qur’an disertai tadabbur terjemah. Keberadaan YKTN Pusat diharapkan menjadi jawaban bagi orang yang ingin menghafal Al-Qur’an dengan berbagai level tingkatan kemampuan tanpa dibatasi usia dan profesi.



B. Profil YKTN Pusat



Yayasan Karantina Tahfizh Nasional (YKTN) berdiri sejak tanggal 25 Juli 2014 bertepatan pada malam tanggal 27 Ramadhan 1434 Hijriyah. Setelah kegiatan karantina tahfizh berjalan sebanyak 16 angkatan kemudian dilakukan pembaharuan manajemen, perubahan nama menjadi Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTN Pusat). Disebutkan sebagai YKTN Pusat karena yayasan ini menjadi rujukan sentral di Indonesia dan Malaysia untuk program karantina hafal Quran sebulan.



Legalitas yayasan dari Kementerian Hukum dan HAM RI no. SK. no.AHU-0017065.AH.01.04 Tahun 2016 di Kuningan, Jawa Barat.



Alamat lengkap di Jl. Raya Objek Wisata Cibulan, RT 17 RW 04, Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Kode Pos 45554, Jawa Barat. Telepon (0232) 615465, atau narahubung +6281312700100. Website: www.hafalquransebulan.com





Gambar


Alamat Google Map: www.bit.ly/lokasikarantina



Data alumni sejak bulan Juli 2014 sampai saat ini bulan Oktober 2020, telah membimbing 10.784 alumni dari 51 angkatan. Hitungan ini belum termasuk ribuan alumni dari Mitra YKTN se-Indonesia dan Malaysia. YKTN Pusat mampu menampung 100 peserta sedangkan apabila peserta melebihi kuota maka karantina tahfizh dilaksanakan di penginapan sekitar objek wisata di kabupaten Kuningan.



Visi YKTN Pusat, terwujudnya setiap keluarga muslim minimal satu hafizh/hafizhah Indonesia 2030. Visi tersebut diwujudkan mengacu pada misi yang dijalankan seperti penyelenggaraan seminar, bimbingan, karantina tahsin, karantina tahfizh Al-Qur’an, menyiapkan generasi Qur’ani yang berkualitas, dan menciptakan suasana Qur’ani di masyarakat. Visi organisasi yayasan merupakan wujud impian yang diharapkan terjadi di masa yang akan datang dengan cara menjalankan misi-misi secara ikhlas, solid, dan istiqamah. Keberadaan misi mengarahkan YKTN Pusat dan Mitra YKTN menuju visi yang telah ditetapkan.



YKTN Pusat bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, menghafal Al-Qur’an 30 juz dengan sistem karantina percepatan, mengaplikasikan serta mentransformasi Al-Qur’an dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat.



Tujuan memasyarakatkan Al-Qur’an harus didukung oleh semangat kebersamaan dalam dakwah, niat beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Ibadah menghafal Al-Qur’an sebulan dan muraja’ah seumur hidup, telah menjadi moto karantina tahfizh. Moto tersebut merupakan semboyan, pedoman, dan prinsip alumni karantina tahfizh agar komitmen muraja’ah Al-Qur’an.



YKTN Pusat konsisten membuka program karantina menghafal Al-Qur’an sebulan. Setidaknya setiap bulan terdapat 150 peserta baru. Sedangkan saat liburan semester SD, SMP, SMA peserta mencapai 450 peserta dalam satu angkatan. Begitu pula saat liburan mahasiswa jumlahnya hampir serupa.



Adapun pada bulan Ramadhan peserta mencapai di atas 550 peserta. Bahkan jeda satu angkatan dengan angkatan berikutnya hanya dibatasi satu minggu.



Upaya mencapai visi terwujudnya setiap keluarga muslim minimal satu hafizh/hafizhah Indonesia 2030 melalui misi-misi dan tujuan yang telah dijelaskan sebelumnya maka YKTN Pusat bekerjasama dengan pihak pondok pesantren, ma’had, sekolah Islam terpadu, madrasah, pengajian, lembaga tahfizh, dan Ormas. Berikut ini daftar mitra YKTN se-Indonesia dan Malaysia.



