Tips Kesehatan Selama Karantina Menghafal Al-Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Tips Kesehatan Selama Karantina Menghafal Al-Qur’an

Menghafal Al-Quran dengan sistem karantina tahfizh memerlukan stamina kesehatan yang prima. Proses belajar yang panjang sekitar 12 jam per hari membuat fisik menjadi kelelahan. Agar kelelahan dapat diminimalisir bahkan ditiadakan maka beberapa tips ini semoga dapat menolong para calon peserta karantina tahfizh sebelum kemudian menghafal Al-Quran di sini.

  1. Menjaga Pikiran dan Perasaan

Apabila berbicara mengenai kesehatan biasanya orang berfokus pada kesehatan fisik. Padahal kesehatan pikiran juga dominan mempengaruhi kesehatan fisik. Misalnya pada penyakit-penyakit psikosomatik merupakan efek yang dipicu oleh pikiran yang tidak positif. Pikiran dan perasaan merupakan software dari tubuh ini sehingga harus senantiasa berada dalam kondisi yang baik. Kelelahan pikiran menyebabkan kelelahan fisik yang tidak dapat diatasi kecuali dengan menyehatkan terlebih dahulu pikiran dan perasaan.

Saat proses menghafal Al-Quran hendaknya kesampingkan terlebih dahulu hal-hal yang menyibukkan pikiran dari selain kegiatan utama menghafal Al-Qur’an. Ini penting sebab ranah hafalan Al-Quran berada pada pikiran dan Qalbu. Kesiapan mental dan ruhiyah selama proses menghafal Al-Quran dan muraja’ah merupakan prioritas yang paling utama. Kesehatan pikiran dan perasaan ini biasanya akan dicapai apabila ikhlas, tawakkal, istiqamah, ketika proses menghafal Al-Quran. Tidak heran apabila pikiran semangat dan qalbu yang ikhlas akan membawa pada kesuksesan menghafal Al-Quran atas izin Allah Subhanahu Wata’ala.

  1. Olahraga Teratur

Selama menghafal Al-Qur’an duduk dalam waktu yang lama menyebabkan aliran darah tidak begitu lancar. Karena itu, peregangan otot dan berjalan di area karantina tahfizh akan menjadi sarana untuk mengembalikan badan yang pegal karena kurang bergerak. Push up, sit up dan gerakan senam lantai akan menghilangkan kekakuan tubuh fisik. Aliran darah yang lancar merupakan salah satu yang ikut serta dalam memudahkan hafalan Al-Qur’an. Gerakan melompat-lompat di tempat dan gerakan sederhana lainnya terbukti efektif menghilangkan rasa ngantuk maupun kepenatan. Satu hal yang harus dihindari yaitu olah raga jangan terlalu capek sehingga mengganggu aktivitas menghafal Al-Qur’an.

  1. Makanan Sehat dan Suplemen Makanan

Selama di karantina tahfizh hendaknya mengkonsumsi makanan sehat yang bukan hanya halal melainkan juga thayyiban (baik). Misalnya saja makanan yang harus dihindari yaitu makan yang mengandung kolesterol tinggi maupun kadar gula tinggi. Adapun penyebab rasa MSG yang berlebihan terlalu gurih merupakan makanan yang harus dihindari sebab makanan tersebut dapat mengentalkan aliran darah. Akibat kekentalan darah inilah kemudian proses menghafal Al-Quran menjadi terhambat.

Suplemen makanan seperti madu, habbatussauda, minyak zaitun, kurma, kismis, buah-buahan segar merupakan makanan yang dianjurkan agar dapat memelihara kondisi kesehatan tubuh. Pola hidup sehat dari makanan halal dan baik sangat berpengaruh terhadap tubuh fisik.

  1. Perbanyak Meminum Air Bening

Minumlah sebelum haus karena tubuh harus terhidrasi dengan baik. Proses menghafal Al-Quran memerlukan suara dan tenaga. Karena itu, meminum air sangat membantu memulihkan rasa dahaga dan bisa kembali konsentrasi untuk menghafal Al-Qur’an. Walaupun banyak meminum air menyebabkan sering pergi ke toilet namun itu masih lebih baik jika dibandingkan dengan kekurangan cairan tubuh.

  1. Rihlah dan Refreshing di Hari Jumat

Karantina Tahfizh Al-Quran mengagendakan peserta untuk rihlah tadabbur alam. Meskipun tidak begitu suka jalan-jalan, hendaknya peserta mengikuti kegiatan ini sebab dapat merilekskan aktivitas dari kesibukkan menghafal Al-Qur’an. Otak dan tubuh memiliki hak untuk beristirahat dan bersenang-senang dengan konteks yang syar’i sehingga ketika kembali pada aktivitas menghafal Al-Qur’an menjadi lebih fresh.

  1. Tidur yang Cukup

Saat di karantina tahfizh, peserta diharuskan tidur jam 9 malam dan bangun jam 3 pagi. Ini merupakan perhitungan yang cukup ideal yaitu tidur di malam hari sehingga ketika bangun terasa kembali segar untuk menghafal Al-Qur’an. Tidur jam 11 siang sampai jam 12 juga membantu memulihkan stamina menghafal Al-Qur’an. Adapun jika terlalu banyak tidur efeknya juga tidak bagus untuk kesehatan. Hendaknya para penghafal Al-Qur’an menghindari tidur ba’da shubuh dan ba’da ashar karena itu tidak baik bagi kesehatan. Adapun saat menghafal Al-Quran pada selain waktu itu maka boleh saja beristirahat misalnya tidur 5 menit kemudian menghafal Al-Quran kembali.

Itulah tips kesehatan yang harus dilakukan agar peserta mampu kuat berlama-lama duduk bersama Al-Quran. Informasi dan pendaftaran karantina tahfizh Al-Quran angkatan selanjutnya silakan hubungi WhatsApp +6281312700100 atau klik www.hafalquransebulan.com.

Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *