Dalil dan Hadits Keutamaan Menghafal Al Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Dalil dan Hadits Keutamaan Menghafal Al Qur’an

7 July 2021 Artikel 0

Dalil dan Hadits Keutamaan Menghafal Al Qur’an. Motivasi Menghafal Alquran yang menyatakan tentang keutamaan membaca Al Quran. YKTN Pusat Kuningan Info: 081312700100.

Motivasi Menghafal Alquran

Banyak ayat Al-Quran dan Hadits keutamaan menghafal Al Quran, mempelajari, dan mengamalkannya. Supaya pembahasan ini lebih singkat maka hadits tentang menghafal Al Quran berikut ini hanya ditampilkan sebagian hadits Rasulullah SAW mengenai keutamaan Al-Qur’an.

  1. Keutamaan Menghafal Al Qur’an adalah sebaik-baik ucapan

Ayat tentang menghafal Al Quran karena sebaik-baik ucapan adalah Al Quran, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat” (Hadits Riwayat Muslim).

  1. Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar AlQuran dan mengajarkannya.

Hadits tentang menghafal al quran menjadi sebaik-baik manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه

Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Quran dan  mengajarkannya.” (Hadits Riwayat Bukhari)

  1. Hadits keutamaan menghafal Alquran akan memberi syafaat

Hadits keutamaan menghafal alquran yakni hadits tentang al quran menjadi syafaat. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (Hadits Riwayat Muslim).

  1. Orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para malaikat

Hadits keutamaan menghafal alquran atau mahir membaca Al-Quran. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Orang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (Hadits Riwayat Muslim)

  1. Hadits keutamaan membaca Al Quran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis

Hadits keutamaan membaca Al Quran. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis.

Orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (Hadits Riwayat Bukhari Muslim)

  1. Membaca satu atau dua ayat Al-Qur’an lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar

Hadits tentang motivasi menghafal Alquran akan diberikan sesuatu yang terbaik. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada para sahabat:

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ

Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?”

Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Al-Qur’an? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (Hadits Riwayat Muslim)

  1. Rahmat dan ketenteraman akan turun ketika berkumpul membaca Al-Quran

Hadits tentang keutamaan membaca dan menghafal Al Quran di tempat berkumpul. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketenteraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (Hadits Riwayat Muslim)

  1. Membaca satu huruf Al-Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan

Hadits menghafal Alquran pahalanya sepuluh kebaikan dari setiap hurufnya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf” (Hadits Riwayat Tirmidzi).

  1. Pembaca Al-Qur’an akan ditinggikan derajatnya

Hadits tentang keutamaan membaca dan menghafal Al Quran. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

Akan dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.”  (Hasan shahih, Hadits Riwayat Tirmidzi)

  1. Dengan Al-Qur’an, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum

Dalil menghafal al quran akan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al-Qur’an ini dan merendahkan juga karenanya.” (Hadits Riwayat Muslim)

  1. Orang yang membaca Al-Qur’an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan

Hadits tentang al quran dibaca terang-terangan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ

Orang yang membaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al-Qur’an  secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i)

Bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.

  1. Hadits Keutamaan Menghafal Al Qur’an Akan Dimuliakan Oleh Ajaran Islam

  • Keutamaan Menghafal Al Qur’an Penghafal Al-Qur’an lebih berhak diangkat menjadi imam

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling banyak (hafalan) terhadap Kitab Allah Ta’ala (Al-Qur’an). Jika mereka sama dalam hafalan, maka yang lebih mengetahui tentang sunah. Jika mereka sama dalam pengetahuannya tentang sunah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat lain disebutkan “Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain dalam wilayah kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.
(Hadits Riwayat Muslim)

  • Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal. Pada saat perang Uhud banyak para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang gugur, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang lahad adalah para penghafal Al-Qur’an.
  • Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat.
    Oleh karena itu, di zaman Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, para penghafal Al-Qur’an duduk di majelis musyawarahnya.
  • Berhak diangkat menjadi pimpinan safar.
    Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam Hadits Hasan bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallampernah mengirim utusan beberapa orang, lalu beliau meminta masing-masing untuk membacakan Al-Qur’an, maka mereka pun membacakan Al-Qur’an. Ketika itu ada anak muda yang ternyata lebih banyak hafalannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu hafal, wahai fulan?” Ia menjawab: “Saya hafal surat ini, itu dan surat Al Baqarah.” Beliau berkata: “Apakah kamu hafal surat Al Baqarah?” Ia menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah, kamulah pemimpinnya.”

Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari surat Al-Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ، وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ عَلَى مِسْكٍ

Pelajarilah Al-Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan Al-Qur’an bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, di mana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal Al-Qur’an ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.”

Hadits diatas merupakan keutamaan menghafal al quran walaupun belum mampu mengamalkannya.

  1. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Al-Qur’an

Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Al-Qur’an, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (Hadits Riwayat Thabraniy dengan isnad, dan para perawinya tsiqah)

Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”

Begitu banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi siapa saja yang mempelajari Al-Qur’an. Semoga ini akan menjadi dasar motivasi yang kuat untuk menghafal Al-Qur’an ikhlas hanya karena Allah Subhanahu Wata’ala.

Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ”Sesungguhnya upah yang paling benar kalian terima adalah Kitabullah”  (Hadits Riwayat Bukhari).

Ibnu Hajar mengatakan bahwa jumhur ulama telah berdalil dengan hadits ini di dalam membolehkan mengambil bayaran dari mengajarkan Al-Qur’an. Program tahfidz quran idealnya gratis, namun untuk hal-hal teknis seperti fasilitas penunjang belajar tentu harus ada donatur yang membiayainya.

Hadits tentang menghafal Al Quran dari Imam ash Shon’ani mengatakan bahwa Jumhur ulama, Malik dan Syafi’i membolehkan mengambil upah dari mengajarkan Al Qur’an baik orang yang belajarnya adalah anak kecil atau orang dewasa seandainya hal itu dapat membantu si pengajar di dalam pengajarannya berdasarkan hadits di atas. Hal ini diperkuat lagi dengan apa yang disebutkan di dalam bab nikah di mana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah memerintahkan seseorang untuk mengajarkan istrinya Al Qur’an sebagai mahar baginya.

Demikian, dalil dan hadits Keutamaan menghafal Al Qur’an, semoga bermanfaat.

 

Yadi Iryadi, S.Pd.
www.hafalquransebulan.com

Informasi dan pendaftaran karantina tahfizh 2021
Dapat dihubungi via WhatsApp wa.me/6281312700100

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *