Ayat Kursi dan Artinya, Ayat Kursi Latin dan Arab

Ayat Kursi dan Artinya, Ayat Kursi Latin dan Arab

10 January 2022 Artikel 0

Ayat Kursi dan Artinya, Ayat Kursi Latin dan Arab. Doa Ayat Kursi beserta artinya memiliki keutamaan bagi yang rutin mengamalkannya. Doa Ayat Kursi sebaiknya dibaca selepas sholat fardhu.

Ada beberapa nama lain selain ayat kursi, yaitu: A’zhomul ayat, Sayyidatu Ayyil Qur’an, Afdholu ayyil Qur’an, Asyroful Ayyil Qur’an.

Ayat kursi dan artinya, ayat kursi latin dan arab

   اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ 

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ 

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.   

Bacaan ayat kursi latin

Allaahu Laailaaha illa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi. 

Mangdzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illai bi idznih. Ya’lamu maa baina aiydiihim wamaa kholfahum walaa yukhiithuuna bisyayin min ‘ilmihii illaa bimaa syaaa a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho. Walaa yauduhuu hifdhuhumaa wa huwal’aliyyul ‘adhiim.

Terjemah ayat kursi: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk, dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi Allah melainkan dengan seizin-Nya. 

Allah mengetahui semua apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. 

Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (QS. Al Baqarah: 255).

Tulisan ayat kursi latin

Surat ayat kursi latin bisa digunakan oleh pemula yang belum bisa membaca Al-Quran. Selain itu, mendengarkan MP3 atau youtube ayat kursi juga bisa dijadikan alternatif sementara sampai bisa membaca Al-Quran secara mandiri.

Ayat kursi ayat berapa?

Ayat kursi terdapat pada Al-Baqarah ayat 255 ini memiliki keutamaan yang luar biasa bagi yang membacanya. Simak apa saja keutamaan yang dimiliki Ayat Kursi beserta bacaan lengkap Ayat Kursi dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Bahasa Indonesia.   

Surah ayat kursi mengungkapkan Allah SWT Yang Maha Esa dan Maha Besar. Dikatakan bahwa ‘Kursi’ (singgasana) Allah SWT adalah langit dan bumi. Dia lah yang mengendalikan atas apa yang ada dan yang terjadi di dunia ini.  

Bacaan Ayat Kursi sebelum Tidur agar Terhindar dari Gangguan Setan dan Jin Lengkap dengan Artinya. Bacaan Ayat Kursi Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia serta Keutamaan. Tak Kalah Ampuh dari Ayat Kursi, Berikut Doa Pengusir Setan Menurut Al-Qur’an. Bacaan Ayat Kursi Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia tentang Keesaan Allah.   

Bacaan ayat kursi lengkap tulisan arab, Latin, dan artinya dalam Bahasa Indonesia, Beserta Keutamaan. 

Manfaat ayat kursi akan diperoleh apabila kita membaca Ayat Kursi pada setiap selesai shalat wajib. Oleh sebab itu, jangan lewatkan untuk berdzikir, berdoa, dan tidak melewatkan bacaan Ayat Kursi setelah salam pada shalat.

Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga melainkan kematian.” (HR. An Nasâi).

Mendapat penjagaan Allah di waktu tidur. Setiap muslim yang membaca Ayat Kursi sebelum terlelap di malam hari, akan mendapatkan jaminan penjagaan dari Allah. Setan tidak mampu menggodanya hingga waktu subuh tiba.

Sebagaimana dikutip Pustaka Lajnah Kemenag, sebuah hadits datang dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Dia berkata, “Rasulullah menugaskan kepadaku untuk menjaga zakat di bulan Ramadhan. Kemudian seseorang datang kepadaku dan mencuri dari makanan (zakat)”.

Di akhir hadits, pencuri itu berkata: ”Bila engkau hendak tidur, maka bacalah ‘Ayat Kursi’ karena penjagaan dari Allah akan terus bersamamu dan setan tidak akan mendekatimu sampai Subuh”. Kemudian Nabi berkata: “Dia telah berkata benar kepadamu, walau ia pendusta. Ia adalah setan.” [HR al-Bukhâri].

Menghafal ayat kursi latin bisa saja dilakukan, namun alangkah lebih baiknya jika belajar membaca Al-Quran sehingga bacaannya benar sesuai kaidah tajwid. Download ayat kursi mp3 bisa dilakukan sebagai alternatif sambil melihat teks ayat kursi tersebut.

Melindungi muslim sepanjang hari jika dibaca pagi dan petang. Ayat Kursi turut menjadi pelindung bagi setiap muslim yang membaca di pagi dan petang sebagai bagian dari dzikir. Jika dibaca pagi, maka dia dilindungi oleh Allah hingga petang. 

Kalau dibaca sore, maka Allah melindunginya sampai pagi.   

Dasar tuntutannya merujuk pada hadits Ubay bin Ka’ab, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.” (HR. Al Hakim).

Ayat kursi lengkap di atas dapat dibacakan pada kondisi apapun. Atau jika kamu ingin mengikuti sunnah Rasulullah, maka bacaan ayat tadi bisa digunakan sebagai doa.

Sebelum hendak tidur di malam hari. Fungsinya sendiri ialah agar kita senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT sepanjang malam. Selain itu, bacaan ayat kursi tadi juga sangat dianjurkan untuk umat muslim baca setelah kita selesai menunaikan ibadah sholat. Jadi kapanpun kita ingin memohon perlindungan Allah SWT, kita bisa senantiasa membaca ayat tersebut.

Keutamaan Ayat Kursi.

Membaca Ayat Kursi secara istiqomah setelah shalat fardhu menjadi salah satu jalan untuk meraih surga Allah SWT. Ini karena Ayat Kursi memiliki sejumlah keutamaan yang luar biasa. 

  1. Ayat yang Paling Agung.

Alasan mengapa ayat Kursi begitu istimewa adalah terdapat asma Allah yang paling agung di dalamnya, yaitu al-hayyu dan al-qayyum. 

Rasulullah pernah mengajukan pertanyaan kepada Ubay bin Ka’ab, “Ayat mana yang paling agung dalam Kitabullah, wahai Abu Mundzir?”.

Ubay menjawab, “Ayat Kursi.”

Rasulullah kemudian menepuk dada Ubay bin Ka’ab seraya berkata, “Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang telah engkau miliki.” (HR. Muslim).

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi melebihi agungnya Ayat Kursi (karena di dalamnya telah mencakup nama dan sifat Allah).”.   Sufyan ats-Tsauri berkata, “Ayat Kursi merupakan (salah satu) kalamullah (perkataan Allah), sementara kalamullah itu lebih agung dari ciptaan Allah SWT yang berupa langit dan bumi.” (HR. Tirmidzi).

  1. Dijaga dari Setan Sampai Pagi

Siapa saja yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan dijaga oleh Allah SWT dari gangguan setan. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (pada malam hari) maka bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah SWT akan senantiasa menjagamu, dan setan tīdak akan mendekatimu hingga waktu pagi.” (HR. Bukhari).

Ayat kursi bahasa Indonesia baik tulisan latin maupun kaligrafi ayat kursi yang ditempelkan di rumah hendaknya bukan semata-mata hiasan saja melainkan harus menjadi amalan rutinitas dzikir harian.

Penulis teringat awal mula hafal ayat kursi saat disuruh menulis ayat kursi sebanyak 25 kali karena hukuman telat shalat shubuh berjamaah. Hasilnya menjadi hafalan yang kuat. Tips menghafal melalui tulisan ayat kursi  arabnya memudahkan dalam hafalan.

  1. Ketika pagi dan petang

Mengenai orang yang membaca ayat kursi di pagi dan petang hari, dari Ubay bin Ka’ab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأَتْهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ

“Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.” (HR. Al Hakim).

  1. Sebelum tidur

Hal ini dapat dilihat dari pengaduan Abu Hurairah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seseorang yang mengajarkan padanya ayat kursi.

دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) 

حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، 

فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ 

 قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ )

 وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ 

 فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. 

Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. 

Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari).

  1. Setelah shalat lima waktu

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

“Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai)

Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram). Maksudnya, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika mati.

Intinya, ayat kursi punya keutamaan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ».

 قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ »

. قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ. قَالَ فَضَرَبَ فِى صَدْرِى وَقَالَ « وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ »

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?” Aku menjawab, “Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum.” 

Lalu beliau memukul dadaku dan berkata, “Semoga engkau mudah memperoleh ilmu, wahai Abul Mundzir.” (HR. Muslim).

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan, “Hadits ini adalah dalil akan bolehnya mengutamakan sebagian Al-Qur’an dari lainnya dan mengutamakannya dari selain kitab-kitab Allah. Maknanya adalah pahala membacanya begitu besar, itulah makna hadits.”

Apa sebab ayat kursi lebih agung? Imam Nawawi menyebutkan, para ulama berkata bahwa hal itu dikarenakan di dalamnya terdapat nama dan sifat Allah yang penting yaitu sifat ilahiyah, wahdaniyah (keesaan), sifat hidup, sifat ilmu, sifat kerajaan, sifat kekuasaan, sifat kehendak. Itulah tujuh nama dan sifat dasar yang disebutkan dalam ayat kursi. (Syarh Shahih Muslim).

Ingin menghafal Al-Quran 30 juz?…

Klik di sini www.hafalquransebulan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *