Pola Tidur dan Distorsi Waktu Menghafal Al-Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Pola Tidur dan Distorsi Waktu Menghafal Al-Qur’an

Menghafal Al-Quran di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional dilakukan secara intensif dan full time. Meskipun demikian, peserta karantina tahfizh merasa nyaman dengan jadwal yang ada saat ini. Dulu dari angkatan ke-1 sampai angkatan ke-34 dilakukan full time sampai jam 11 malam. Akan tetapi, setelah dilakukan evaluasi maka jadwal tidur malam diubah cukup menjadi jam 21:00 WIB.

Menghafal Al-Quran di Karantina Tahfizh tetap saja dalam durasi yang panjang karena harus mulai halaqah belajar lagi pukul 03:00 WIB pagi. Meskipun begitu, peserta yang semangat merasa waktu begitu cepat dan tahu-tahu berputar begitu cepat dengan hafalan Al-Quran yang didapatkan.

Berikut ini jadwal menghafal Al-Quran di karantina tahfizh

Bangun pagi pukul 03:00 WIB

Sarapan pagi pukul 07:00 – 08:00 WIB

Tidur siang 11:00-12:00 WIB

Makan siang 12:30-13:00 WIB

Istirahat dan maka sore 17:00 WIB

Tidur malam 21:00 WIB

Apabila jadwal ini ditiru tanpa aturan Standar Operasional Prosedur karantina tahfizh maka peserta akan mengalami kelelahan karena kurangnya pembekalan kesehatan fisik, mental, spiritual, dan persyaratan lainnya.

Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional memfasilitasi peserta karantina tahfizh agar mampu menyesuaikan diri dengan rutinitas program Hafal Quran Sebulan. Penyesuaian diri sangat penting dilakukan agar seluruh aktivitas di karantina tahfizh begitu padat namun terjadi distorsi waktu karena menikmati proses menghafal Al-Quran.

Apabila prosesnya nikmat maka durasi yang panjang pun akan terasa cepat. Pagi-pagi para peserta dianjurkan untuk bangun tidur dan shalat tahajud, kemudian menyiapkan hafalan Al-Quran. Waktu terasa begitu berharga karena memanfaatkan waktu untuk menghafal Al-Quran membuat nilai ibadah lebih banyak dan lebih baik. Kesadaran demikian menyebabkan peserta mau berdisiplin dengan sukarela dan senang hati menjalani setiap prosesnya.

Menghafal Al-Quran apabila dilakukan dengan hati yang bersih maka tidak ada bosan dalam membacanya. Waktu akan terasa begitu singkat dan ingin segera menghafal Al-Quran kembali.

‘Utsman Bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika hati kalian itu bersih, tentu kalian tidak akan pernah merasa puas dalam membaca al-Qur`an.” Diriwiyatkan oleh Imam Ahmad dalam Az-Zuhd no. 363.

Sebulan ini bagaikan mimpi karena terjadi distorsi seolah tidur dan mimpi indah. Biasanya teringat saat pembekalan metode, mengikuti proses menghafal Al-Quran dengan menyenangkan, dan pulang ke rumah dengan membawa hafalan Al-Quran yang tentu saja masih harus dinikmati dalam muraja’ah.

Orang yang diberikan kenikmatan membaca dan menghafal Al-Quran merupakan orang yang diberikan hikmah. Semoga kita semua diberikan keberkahan Al-Quran. Aamiin.

Informasi dan pendaftaran 081312700100
www.hafalquransebulan.com

 Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

2 Responses

  1. Khairunnisa berkata:

    Assalamualaikum
    Syukron kasiron
    Walau kmi tidak bisa pondokk tapi kmi sllu ingin menghafal Al-Qur’an
    Do’a kan kmi smoga niat yg baik ini menjadi impian
    Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *