Kejutan Rejeki Hafalan Al-Quran yang Tidak Pernah Diduga

Hafal Quran Sebulan

Kejutan Rejeki Hafalan Al-Quran yang Tidak Pernah Diduga

alumni-karantina-tahfizh-alquran-nasional

Pengalaman menghafal Al-Quran merupakan sejarah paling berharga yang Allah anugerahkan kepada saya. Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan saya kesempatan untuk benar-benar fokus membaca, menghafal, dan pelajari kalam-Nya.

Informasi program karantina tahfidz Al-Quran saya dapatkan dari salah satu teman. Saya bersekolah di MTsN 1 Pelaihari. Alhamdulillah ada jadwal tahfizh bagi masing-masing siswa. Saya menghafal Al-Quran bertepatan dengan waktu Dhuha. Sebelum saya shalat Dhuha, sempat sharing bareng kakak kelas bernama Kak Salma. Dia bercerita tentang kakaknya yang baru pulang dari Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional (YKTN Pusat) di Kuningan Jawa Barat. Alhamdulillah, kakak teman saya itu mendapatkan hafalan sebanyak 22 juz hafalan baru dalam waktu sebulan.

Awalnya saya tidak percaya, “Masa sih dalam 1 bulan bisa menghafal Al-Quran sebanyak itu.” Kak Salma menjawab keheranan saya. “Ya iyalah, di sana ‘kan kerjanya Cuma makan, tidur, ibadah, dan menghafal Al-Quran.” Tempatnya juga tenang dan alokasi waktu program di karantina tahfidz disusun dengan baik.

“Saya juga ingin bisa seperti itu. Berapa biaya tahfidz Quran?..”

“Biaya sekitar 6 jutaan.” Jawab Salma.

Saya kaget dengar program tahfidz berbiaya besar. Tapi saya yakin jika Allah menghendaki, suatu saat pasti saya bisa ke karantina tahfidz nasional itu.

Waktu itu saya lanjutkan dengan shalat Dhuha. Saya curhat saya meminta dan memohon kepada Allah agar suatu saat bisa ke Yayasan Karantina Tahfizh Nasional. Setelah Shalat Dhuha, saya langsung pergi ke kantor guru.

Biasanya di sekolah ada program belajar bahasa Inggris ke pare. Kemudian saya berbincang dengan guru agar program ini dikembangkan untuk belajar tahfizh Al-Quran ke Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional di Kuningan Jawa Barat. Saya jelaskan informasi dari kak Salma pada guru saya. Namun guru saya menjawab. “Annida, saran kamu memanglah bagus, Bapak hargai saran dan semangat kamu tetapi tiak semua orang punya tekad yang kuat seperti kamu. Tidak semua orang seperti itu, dan tidak setiap orang mampu.” Saat mendengar respon guru seperti itu, secara otomatis semangat saya mulai menurun. Keyakinan saya untuk pergi ke YKTN Pusat mulai hilang.

Sepulang sekolah, saya curhat pada ummi tentang kejadian hari itu. Apa kata umi saya langsung menasihati. “Annida boleh bercita-cita ke sana. Berdoalah minta pada Allah walaupun kemungkinan untuk bisa berangkat ke sana sangat dikit peluangnya. Allah Maha Mendengar, Annida harus yakin. Kalau Allah menghendaki, maka kun fayakun. Jadilah maka jadilah.”

Setelah satu tahun berlalu, Allah mengabulkan doa saya. Sekarang di kelas 8 ini Allah berikan saya peluang, kesempatan, dan waktu luang untuk bisa belajar di YKTN Pusat.

Sungguh Allah Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Allah memberikan saya rejeki melalui orang yang tidak disangka-sangka. Sungguh kejutan rejeki hafalan Al-Quran yang tidak pernah diduga tapi tidak pernah putus asa dalam berdoa. Alhamdulillah Saya dapat belajar di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional melalui beasiswa yang diberikan oleh Bupati Tanah Laut.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Itulah pengalaman bersejarah terindah bagi Annida.

Ingatlah teman-teman, bahwa tidak ada yang tidak mungkin! Takdir Allah selalu benar, Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya. Begitu juga dengan menghafal Al-Quran, Allah akan selalu memudahkan kita. Hanya ini yang Annida sampaikan semoga bermanfaat untuk semuanya.

Putri Annida
Pelajar MTsN Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
Provinsi Kalimantan Selatan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *