Al-Quran Hanya untuk Hati yang Terjaga

Hafal Quran Sebulan

Al-Quran Hanya untuk Hati yang Terjaga

Hari berganti hari, minggu telah berganti bulan hingga tibalah saatnya aku berpisah dengan teman-teman di karantina ini. Banyak hal yang aku dapat, baik ilmu pengetahuan dan hal-hal lain yang belum pernah ku dapatkan sebelumnya. Terutama mengenai kedekatan kami dengan Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an menambah derajat dan pahala, dengan menghafalkannya semakin rindu dengan kalam indahnya. Dengan mentadaburi maknanya terasa nikmat hidup di dalamnya. Penuh rahmat, berkah, kemanfaatan ilmu yang kami harapkan.

Meskipun awalnya terasa berat, alhamdulillah sudah dikhatamkan 30 juz setoran hafalan Al-Qur’an di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional. Banyak cobaan yang dirasakan saat menghafalnya, sakit batuk, flu, demam, bahkan lebih dari itu. Tetapi alhamdulillah mampu bertahan dan terus berjuang.

“Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang biasa dan hanya diberikan pada hamba-Nya yang luar biasa.” Karena itu, aku semakin yakin bahwa Allah hanya memberikan cobaan untuk mencapai hamba yang luar biasa. Di sini kami berjuang fastabiqul khairat untuk menjadi hamba yang paling dicintai Allah.

Memang semua  tergantung perjuangan yang dilakukan dalam perjuangan dan doa ibu, ayah juga keluarga berpengaruh terhadap kemudahan menghafal Al-Qur’an. Ridha Allah ada pada Ridha orang tua. Ketika orang tua Ridha maka Allah pun ridha untuk menitipkan kalam indahnya.

Di karantina tahfizh ini aku tahu bahwa bukan seberapa banyak halaman yang bisa kita hafalkan dari Al-Qur’an, melainkan perjuangan mengamalkannya yang membuat Allah semakin cinta kepada kita. Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Hingga tiba saatnya detik-detik aku lantunkan 2 surat terakhir juz 30 dari Al-Qur’an. Saat itulah aku tidak mampu melanjutkan bacaanku karena air mata terus menetes tak mampu untuk mengucapkan apa-apa. Syukur kepada Allah hanya bisa ku ucapkan dalamhati yang lemah ini. Kado terindah untuk kedua orangtuaku pada saat itu. Hingga orang tuaku menangis dan tidak dapat berkata apa-apa. Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Agung Purnama
Santri PPST Ar-Risalah Lirboyo Kediri Jawa Timur
Asal Daerah Lubuklinggau Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *