MENGHAFAL AL-QURAN: Mengejar Ketertinggalan Berbekal Rasa Penasaran

Hafal Quran Sebulan

MENGHAFAL AL-QURAN: Mengejar Ketertinggalan Berbekal Rasa Penasaran

foto wisuda yayasan karantina tahfizh alquran nasional angkatan 34(ikhwan)

Alhamdulillah saat ini saya masih belajar di bangku kuliah. Banyak ilmu yang didapatkan di perkuliahan. Akan tetapi, saya merasa kurang dengan ilmu pengetahuan Al-Quran. Terbesit rasa penasaran ingin membaca Al-Quran sekaligus memahami terjemahnya. Mulai saat itulah terlintas, “Mengapa tidak sekalian saja menghafalkannya?…”

Saya pernah bertemu seorang teman yang ternyata alumni Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional (YKTN Pusat). Ia berhasil menghafal 26 juz dalam program karantina hafal quran sebulan.

Ini merupakan kesempatan, saya buka di website www.hafalquransebulan.com

Rasa heran dan penasaran, “Apakah saya benar-benar akan hafal Al-Quran dalam waktu secepat itu?” Akhirnya, saya putuskan untuk mendaftarkan diri dan meyakinkan diri bahwa atas izin Allah semoga saya pun bisa berhasil seperti teman yang kemarin sempat bercerita.

Saat saya belajar di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional, diawali dengan penjelasan metode Yadain Litahfizhil Quran dan peraturan tata tertib karantina tahfizh. Keseriusan saya mengikuti berbagai arahan dari para ustadz membuat saya serius untuk mencapai harapan. Alhamdulillah saya mendapatkan teman-teman yang komitmen dan bersemangat menghafal Al-Quran.

Pada awalnya ada rasa kurang yakin dengan diri sendiri apalagi setelah melihat teman-teman yang lain sudah memiliki stok hafalan 3 sampai 5 juz. Berbeda dengan saya yang baru saja mulai menghafal Al-Quran di tempat ini. Saya pasrah pada Allah, berkomitmen mengikuti semua peraturan yang ada dan disiplin mengggunakan standar metode seperti yang dibekalkan sejak awal program.

Setelah seminggu, saya sempat tertinggal 3 sampai 4 juz dibandingkan teman-teman yang sudah punya stok hafalan sebelumnya. Saya tanamkan keseriusan untuk mengejar ketertinggalan dan alhamdulillah dimampukan untuk menyetorkan hafalan khataman perdana Al-Quran 30 juz. Semua itu atas izin Allah yang mengkaruniakan ikhtiar keseriusan dalam hati dan tindakan saya selama belajar di YKTN Pusat.

Barakallah, terima kasih Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional atas segala ilmunya. Saya memuji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah melimpahkan Rahmat-Nya yaitu telah memberi kesempatan untuk intensif bersama Al-Qur’an. Shalawat salam kepada Khotimul Anbiya Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang telah mengajarkan dan memberi contoh ajaran Al-Quran sehingga bisa mengubah keadaan kaum jahiliyah bahkan tokoh paling berpengaruh di seluruh alam. (06/10/18)

Harun Al – Rasyid, Mahasiswa IAIN Pekalongan
Alumi Program 1 bulan Angkatan ke 34 Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *