Di manakah Alternatif Tempat Menghafal Al Quran?

Hafal Quran Sebulan

Di manakah Alternatif Tempat Menghafal Al Quran?

Dauroh Karantina Hafal Quran Sebulan 30 juz di Kuningan Jawa Barat YKTN Pusat

Banyak orang beranggapan bahwa menghafal Quran harus dilakukan selama bertahun-tahun di pondok pesantren. Sehingga hal ini membuat masyarakat muslim di luar pondok pesantren menganggap mustahil untuk bisa menghafal Al Quran. Di samping itu ada juga masyarakat muslim yang mencari di manakah alternatif tempat menghafal Al Quran.

Anggapan tersebut sebenarnya sangat mudah dipatahkan dengan fakta-fakta terjadi di masyarakat saat ini. Ada banyak alternatif untuk mampu menghafal Al Quran beberapa juz atau bahkan 30 juz atas izin Allah. Walaupun idealnya memang menghafal Al Quran di pondok pesantren akan lebih ideal namun setidaknya dapat menambah harapan bagi umat Islam agar siapa pun mampu menghafalkannya dengan adanya berbagai alternatif tempat menghafal Al Quran.

Setiap orang dikaruniai waktu 24 jam dalam sehari semalam. Apabila seseorang meluangkan waktunya minimal satu sampai tiga jam saja untuk menghafal Quran setiap hari maka dimungkinkan untuk memiliki hafalan Al Quran beberapa juz dalam beberapa bulan ke depan. 

Mencari Alternatif Tempat Menghafal Al Quran

Kegiatan Menghafal Al-Quran di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional

Seorang ibu rumah tangga dapat menghafal Al Quran sambil mengurusi anak-anaknya. Seorang siswa atau mahasiswa dapat menghafal Al Quran di sela-sela kegiatan belajar dan perkuliahan. Demikian pula orang-orang yang sibuk bekerja masih berkesempatan untuk menghafal Alquran pada waktu libur mingguan atau ketika waktu harian yaitu waktu luang diantara waktu menunggu durasi 15 menitan dikalikan dengan waktu shalat 5 wajib.

Apabila sudah ada niat untuk menghafal Al-Quran maka tidak ada alasan untuk tidak bisa menghafal Al Quran. Apabila menghafal Quran telah menjadi niat maka waktu yang tersedia sesempit apa pun akan bertambah berkah apabila dimanfaatkan dengan baik.

Berikut ini merupakan alternatif tempat menghafal Al Quran bagi para keluarga muslim yang ingin agar dapat menghafal Al Quran beberapa juz bahkan Insyaa Allah 30 juz, Aamiin.

  • Private Hafalan Quran Mendatangkan Guru Tahfizh

Mendatangkan guru tahfizh Al Quran ke rumah memiliki kelebihan yaitu sekeluarga dapat menyetorkan hafalan Al Quran kepada guru tersebut. Setoran hafalan Al Quran bisa dilakukan setiap bulan, bisa juga setiap seminggu sekali, hari-hari tertentu saja, dan ada pula yang intensif bahkan setiap hari belajar Al Quran. 

Apabila anak belajar membaca Al Quran dari orang tuanya, tentu ini sangat ideal. Akan tetapi tidak semua orang tua fasih bacaannya. Mendatangkan guru tahfidz tentu memerlukan biaya transportasi, dan kelebihannya yaitu sekeluarga bisa sama-sama belajar untuk saling menyemangati.

Rumah akan menjadi berkah dengan dijadikan sebagai tempat menghafal Al Quran. Bukan saja anggota rumah sekeluarga yang dapat belajar melainkan juga anak-anak tetangga agar anak memiliki teman-teman yang sama-sama belajar Al Quran. Membuat rumah tahfidz dengan mendatangkan guru tahfidz ini dapat menjadi alternatif yang baik dalam membuat halaqah tahfizh yang berisi 1-5 orang murid.

Selain target mampu membaca dan menghafalkan Al-Quran juga penting dilakukan dalam pengajian yaitu belajar tauhid, fiqih ibadah harian, dan akhlak.

  • Mendatangi Rumah Guru Ngaji Secara Les Privat Hafalan Quran

Guru tahfizh biasanya sudah memiliki tempat menghafal Al Quran atau tempat mengajar yang khusus seperti madrasah. Akan tetapi, murid yang belajar biasanya berjumlah banyak sehingga pembelajaran menjadi kurang fokus. Mendatangi guru Al Quran di luar jam beliau mengajar tentu akan mendapatkan perhatian lebih karena metode pengajaran Al Qur’an dilihat dari durasi waktu dan jumlah santrinya dibatasi.

Mendatangi guru agama Islam yang menguasai tahfidz Al Quran merupakan salah satu cara terbaik bagi calon penghafal Al Quran. Orang yang belajar dapat menemui guru untuk belajar di tempatnya sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik yang tertulis dalam kitab Al Madkhal Sunan Al-Kubro yang disusun oleh Al-Baihaqi sesungguhnya ilmu itu didatangi dan bukan mendatangi. 

Kemudian dikemukakan pula oleh Abu Hasan Al Qabisi kitab Ar-Risalah Al-Mufassir Ahwal Muta’allimin, bahwa di antara kebiasaan generasi umat Islam terdahulu yaitu mendidik anak dengan cara mengantarkan anak-anaknya kepada guru ngaji. Demikianlah kebiasaan pendidikan Islam ulama terdahulu. Bahkan diantara mereka harus rela untuk melakukan perjalanan jauh yang memerlukan waktu lama demi mendapatkan suatu ilmu.

  • Belajar Al-Quran di Masjid Bersama Guru Tahfidz

Orang yang menghafal Al Quran akan menjadi pelopor dalam shalat berjama’ah. Bahkan biasanya menjadi imam dalam shalat berjamaah. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk mempelajari Al Quran sebelum maupun setelah shalat berjamaah.

Apabila di masjid ada imam yang hafalan Al-Qurannya banyak dan bacaannya fasih maka bersyukurlah dengan cara private hafalan Al Quran di masjid. Para ulama terdahulu biasanya belajar Al Quran di masjid sebelum shalat berjamaah atau setelah shalat berjamaah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: 

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam suatu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), mereka membaca kitab Allah (Al Quran) dan saling belajar satu sama lain, maka ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan para malaikat di hadapannya (HR. Muslim).

  • Bergabung dengan Halaqoh Tahfidz Al Quran

Bergabung dengan komunitas penghafal Al Quran memiliki kelebihan yaitu dapat memotivasi sesama anggota halaqah. Biasanya kegiatan tersebut berisi aktivitas menyimak dan memperdengarkan hafalan Al Quran dengan cara duduk melingkari seorang guru yang hafal Al Quran. Halaqoh Tahfizh Al Quran biasanya terdiri dari 10 sampai 13 orang. 

Kegiatan halaqah biasanya diawali dengan membaca Al Quran secara bergiliran dan perbaikan bacaan tajwid dilakukan secara bersama-sama apabila temannya terdapat kesalahan dalam bacaan. Selanjutnya tasmi’ yaitu hafalan Al Quran disimak. Setelah selesai tasmi’ maka dibuka kajian wawasan keislaman meliputi aqidah, akhlak, dan fiqih ibadah harian.

Berbeda dengan program tahfizh lainnya, dauroh tahfidz atau di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Karantina Tahfizh Al Quran memiliki ciri khas untuk fokus menghafalkan Al Quran dalam waktu khusus tanpa terganggu dengan aktivitas pembelajaran lain. Program menghafal Al-Quran yang paling banyak diminati masyarakat yaitu Program Karantina Hafal Quran Sebulan. Program sebulan ini pada dasarnya yaitu untuk membentuk kebiasaan membaca dan menghafal Al-Quran dengan benar sehingga setelah selesai sebulan dapat dilanjutkan dalam muraja’ah di sela-sela aktivitas sehari-hari.

Mencari Alternatif Tempat Menghafal Al Quran

Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional angkatan ke-53

Menghafal Al Quran 30 juz tidaklah cukup dalam waktu sebulan melainkan harus dilanjutkan dalam program karantina mutqin 3 bulan agar hafalan bisa disimak 30 juz, Insyaa Allah. Karena tidak setiap orang dapat meluangkan waktu empat bulan maka program sebulan lebih banyak mendapatkan pilihan yang sesuai dengan kebanyakan masyarakat Indonesia.

Menghafal Al Quran agar bacaan yang dihafalkan bernilai baik benar maka harus dibacakan di hadapan guru yang fasih. Apabila di tempat terdekat tidak terdapat guru tahfidz maka alternatif menghafal Al Quran secara online Video Call atau disebut juga tahfidz online. Terlebih saat pandemi Covid-19 setiap pengajian dan sekolah diliburkan maka kesempatan ini dapat digunakan untuk menghafal Al Quran daring dari rumah atas bimbingan muhaffizh dan muhaffizhah. Alhamdulillah sudah enam bulan ini Yayasan Karantina Tahfizh Al Quran Nasional meluncurkan program tahfizh online. Informasi tahfizh online hubungi WA 081312700400. Adapun informasi karantina tahfizh hubungi WA 081312700100.

 

Mencari Alternatif Tempat Menghafal Al Quran Tasmi tahfizh Online

Tasmi Tahfizh Online 3 Tahun 30 Juz, Insya Allah.

Hafal 30 juz Al Quran merupakan karunia dari Allah Subhanahu Wata’ala. Apabila waktu dan kesempatan untuk belajar di pondok pesantren tahfidz atau sekolah islam terpadu masih ada, maka manfaatkanlah kesempatan tersebut. Akan tetapi, jika tidak sempat masuk pondok tahfidz maka menghafal Al-Quran dengan salah satu pilihan dapat dijadikan sebagai alternatif.

Semoga Allah SWT meridhai ibadah kita semua. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

4 Responses

  1. Supri Indah Yanti berkata:

    Pinginnya menghapal Al-Qur’an setiap hari, tapi ada aja halanganya,yg harus ngantorlah..ngurus anaklah,dll,gimana solusinya ya?biar bisa rutin belajar ngapal Al-Qur’an tiap hari,ngilangin malas dan bosan yg datang.tambah cepat lupa jg.

    • admin berkata:

      Menghafal Al-Quran sebaiknya ada yang menyimak sehingga kita dituntut untuk melakukannya entah dalam keadaan malas atau pun semangat.

  2. angga ronaldo berkata:

    Saya mau belajar al -Quran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *