Apa itu Tahfizh Al-Qur’an?

Hafal Quran Sebulan

Apa itu Tahfizh Al-Qur’an?

Pengertian Tahfizh

Tahfizh Al-Qur’an terdiri dari dua kata, yaitu tahfizh dan Al-Qur’an. Kata tahfizh berasal dari bahasa Arab bentuk mashdar ghair mim dari kata حَفَّظَ – يُحَفِّظُ – تَحْفِيْظًا yang mempunyai arti “menghafal”. Menghafal dapat diartikan sebagai proses pengulangan suatu pelajaran, baik dengan membaca, maupun mendengar. Maka definisi tahfizh Al-Qur’an, yaitu proses menghafal Al-Qur’an baik dengan cara membaca maupun mendengarkannya secara berulang-ulang sampai hafal sehingga setiap ayat mampu dibaca tanpa melihat mushaf. Pengertian Al-Qur’an secara etimologi dan terminologi dikemukakan oleh Mardani:

  1. pengertian Al-Qur’an secara etimologi berasal dari bahasa Arab asal kata يَقرَأ – قُرْآنًا   – قرَأ  artinya bacaan, sebagaimana firman Allah, artinya: “Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu (QS. Al-Qiyamah 17-18).
  2. secara terminologi, Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melalui malaikat Jibril sebagai bukti kerasulan, ditulis dalam lembaran-lembaran, yang diriwayatkan secara mutawatir dan membacanya merupakan ibadah.

Al-Qur’an secara terminologi, yaitu:

  1. menurut Az-Zarqani mendefinisikan Al-Qur’an sebagai lafal yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dari awal surah Al-Fatihah sampai akhir surah An-Nas;
  2. menurut Al-Qaththan, Al-Qur’an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan orang yang membacanya memperoleh pahala;
  3. menurut Al-Jurjani, Al-Qur’an itu kitab yang diturunkan kepada Rasulullah, ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan;
  4. menurut kalangan pakar ushul fiqh, fiqh dan bahasa Arab, Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lafalnya mengandung mukjizat, membacanya mempunyai ibadah, diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf, mulai dari awal surah Al-Fatihah sampai pada surah An-Nas.

Motivasi Menghafal Al-Qur’an

Seseorang yang meyakini bahwa Al-Qur’an sebagai “kalamullah” maka ia akan menjadikannya sebagai sarana taqarrub kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Aktivitas senantiasa berdasarkan kecintaan dan keimanan kepada Allah sehingga Al-Qur’an menjadi prioritas dalam kehidupan baik dengan cara mempelajari, menghafal, maupun mengamalkan isi kandungannya.

Beberapa bagian penting dari pengertian Al-Qur’an:

  1. Al-Qur’an adalah firman Allah pada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sebagaimana firman-Nya QS. An-Najm: 4, artinya: “Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”.
  2. Al-Qur’an merupakan mukjizat abadi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sehingga tidak ada yang dapat menandinginya firman Allah yang artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan  jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain” (QS. Al-Israa: 88), jaminan Al-Qur’an terpelihara selamanya, firman Allah, artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hijr:9).
  3. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril berdasarkan firman Allah, artinya: “Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS. An-Nahl:102).

Definisi tahfizh Al-Qur’an yaitu proses mempertahankan, menjaga, dan melestarikan kemurnian Al-Qur’an sebagai mukjizat yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melalui hafalan yang dihafal oleh para penghafalnya untuk menghindari bahaya modifikasi, pemalsuan, dan bertujuan melindungi seluruh atau sebagian hafalan dari risiko kelupaan atau pun kesalahan.

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Daftar Pustaka

Batubara, Chuzaemah. 2018. Handbook Metodologi Studi Islam. Jakarta Timur:Prenada Media Group.
Mardani. 2017. Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi. Depok: Kencana.
Syarbini, Amirulloh; dkk. 2012. Kedahsyatan Membaca Al-Qur’an. Bandung: Ruang Kata.
Waly, Abdul. 2016. Ramzuttikrar Kunci Nikmatnya Menjaga Hafalan Al-Qur’an. Yogyakarta: Diandra.

Informasi dan Pendaftaran
www.hafalquransebulan.com
Hub. WA +6281312700100

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2014-2019.