Akhir Tahun 2018, 700 Peserta Mengikuti Program Karantina Tahfizh

Hafal Quran Sebulan

Akhir Tahun 2018, 700 Peserta Mengikuti Program Karantina Tahfizh

15 December 2018 Berita 0
DR KH Ahsin Sakho Muhammad MA Penasehat Karantina Tahfizh

DR. K.H. Ahsin Sakho Muhammad, MA Al-Hafizh Penasehat Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional

Teringat pesan yang disampaikan DR. Ahsin pada tausiyahnya di pembukaan Karantina Tahfzih angkatan 37 untuk memotivasi kita menggali ilmu Al-Qur’an, “Buku karya manusia 2 atau 3 tahun mungkin booming dan dibedah di mana-mana, kemudian setelahnya perlahan akan terlupakan. Namun, tidak pada Al-Qur’an. Bahkan ketika dibedah hari ini hingga akhir zaman. Apa yang membedakan? Kedalaman ilmu serta hikmah yang ada padanya.”

Sesungguhnya tujuan dari hafal Al-Qur’an adalah agar selangkah lebih dekat, untuk selanjutnya menggali pemahaman kedalaman ilmu Al-Qur’an dan mengamalkannya.

Alhamdulillah, sebanyak kurang lebih 700 peserta mengikuti Program Karantina Tahfizh angkatan 37 di Pusat Karantina Tahfizh Al-Qur’an, Kuningan Jawa Barat. Sebanyak 450 peserta mulai mengikuti program sejak tanggal 9 Desember, dan sisanya adalah Peserta Program Liburan sebanyak 250 peserta akan menyusul pada tanggal 23 Desember InsyaaAllah. Menjadi lebih istimewa lagi, pada penyelenggaraan kali ini terdapat peserta dari Malaysia sebanyak kurang lebih 270 peserta. Berasal dari lembaga SMK Agama Kuala Lumpur, SMASTA dan lembaga lainnya.

 

Kegiatan Karantina Tahfizh berlangsung di tiga lokasi, yaitu Pusat Karantina Tahfizh Cibulan untuk ikhwan khususnya program sebulan, Hotel Linggarjati untuk akhwat, serta Hotel Ayong khusus peserta Malaysia program 2 pekan untuk kemudian disusul peserta program liburan bergantian di lokasi yang sama pada tanggal 23 Desember. 

Setelah regisrasi, acara pembukaan dimulai pukul 16.00 WIB berlokasi di aula Hotel Ayong Linggarjati. Dimulai Sambutan Mudir Ust. Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I Al-Hafizh, penyematan simbolis peserta serta terakhir tausiyah dari DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, M.A Al-Hafizh.

Pada momen penyematan simbolis peserta, mewakili ikhwan maju kedepan adalah bapak Drs. Rusdin Mokodompit, BBA, M.M. MasyaaAllah, di usia beliau yang 68th tak menyurutkan tekad untuk bisa menghafalkan Al-Quran 30 juz berawal dari mengikuti Karantina Tahfizh 35 hari. Berangkat dari Surabaya, Jawa Timur menuju Kuningan Jabar, mengantarkan beliau menjadi peserta paling senior di angkatan 37 ini. MasyaaAllah. Sungguh memotivasi kami yang muda-muda ini.

Wisuda Karantina tahfizh alquran nasional

   

Adapun peserta termuda adalah Maryam Qonitah Mujahidah Hutagalung berusia 7th, berasal dari Bekasi – Jawa Barat. Perlu diketahui, peserta Karantina Tahfizh berasal dari berbagai latar belakang profesi, lintas usia dan daerah. Semoga Allah berkahi jalannya, mudahkan segalanya. Aamiin.

www.hafalquransebulan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *