Keindahan dan Kenikmatan Menghafal Qur’an – Testimoni

Hafal Quran Sebulan

Keindahan dan Kenikmatan Menghafal Qur’an – Testimoni

Karantina Tahfidz AlQuran Nasional Hafal Quran Sebulan

Karantina Tahfidz AlQuran Nasional Hafal Quran Sebulan

 

Alhamdulillahirobbil’alamin, betapa sebuah skenario indah, Allah antarkan saya hingga bisa menjadi salah satu peserta Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional di Kuningan Jawa Barat. Bisa menghafal Al-Quran apalagi 30 juz, awalnya adalah sesuatu yang agak ajaib bagi saya. 

Dahulu saya memang sempat menjadi santri di pesantren namun saat itu cita-cita untuk menjadi penghafal Al-Quran belum tertanam di hati saya, sehingga saya lulus dan mulai melanjutkan ke jenjang perkuliahan.

Kesibukan saya masih diisi dengan belajar, berorganisasi, dan aktivitas lain yang jauh dari Al-Quran, sehingga saya mulai merasa hampa dengan segala aktivitas saya. 

Barulah saya sadar bahwa menghafal Al-Quran adalah suatu keindahan dan kenikmatan, dengan itu segala urusan dunia akan terasa mudah dan kecil bagi kita. Dari situ saya mulai mencari-cari lembaga tahfidz Qur’an di dekat rumah dan kampus, namun lembaga-lembaga tahfidz Qur’an tersebut hanya sedikit sekali mengadakan jam kelas, sehingga saya belum optimal dalam menghafal Al Quran. Meski begitu, saya bersyukur dan terus berdoa agar Allah tunjukkan saya cara bisa menjadi salah satu penghafal Al Quran hingga 30 juz.

Saat liburan tiba, saya mulai mencari informasi lembaga karantina Tahfidz Al-Quran. Dan Alhamdulillah saya mendapatkan informasi tentang Pusat Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional di Kuninga Jawa Barat ini. Hingga akhirnya saya mendaftar menjadi peserta di Yayasan Karantina Tahfizh al-Quran Nasional.

Awalnya saya tidak merasa yakin sebulan bisa hafal 30 juz. Karena waktu yang singkat saya hanya bisa mengikuti program dua pekan. Namun ternyata setelah saya coba, awal-awal saya hanya mampu menyetorkan 8 halaman per hari, kini saya alhamdulillah bisa menyetorkan 10 sampai 18 halaman per hari dengan sekali setoran satu halaman, alhamdulillah dari dua pekan ini saya bisa menyetorkan hampir 10 juz. 

Kalau boleh berandai dan berharap, saya berharap agar waktu libur saya lebih panjang sehingga bisa menambah waktu di Karantina Tahfidz. Selain itu alhamdulilalh di sini lingkungannya sangat sejuk dan mendukung, rekan-rekan yang baik, makanan yang bergizi dan muhafadzoh yang sabar hingga selalu memotivasi saya untuk terus berusaha dalam proses menghafal Al-Qur’an. 

 

-oleh Fajrina Maharani Fatimah (21th) Mahasiswi IPB, asal Bogor Jawa Barat

Alumni Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional Angkatan XXIX (21 Januari – 04 Februari 2018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *