Takut Lupa Hafalan Al-Qur’an Sehingga Tidak Menghafal Al-Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Takut Lupa Hafalan Al-Qur’an Sehingga Tidak Menghafal Al-Qur’an

Jangan takut lupa hafalan Al-Qur’an, karena 1 detik yang lalu pun Anda juga lupa dengan wajah Ibu kandung sampai saya mengatakannya bahwa Anda lupa wajah ibu justru saat ini Anda menjadi benar-benar teringat wajah ibu.

Mengapa Anda mengingat wajah Ibu sekarang, padahal sebelumnya sama sekali tidak ingat (lupa)?…

Karena Anda membaca kata “Ibu” dilakukan repetisi (pengulangan) yaitu kata, “Ibu” sebanyak 6 kali pengulangan.

Baca terus ayat-ayat Surah Al-Baqarah, dengan pengulangan yang intens (secara kuat, hebat terus menerus) maka Insyaa Allah hafalan itu kembali muncul jika dulunya pernah dihafalkan akan muncul dengan lebih cepat.

So, tidak ada hafalan yang lupa.

Yang ada adalah hafalan yang “tersimpan” menunggumu segera Muraja’ah, dibaca ulang dan berulang.

Kalau lupa bagaimana?….

Para penghafal Al-Qur’an itu mereka tidak pernah berhenti muraja’ah setiap harinya.Merupakan salah satu kasih sayang Allah Subhanahu Wata’ala dan kebaikan-Nya kepada para penghafal Al-Qur’an yaitu adanya sifat lupa. Saat seseorang lupa hafalannya, tentu akan menghafal kembali dengan membaca Al-Qur’an yang sudah dihafal tersebut atau muraja’ah.

Jika seseorang memurajaah hafalannya, itu akan lebih baik dibandingkan tidak muraja’ah sekalipun hafalannya lancar. Sebab pahala menghafal Al-Qur’an didapatkan bukan dari seberapa banyak hafalan yang lancar melainkan seberapa banyak ayat yang dibaca berulang-ulang.

Justru dengan adanya lupa maka seseorang akan termotivasi untuk terus menjaga hafalan Al-Qur’an.

Jika ditinjau secara hukum lupa hafalan itu tidak berdosa, akan tetapi disyariatkan bagi seorang muslim untuk selalu menjaga dan memelihara hafalan Al-Quran agar tidak hilang dari ingatannya.

Pembaca tentu mampu membedakan antara lupa hafalan dengan melupakan hafalan karena mengabaikan muraja’ah.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam ,

تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِيْ عَقْلِهَا

Artinya: “Jagalah Al-Quran. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh Al-Quran itu lebih mudah lepas daripada seekor unta yang lepas dari talinya” (HR. Bukhari Muslim).

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memudahkan untuk selalu muraja’ah Al-Qur’an. Aamiin.

Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Licensed Neuro Linguistic Programming
Master Coach HypnoTahfizh
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *