Hipnosis dan NLP dalam Proses Menghafal Al-Quran, Bolehkah?

Hafal Quran Sebulan

Hipnosis dan NLP dalam Proses Menghafal Al-Quran, Bolehkah?

1 July 2021 Artikel 0

Hipnosis dan NLP dalam Proses Menghafal Al-Quran, Bolehkah?

Sebagian kecil orang yang mengetahui manfaatnya bersemangat mempelajari Hipnosis/ NLP dalam membantu aktivitas kehidupan mereka. Sementara sebagian kecil orang yang belum memahaminya justru mengharamkan?… Adapun sebagian besar lainnya tidak peduli dan tidak mau tahu karena tidak tahu manfaatnya.

Bagi umat Islam sebenarnya apabila suatu ilmu bermanfaat untuk umat dan tidak menyimpang dari syariat maka ilmu tersebut fardhu kifayah untuk dipelajari.

Sekalipun ini ilmu yang dibuat oleh non muslim kalau toh bermanfaat maka pelajarilah.

Sebaiknya bedakan terlebih dahulu apa yang dilakukan oleh orang kafir tersebut. Apakah itu mengenai hal berikut ini: (1) Ibadah; (2) Adat Istiadat; dan (3) Ilmu/Teknologi.

Perihal ibadah kita tidak boleh meniru orang kafir. Demikian juga adat yang bertentangan dengan syariat tidak boleh ditiru. Adapun adat yang tidak bertentangan dengan syariat tentu boleh saja.

Orang yang beragama Islam yang meniru ibadah orang kafir maka ia terjerumus pada kerusakan besar. Hal itu menyebabkan ia keluar dari Islam.

Begitu pula apabila seorang muslim meniru adat, seperti dalam hal pakaian, maka haram pula meniru mereka karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Mengenai hadits di atas Ibnu Taimiyyah berkata, bahwa kadar paling minim dari makna hadits tersebut menunjukkan haramnya perilaku menyerupai kaum kafir. Meskipun juga bahwa makna zahir hadits tersebut bermakna kafirnya orang yang menyerupai mereka.

Abdullah bin Amr memberikan contoh mengenai umat Islam yang meniru adat istiadat budaya orang kafir dengan mengatakan, “Barangsiapa yang tinggal di negeri kaum musyrik, turut serta merayakan hari Nairuz (awal tahun baru kaum Persia) dan mihrajan (perayaan atau festival mereka) serta meniru-niru mereka hingga ia meninggal, ia pun akan dibangkitkan bersama mereka pada hari kiamat.”

Berbeda dari hal ibadah dan adat istiadat, justru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dibolehkan meniru orang kafir jika kemaslahatannya jelas besar. Sehingga tidak jadi masalah apabila umat Islam mengambil ilmu dari orang kafir apabila bisa bermanfaat untuk umat.

Apabila maslahat bagi umat tentu hal ini bukan termasuk tasyabbuh (menyerupai orang kafir khususnya perilaku yang tercela).

Hipnosis Modern dan NLP merupakan teknologi berpikir yang dapat dideteksi dan dimodifikasi sesuai dengan keinginan orang yang menggunakannya. Tentu saja baik dan buruk Hipnosis NLP tergantung pada maslahat dan mudharatnya teknologi berpikir tersebut digunakan.

Hipnosis merupakan keadaan saat pikiran terfokus sehingga sangat reseptif terhadap kata-kata sugesti yang dapat mengubah perilaku sesuai dengan keinginannya. Kondisi terfokus ini dapat dideteksi menggunakan alat kesehatan bernama EEG (Elektroensefalogram).

EEG adalah salah satu tes yang dilakukan untuk mengukur aktivitas kelistrikan gelombang otak. Tindakan ini menggunakan sensor khusus yaitu elektroda yang dipasang di kepala dan dihubungkan melalui kabel menuju komputer sehingga bisa diketahui tingkat relaksasi yang efektif atau tidak efektif untuk menerima sugesti. Hipnosis merupakan aktivitas memberikan sugesti dan menerima sugesti. Adapun sugesti itu sendiri bermakna nasihat menggunakan pola-pola bahasa tertentu yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang secara sukarela.

Adapun istilah NLP (Neuro-Linguistic Programming) adalah ilmu yang mempelajari struktur keunggulan internal seseorang yang bermanfaat bagi orang tersebut. Kemudian dalam NLP diketahui bahwa setiap perilaku memiliki struktur internal pendukungnya.

Lantas apa manfaat Hipnosis dan NLP dalam proses menghafal Al-Quran?

  • Mengubah atau menghilangkan perilaku yang tidak pantas atau tidak diinginkan
  • Meningkatkan keterampilan komunikasi antarpribadi
  • Menyelesaikan konflik internal
  • Menggunakan status yang diubah untuk perubahan perilaku
  • Membangun tingkat hubungan yang akrab
  • Mengembangkan tujuan yang berarti & strategi yang jelas untuk pencapaian target
  • Mengakses & mengenali keadaan perubahan kesadaran
  • Memahami isyarat non-verbal & pola bahasa
  • Mendorong perubahan keadaan pada orang lain melalui teknik verbal & non-verbal
  • Membawa keyakinan & struktur yang membatasi ke dalam kesadaran sadar untuk transformasi
  • Mengakses status kompetensi & keyakinan yang berdaya (States of Excellence)
  • Memanfaatkan TimeLines untuk mengakses status sumber daya untuk membangun arah baru
  • dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan tindakan manusia.

Dalam proses menghafal Al-Quran, manfaat tersebut dapat digunakan sebagai ikhtiar lahiriah untuk mencapai outcome yang diharapkan. Adapun semua keberhasilan merupakan pertolongan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Ada sebuah buku berjudul Hafal Al-Quran Mutqin dalam 55 hari metode NLP (Neuro Linguistic Programming) karya Syaikh Dr. Yahya bin Abdurrazzaq Al-Ghautsani. Beliau merupakan salah satu pemegang sanad ‘Aly di dunia dan dosen Ilmu Qira’at di Universitas Islam Madinah).

Menurut beliau, NLP adalah penelitian mengenai apa yang menghantarkan seseorang dalam meraih kesuksesan kemudian rahasia sukses tersebut direfleksikan kepada mereka yang belum meraih kesuksesan agar mendapatkan kesuksesan yang serupa bagi orang yang melakukannya.

Beliau Dr. Yahya bin Abdurrazzaq Al-Ghautsani telah berkeliling diundang ke berbagai negara menghadirkan sosok yang mampu menghafal Al-Quran dengan mutqin atau lancar hanya dalam masa 55 hari. Meskipun usianya sudah di atas 40 tahun.

Rahasia sukses tersebut dan apa saja yang mengantarkan kita pada kesuksesan menghafal Al-Quran dipaparkan dalam buku ini. Buku ini merupakan salah satu referensi perpustakaan di YKTN Pusat.

Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional (YKTN Pusat) memiliki standar penanganan kesulitan belajar peserta. Apabila ada peserta yang kesulitan menghafal Al-Quran maka akan dipanggil dan diberikan bimbingan coaching khusus untuk meningkatkan kemampuan yang sebenarnya telah ia miliki namun belum disadarinya.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin.

Yadi Iryadi, S.Pd. CH. C.Ht., CI., LP.NLP
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Licensed Practitioner The Society of NLP, USA
Certified Hypnosis  The IBH Center
Certified Hypnotherapist  The IBH Center
Certified Instructor The IBH Center
Profesional Hipnoterapi PRAPTI
Praktisi SEFT-er

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *