Hukum Menghafal Al Quran

Hafal Quran Sebulan

Hukum Menghafal Al Quran

Menurut Imam Abdul Abbas dalam kitab Asyafi, hukum menghafal Al-Qur’an merupakan fardu kifayah, yaitu kewajiban yang harus dilakukan oleh sebagian muslim. Apabila telah ada sebagian kelompok yang menghafal Al-Qur’an maka kewajiban tersebut gugur. Sedangkan apabila tidak ada seorang pun yang menghafal maka berdosa seluruhnya. Pahala fardu kifayah menarik minat umat Islam untuk menjadi orang yang diistimewakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala dengan cara menjadi penghafal Al-Qur’an. Menurut Imam Suyuti hukum menghafal Al-Qur’an 30 juz merupakan fardu kifayah sedangkan menghafal ayat Al-Qur’an untuk salat hukumnya sebagaimana hukum salat yang dilakukan.

Para ulama tidak menjelaskan secara rinci batasan gugur kewajiban menghafal Al-Qur’an. Apakah minimal satu hafizh dalam satu kabupaten, satu kecamatan, atau satu desa, atau bahkan satu keluarga? Menghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan penting dalam kehidupan muslim. Hal ini merupakan upaya menjaga kemurnian Al-Qur’an yang telah dilakukan sejak zaman sahabat Rasul, yaitu Abdullah bin Mas’ud, Salim bin Ma’qil Maula Abi Hudzaifah, Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abu Zaid bin Sakan, dan Abu Ad-Darda’. Para penghafal Al-Qur’an dari dulu sampai sekarang akan senantiasa menjaga hafalan dan memperbanyak hafizh sampai akhir zaman.

Segera ikuti program karantina menghafal Al-Qur’an sebulan, hub. WA +6281312700100

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2014-2019.