C. Profil Pendiri/Dewan Pembina Yayasan



YKTN Pusat berdiri atas pemikiran Ustadz Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I Al-Hafizh dan Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd untuk membumikan Al-Qur’an melalui program karantina tahfizh melalui penerapan metode Yadain Litahfizhil Qur’an, yaitu sistem tahfizh disertai tadabur terjemah yang membagi pemahaman Al-Qur’an pada dua hal, yaitu ‘tangan kiri’ visualisasi ‘keburukan’ dan ‘tangan kanan’ sebagai visualisasi ‘kebaikan’. Hal ini merupakan mukjizat dari Allah Subhanahu Wata’ala bahwa memahami terjemah Al-Qur’an dapat dilakukan secara sederhana untuk memperoleh pemahaman atas suatu ayat yang dihafal.



Ustadz Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I, Al-Hafizh merupakan seorang guru Al-Qur’an yang sudah belasan tahun mengajarkan tahfizh Al-Qur’an, sedangkan muridnya, yaitu Ustadz Yadi Iryadi juga pembelajar Al-Qur’an sekaligus sebagai Praktisi Hypnosis dan Neuro Linguistic Programming (NLP) yang telah mendapatkan lisensi dari Dr. Richard Bandler founder NLP. Perpaduan keilmuan ini memodel keunggulan huffazh Al-Qur’an untuk diduplikasikan pada masyarakat muslim yang ingin menghafal Al-Qur’an.



YKTN Pusat terorganisir melakukan berbagai inovasi dan metodologi menghafal Al-Qur’an yang aplikatif dan sistematis sehingga melahirkan program-program yang dapat diikuti oleh seluruh peserta berbagai latar belakang dan gaya belajar namun dengan cara yang sama, yaitu hafalan disertai tadabur terjemah Al-Qur’an. Pembelajaran Al-Qur’an inovatif berbasis Hypnosis dan NLP sangat diperlukan untuk menyesuaikan dengan berbagai karakteristik manusia.



D. Profil Penasihat YKTN Pusat



Pertimbangan untuk terus belajar dan mencari berkah ilmu sehingga menguatkan sistem metodologi di YKTN Pusat sebagai penyelenggara program Karantina Hafal Quran Sebulan, maka dewan pembina sepakat mengangkat DR. K. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA., Al-Hafizh sebagai penasihat yayasan. Beliau seorang ulama Al-Qur’an di Indonesia, seorang pakar terkemuka baik dalam dan luar negeri di bidang Ilmu Qira’at dan Tafsir Al-Qur’an. Latar belakang beliau dari sejak kecil hingga dewasa kental dengan nuansa Al-Qur’an.



Berikut ini link profil lengkap DR. K. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA., Al-Hafizh



E. Profil Pengurus YKTN Pusat



Dewan pembina mengangkat pengurus YKTN Pusat mulai dari ketua yayasan, sekretaris, bendahara, muhaffizh, muhaffizhah, dan tim sekretariat. Pengangkatan tersebut dengan pertimbangan kapabilitas dalam menjalankan kegiatan yayasan. Kemudian untuk melengkapi kegiatan operasional yayasan maka pengurus mengangkat tenaga publikasi, informasi dan pendaftaran, wali asrama, koperasi, kedisiplinan, akomodasi (penginapan, laundry, dan konsumsi), dokumentasi, sekuriti, kebersihan, dan sopir. Adapun pembagian tugas-tugas, tanggungjawab, dan wewenang pengurus diatur dalam AD, ART, dan job deskripsi Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTN Pusat).



Pelaksanaan program karantina menghafal Al-Qur’an sebulan terdapat proses saling mendukung antara satu pengurus dengan bagian lainnya. Saling mendukung berupa tahapan manajemen mulai dari perencanaan, pengaturan melalui rapat-rapat kerja, pembagian pelaksanaan tugas, kemudian dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas terbaik dalam membimbing para peserta.



Pemilihan muhaffizh/ah berasal dari pondok pesantren tahfizh salafiyah dan modern. Ada juga beberapa muhaffizh/ah alumni karantina setelah melalui proses seleksi.



Profesionalisme muhaffizh/ah harus diutamakan dan terus ditingkatkan pada bidang hafalan Al-Qur’an dan metodologi pembelajaran tahfizh Al Quran 30 juz. Setiap hari muhaffizh/ah membahas perkembangan peserta karantina tahfizh dalam briefing harian maupun via pesan WhatsApp grup koordinasi. Sedangkan rapat seluruh SDM dilakukan setiap seminggu sekali sebagai wujud koordinasi solid dalam penyelenggaraan karantina tahfizh.



Semoga Allah Subhanahu Wata’ala melimpahkan rahmat-Nya kepada guru-guru Al-Quran dan orang-orang yang mencintai Al-Quran.

Dewan Pendiri Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional