Keyakinan Positif dan Do’a Mengantarkanku Pada 30 Juz – Testimoni

Hafal Quran Sebulan

Keyakinan Positif dan Do’a Mengantarkanku Pada 30 Juz – Testimoni

Hafal Quran Sebulan Karantina Tahfizh AlQuran Nasional - Perjuangan Menyetorkan Hafalan Quran

Allahumma Yassir Wa Laa Tu’assir

Awal masuk di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional program sebulan saya memilih untuk optimis bisa khatam 30 juz. Setiap kali ditanya orang-orang target saya berapa, saya selalu mantap menjawab Insyaa Allah 30 juz. Di dalam diri saya sudah sangat yakin Insyaa Allah pasti bisa khatam.

Hari-hari berlalu, hingga minggu demi minggu berlalu. Namun, begitu memasuki minggu kedua, bisikan-bisikan syaitan mulai menggoyahkan iman saya. Muncul keraguan apakah bisa saya benar-benar mencapai 30 juz sedangkan perolehan juz saya hingga dua minggu ini saja masih sangat jauh dari setengah  Qur’an. Ditambah lagi dengan pikiran saya yang sudah tidak karuan, memikirkan keluarga di rumah-lah, teman-teman-lah, sekolah-lah dan dsb.

Semangat saya mulai turun dan saya sudah tak optimis lagi. Saya pun menelepon dan bilang ke orangtua kalau saya sepertinya tidak bisa mewujudkan harapan mereka saat ini. Apalagi sejak mulai menghafal ayat-ayat yang rumit saya sering sekali menyerah bahkan tak jarang menangis.

Namun, perjuangan itu tetap saya lanjutkan. Dari awal masuk Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional, saya tidak pernah putus membaca do’a agar diberikan kemudahan oleh Allah dalam menghafal Quran.

Ada 3 doa yang selalu saya baca setelah sholat dan sebelum menghafal, yaitu :

1. Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla1

2. Allahumma yassir wa la tu’assir

3. Allahumma sahil umuri fi hifdzil Qur’an

Qodarullah, keajaiban dari doa yang selalu saya panjatkan pada sang Maha Agung terjadi. Saya bisa bangkit dari keterpurukan dan semangat lagi untuk  menghafal Qur’an. Alhamdulillah saya bisa lancar menghafal hingga di minggu-minggu selanjutnya saya melesat jauh. Dan saya kembali pada keyakinan akan terget yang sejak awal saya cita-citakan, saya idamkan serta saya nantikan. Allahu akbar.!

Saya merasa Allah begitu baik kepada saya. Padahal saya sering melalaikan perintah-Nya, lupa pada Allah ketika dalam keadaan senang, sering tidak bersyukur dengan nikmat-Nya, namun Allah sungguh Rahman dan Rahim kepada setiap hamba-Nya. Allah akan selalu mendengar do’a-doa hambanya yang memohon dengan ketundukan hati. Allah akan memeluk hamba-hamba-Nya yang bertobat dengan “taubatan nasuha”. Allah akan selalu mengingat hamba-Nya yang selalu berdzikir pada-Nya. Dengan kebaikan, rahmat dan berkah-Nya alhamdulillah saya bisa menyelesaikan 30 juz dalam 27 hari. Alhamdulillah.

— oleh Adinda Zaskia Yasmin Mumtaz (15th), Asal Bogor – Jawa Barat

Pelajar MAN 2 Kota Bogor

 


Do’a ini adalah do’a yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berisi permohonan berbagai kemudahan dalam segala urusan. Dari Anas bin Malik, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa” [artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah].

Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (3/255). Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah. (Lihat Jaami’ul Ahadits, 6/257, Asy Syamilah) Sanad hadits ini shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam tahqiqnya terhadap Shahih Ibnu Hibban.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *