Awalnya 2 juz Kemudian di Karantina Tahfizh 28 juz dan Muraja’ah

Hafal Quran Sebulan

Awalnya 2 juz Kemudian di Karantina Tahfizh 28 juz dan Muraja’ah

Awalnya 2 juz Kemudian di Karantina Tahfizh 28 juz dan Muraja’ah

Memuji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas nikmat kesempatan menghafal Al-Qur’an di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional Kuningan Jawa Barat. Semoga pahala menghafal Al-Qur’an sampai kepada orang tua saya, guru-guru saya, teman-teman yang memotivasi dan siapa pun yang berkiprah dalam perjuangan menyelenggarakan program tahfizh Al-Qur’an. Aamiin.

Sebelumnya saya dengan Al-Qur’an hanya sebatas lomba yang datang dan pergi dengan hafalan 2 juz. Menghafal tidak pernah selesai walau hanya sekedar tilahwa sampai khatam pun tidak pernah sama sekali.

Tetapi alhamdulillah dengan adanya Yayasan karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional sangat membatu saya dan para peserta lain khususnya untuk menghafal dan mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an 30 juz dalam waktu sebulan bahkan teman-teman saya ada yang cukup belasan hari saja.

Jika hafalan ingin lancar dan cepat hafal maka ketika menghafal harus dalam keadaan senang dan pikiran dalam keadaan fresh.

Bacaan Al-Qur’an harus sesuai kaidah tajwid karena tajwid dapat menguatkan hafalan dan memperbagus kualitas hafalan Al-Qur’an.

Sangat dianjurkan untuk menghafal Al-Qur’an disertai terjemah karena pada saat kita lupa dalam menghafal kita masih ingat terjemah dari surat yang sedang dihafalkan. Apabila menghafal Al-Qur’an tanpa terjemah maka menyulitkan hafalan karena tidak terdapat proses tadabur.

Di karantina tahfizh dibekali metode praktis untuk menghafal Al-Qur’an agar peserta yang belum terbiasa menggunakan tadabur terjemah dapat belajar kosakata bahasa Arab dari bahasa Al-Qur’an.

Tahapan saya menggunakan Al-Qur’an Yadain agar memperoleh hafalan 1 halaman dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Membaca terjemah per ayat dan langsung menghafal ayat yang diterjemahkan
  2. Jika sudah ada mufradat yang sudah diterjemahkan maka langsung menghafal ayatnya saja
  3. Setelah hafal satu ayat maka menambah hafalan pada ayat berikutnya
  4. Jika hafalan sudah selesai sampai ayat paling bawah dari setiap halaman maka hafalan diulangi dari baris pertama sampai baris terakhir sampai lancar
  5. Menyimakkan hafalan di depan muhaffizh

Dengan ikhtiar langkah seperti di atas secara konsisten dan disiplin menggunakan seluruh waktu yang disediakan maka alhamdulillah membuahkan hasil yang memuaskan.

Baca  juga artikel lainya

Adakalanya saya pun merasakan kesulitan untuk menghafal Al-Qur’an terutama ketika menghafal mufradat baru. Solusinya saya menghafal menggunakan irama/nada agar tetap tersambung pada ayat-ayat berikutnya. Memang menghafal Al-Qur’an sangat terbantu dengan tadabur terjemah namun tentu saja tidak boleh terhambat ketika belum berhasil memahaminya. Suatu saat pasti ada saatnya untuk bisa paham dan sekarang kembali fokus pada hafalan walaupun sebatas ucapan berirama. Hal ini terjadi biasanya pada ayat-ayat hukum yang masih memerlukan pendalaman tafsir.

Cara memuraja’ah hafalan Al-Qur’an ketika sudah pulang dari karantina tahfizh maka dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Membaca sampai khatam beberapa kali sampai lancar dengan bacaan yang cepat
  2. Memulai menghafal per halaman sesuai dengan keinginan atau target
  3. Memuraja’ah pada saat shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, dan tahajud
  4. Berdoa agar senantiasa diberikan keistiqamahan dalam muraja’ah

Terima kasih dan semangat buat kita semua. Semoga keberkahan Al-Qur’an senantiasa kita dapatkan dalam kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Aamiin.

Alif bin Khair (18 tahun)
Pelajar, Kota Surabaya
Alumni YKTN Pusat Angkatan ke-40

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *