Perjalanan Dokter Mencari Cinta-Nya Bersama Surat Cinta-Nya

Hafal Quran Sebulan

Perjalanan Dokter Mencari Cinta-Nya Bersama Surat Cinta-Nya

3 May 2021 Artikel 1

Perjalanan Dokter Mencari Cinta-Nya Bersama Surat Cinta-Nya

Perjalanan saya hingga menginjakkan kaki di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional angkatan ke 55 mungkin bagi orang lain dianggap biasa saja. Namun bagi saya ini merupakan takdir yang Masyaa Allah luar biasa. Menjadi bentuk rezeki yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Saya adalah seorang dokter yang sejak kecil berlatar belakang pendidikan umum, awam dari agama karena tidak pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Bahkan saya pernah berada di posisi yang sangat sangat jauh dari Al-Quran dengan orientasi kehidupan yang hanya terbatas duniawi.

Hingga akhirnya hidayah-Nya datang, saya tersadar bahwa sudah cukup tersesat selama ini. Saya seorang dokter melalui keilmuan kedokteran yang saya pelajari semakin menyadari bahwa Islamlah sumber ilmu dari segala cabang ilmu. Maka saya harus menghabiskan jatah hidup yang tersisa untuk mencari bekal pulang terbaik ke kampung akhirat. Salah satunya yaitu dengan mempelajari Al-Quran dan menghafalkannya berharap untuk menjadi keluarga-Nya.

Keinginan untuk menghafal Quran tersebut sudah tumbuh sejak kurang lebih 4 tahun yang lalu. Saya sempat mengikuti beberapa metode untuk menghafal Al-Quran di lain tempat. Tetapi rasanya belum bisa Istiqomah akibat berbagai distraksi dan kesibukan duniawi. Hingga di tahun ini saya dipertemukan dengan sosok alumni yang merekomendasikan Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional (YKTN Pusat). Alhamdulillah saya merasa sangat cocok dengan metode dan sistem yang dihadirkan. Proses menghafal di karantina membuat saya lebih fokus dengan berbagai fasilitas yang tersedia, lingkungan semangat membara.

Memang mulanya saya kurang percaya diri dengan kemampuan saya di sini yang basis bahasa arabnya nol besar Saya cukup kesulitan mengimbangi tempo menghafal teman-teman lainnya. Tapi lambat laun saya menyadari bahwa bukanlah untuk berlomba menghafal Al-Quran secepat kilat, melainkan agar mencari Ridha Allah. Ingin semangat selalu terjaga dan menjaga Al-Quran hingga akhir hayat maka dari sanalah saya yakin Allah menginginkan saya untuk menghafal dengan perlahan tapi pasti tanpa tergesa-gesa menikmati proses untuk bersama surat cinta-Nya untuk selama-lamanya.

Kadang saya juga merasa terlalu terlambat untuk menghafal karena sahabat seperjuangan karantina tahfizh banyak yang usianya jauh lebih muda. Namun tentu saja tidak ada yang terlambat dalam hal belajar. Selagi nafas kita belum Allah hentikan alirannya dari hidung sehingga Alveoli, Insyaa Allah masih ada waktu… masih ada waktu…

Banyak sekali yang Allah hadiahi untuk saya melalui YKTN Pusat, tidak hanya ilmu agama tetapi juga pengalaman inspirasi motivasi meletup-letup dan semoga selalu bertahan dalam kadar tertinggi. Walaupun saya belum sampai pada tahapan khatam 30 juz saya bertekad ini Insya Allah akan menyelesaikan hafalan dan memutqinkannya.

Saya sangat bersyukur telah diberi kesempatan mengenal insan-insan terbaik yang mencintai Allah dan insya Allah dicintai-Nya. Keluarga YKTN angkatan 55 baik para Ustadz Ustadzah, terutama Ustadzah Leni dan Ustadzah Rika, sejumlah staf YKTN, sahabat-sahabat Hafizah, dan seluruh unsur terbaik di tempat ini. Walaupun sepulang dari sini akan terpisah cukup jauh dari teman sekalian semoga ukhuwah terindah ini akan tetap terjaga hingga surga. Aamiin.

Insya Allah, saya akan membantu menyebarkan metode, seluruh ilmu terutama mindset-mindset positif yang selalu berusaha ditanamkan oleh Ustadz-Ustadzah yang saya dapatkan disini. Kepada sosok yang saya cintai juga masyarakat luas karena saya yakin Allah menempatkan saya disini mencari cintanya bukan hanya untuk diri saya sendiri melainkan juga untuk mengajak membagikan ke seluruh sudut, terutama melalui profesi saya sebagai dokter. Semoga Allah berkahi semoga Allah Ridhai.

dr. Najla Assyifa
Dokter Internship

Peserta Karantina Tahfizh Angkatan ke-55
Berasal dari kota Banjarbaru Kalimantan Selatan

One Response

  1. Uswatun says:

    masyaAllah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *