Mengenal Mukjizat Al-Quran Agar Semakin Cinta

Hafal Quran Sebulan

Mengenal Mukjizat Al-Quran Agar Semakin Cinta

Yadi Iryadi Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an2

Tak kenal maka tak sayang, kalau ingin sayang maka mulailah dengan berkenalan. Agar kecintaan terhadap Al-Quran dapat ditumbuhkan dan lebih dipererat maka wajib bagi kita untuk mengenal lebih dekat.

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan dari Allah yang disampaikan kepada hati Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dengan bahasa Arab yang jelas sebagai pedoman dan petunjuk hidup manusia sepanjang zaman.

Wahyu Al-Quran diturunkan di Jabal Nur. Goa Hira berjarak sekitar 5 km dari Masjidil Haram. Gua Hira merupakan tempat nabi muhammad untuk mengasingkan diri atau kalau bahasa zaman sekarang yaitu mengkarantinakan diri agar menghindar dari hingar bingar kehidupan dunia untuk beberapa waktu. Pertama kali wahyu diturunkan yaitu pada bulan Ramadhan tahun ke-9 Hijriyah tepatnya di Gua Hira tahun 610 Masehi. Adapun wahyu terakhir diturunkan pada bulan Zulhijah, 632 Masehi. Apabila dibulatkan maka Al-Quran 30 juz diturunkan dalam waktu 23 tahun. Waktu singkat ini ajaran Al-Quran mampu mengubah peradaban manusia dari zaman ke zaman hingga hari kiamat.

Pada masa 23 tahun ini, Al-Quran awalnya hanya dihafalkan oleh beberapa orang saja. Para shahabat mendapatkan informasi wahyu dari nabi kemudian dihafalkan dan diamalkan isi kandungannya. Al-Quran dijadikan sebagai bacaan sekaligus pedoman menjalani kehidupan.

Al-Quran menjadi mukjizat sepanjang masa. Al-Quran selalu mencengangkan bagi masyarakat di setiap zaman. Mukjizat ini menantang setiap orang dan ahli ilmu bahwa rahasia-rahasia ilmiah satu persatu semakin dibuka keajaibannya untuk membuktikan kebenaran Nabi Muhammad Shalallhu ‘Alaihi Wasallam sebagai nabi pembawa wahyu terakhir.

Dalam buku berjudul Miracle of The Qur’an, penulis Caner Taslaman yang diterjemahkan oleh Ary Nilandari penerbit Mizan menceritakan bahwa orang-orang yang meragukan kebenaran Rasulullah akan dibuat tercengang sehingga orang-orang yang berpikir ilmiah pasti akan beriman pada kebenaran wahyu Allah.

Prinsipnya bahwa sistem yang dirancang oleh Allah tidak akan bertentangan dengan hukum alam yang universal. Kesesuaian antara ajaran Al-Quran dengan hukum alam (sains) ditantang untuk dibuktikan dalam kajian doktor filsafat agama Universitas Marmara Turki tersebut dalam buku berjudul Miracle of The Quran: Keajaiban Al-Qur’an Mengungkap Penemuan-penemuan Ilmiah Modern.

Kehadiran buku ini mengungkap temuan-temuan ilmiah yang biasa digunakan di kalangan ahli sains. Sejatinya pasti agama yang benar pasti sesuai dengan sains. Apabila terjadi ketidaksesuaian maka harus diuji kembali dan pastilah sains yang ilmiah yang diteliti secara jujur akan selalu sesuai dengan ajaran agama yang benar.

Pembuktian Taslaman diantaranya pada Al-Quran surah Al-Rum ayat 3, yang memprediksi kekalahan Romawi di bagian terendah di muka Bumi. Ungkapan ayat adna al-ardh selama ini bisa diterjemahkan kalangan ulama konvensional sebagai “daerah yang dekat”, padahal arti sesungguhnya menurut Taslaman terjemahan tersebut tidak mengungkapkan inti makna ayat, yang lebih tepat bermakna “bagian terendah di Bumi”.

Ternyata ini teruji menjadi fakta sejarah bahwa kejadian tersebut di Laut Mati, yaitu wilayah yang diperkirakan berjarak 4 ratus meter di bawah permukaan laut. Sebagai bukti titik letak terendah di muka bumi, yang kebenarannya baru teruji setelah ditemukannya teknik pengukuran permukaan bumi yang mutahir.

Pembuktian kebenaran Al-Quran akan selalu mencengangkan setiap zaman. Orang yang beriman akan semakin beriman dan cinta terhadap Al-Quran. Adapun orang yang ingkar akan semakin blunder dengan penemuan yang didasarkan pada rasionalitas manusia yang menghasilkan penemuan-penemuan ilmiah yang ternyata sesuai dengan firman Allah. Selain itu, Taslaman membahas lima puluh keajaiban matematis Al-Quran.

Mujizat Al-Quran akan selalu terbuka satu persatu seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi. Oleh karena itu, semoga keimanan kita semakin bertambah dengan semakin rajin belajar Al-Quran dan menempuh jenjang pendidikan.

Orang yang mencintai Al-Quran akan senantiasa rindu untuk bersama Al-Quran. Membacanya kapan pun di manapun bahkan dihafalkan. Karena dengan membacanya berarti kita menyebut-nyebut isi Al-Quran. Orang yang mencintai Al-Quran berarti mencintai Allah dan Rasulnya juga mencintai orang-orang yang senang bersamanya.

Perintah mencintai Al-Quran misalnya terdapat pada surah Ali Imran: 31, “”Katakanlah (Muhammad). “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mencintaimu dan menghapus dosa-dosamu. ” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”  

Allah menyebutkan orang yang mencintai Allah harus mencintai Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Mencintai Rasulullah dengan cara mengikuti ajaran Al-Quran yang diwahyukan kepadanya. Selain itu juga mau mengikuti penjelasan Rasulullah yang keseluruhan akhlaknya merupakan akhlak Al-Quran. Setidaknya walaupun tidak bisa menyamainya, ada perintah untuk menjadikan beliau sebagai teladan.

Rasulullah SAW bersabda, “Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Kamu tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi (Hadits). (H.R. Malik).

Kenali Al-Quran, dekati, bergabunglah bersama halaqah-halaqah Al-Quran. Sungguh beruntung orang-orang yang Allah condongkan hatinya pada Al-Quran. Semoga Allah memberikan hidayah dan pertolongan bagi kita semua agar senantiasa cinta dengan Al-Quran dan senang terhadap hal-hal baik yang berkaitan dengan Al-Quran. Aamiin.

Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

 

Informasi dan pendaftaran karantina tahfizh Al-Quran
WA 081312700100
www.hafalquransebulan.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *