Mahkota Cahaya Untuk Kedua Orang Tua di Syurga

Hafal Quran Sebulan

Mahkota Cahaya Untuk Kedua Orang Tua di Syurga

Mahkota Cahaya Untuk kedua Orang tua di Syurga

oleh : Linlin Nurdianti, sukabumi jawa barat

Alumni Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional angkatan ke 37 Pogram 1 Bulan.

Alhamdulillah ala kulli hal, bisa menjadi bagian dari yayasan karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional ini adalah anugrah bagi saya. sejak lama saya ingin mengikuti Karantina Ini naun terkendala satu dan hal lainya sehingga baru pada angkatan ke 37 inilaah saya mengikuti.

Dorongan terkuat saya mengikuti karantina ini adalah karena ingin melanjutkan hafalan yang sudah pernah saya mulai dulu. Dan tentunya berharap keridhoan Allah dengan menjadi penghafal Al-Quran (Lagi).  Selain itu, memberikan mahkota yang terbuat dari cahaya, bagi kedua orang tua di syurga adalah harapan besar lain yang selalu saya cita – citakan, sebab di dunia saya sempat tidak berbakti kepada orang tua saya yang kini telah di sisi-Nya. Semoga Allah tempatkan keduanya pada tempat terindah di syurga olehnya Aamin.

selama dikarantina ini, saya merasakan nikmatnya  menghafal lebih dari sebelumnya, saya sering berfikir  bahwa menghafal quran itu sulit, namun disini di ajarkan bawa Al-Quran itu mudah di hafal. yang membuatnya sulit adalah diri kira sendiri masih terlumuri  maksiat dan dosa.

namun akhirnya saya berfikir, jika setiap ayat yang saya hafal tersendat, saya anggap adalah penggugur dosa-dosa dan bentuk kasih sayang allah terhadap saya, selain itu saya juga yakin bahwa setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan, dan itu sudah terbukti saya rasakan sendiri, semoga Allah ridho atas setiap ayat yang telah saya hafal.

Baca Juga : Pendaftaran Peserta Karantina

Perjalanan saya belum menuntaskan ziyadah masih harus menempuh separuh jalan lagi, dan saya berharap bisa menyelesaikanya sebelum nyawa terlepas dari kerongkongan, Hidup bersama alquran, matipun bersama Al-Quran sehingga mendapatkan dari Al-Quran.

 

saya berterimakasih kepada YKTN atas penyelenggaraan program ini. semoga visi dan misinya dapat tercapai melahirkan satu hafizh/hafizhah dari setiap keluarga indonesia. juga sangat berterimakasih pada muhaffizah yang telah dengan sabar membersamai dalam setiap halaqoh. Semoga Alalh lipat gandakan pahala untuk belia. selain itu juga para pendamping yang sudah sabar pula mendampingi, semoga Allah ridhoi setiap langkahnya dan dimudahkan setiap urusanya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *