Tiga Golongan Penghafal Al Quran

Hafal Quran Sebulan

Tiga Golongan Penghafal Al Quran

25 December 2020 Artikel 0

Berikut ini merupakan tiga golongan penghafal Al Quran yang disebutkan dalam Al-Quran bahwa ia diwariskan Al-Quran namun termasuk ke dalam salah satu dari 3 golongan berikut ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surah Fatir ayat 32:

ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَاۚ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚوَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ ۚوَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُۗ

Terjemah bahasa Indonesia: “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.” [Q.S. Fatir: 32].

Menurut Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa pewaris Al-Quran terbagi menjadi tiga golongan penghafal Al Quran berdasarkan surah Fatir ayat 32.

  1. Orang yang zalim terhadap dirinya sendiri yaitu orang yang berlebihan dalam mengamalkan sebagian kewajiban, serta sering kali melakukan sesuatu hal yang terlarang. Golongan ini mengalami hisab atau perhitungan amal yang berat.
  2. Orang yang tak berlebihan yaitu orang yang melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan tetapi sering kali meninggalkan ibadah sunnah dan melakukan hal-hal yang dimakruhkan. Golongan ini dimasukkan ke dalam surga atas anugerah yang telah diberikan Allah Subhanahu Wata’ala melalui hisab yang ringan.
  3. Orang yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan yaitu orang yang senantiasa menjalankan kewajiban juga kesunahan serta menjauhi hal yang haram dan yang dimakruhkan bahkan meninggalkan pula sesuatu yang dihukumi mubah. Golongan ini akan diberikan keistimewaan oleh Allah yaitu masuk surga tanpa adanya perhitungan amal (tanpa hisab).

Tiga Golongan Penghafal Al Quran

Aktivitas menghafal Al-Quran Al-Karim merupakan kegiatan yang mulia karena kemuliaan Al-Quran sebagai kalamullah. Menurut Ibnu Abbas golongan pertama yang menzalimi diri sendiri kelak akan mendapatkan Syafaat dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Akan tetapi, lebih baik kita berlomba-lomba agar menjadi golongan yang ketiga yaitu yang senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan. Atau setidaknya menjadi golongan kedua.

Mengenai tiga golongan penghafal Al Quran, Ibnu Abbas mengatakan bahwa orang yang lebih cepat berbuat kebaikan akan masuk surga, tanpa hisab, dan orang yang pertengahan masuk surga berkat rahmat Allah, sedangkan orang yang aniaya terhadap dirinya sendiri serta orang-orang yang berada di perbatasan antara surga dan neraka dimasukkan ke dalam surga berkat syafaat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Itu pun jika beruntung.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata bahwa Rasulullah bersabda pada suatu hari, 

 شفاعتي لأهل الكبائر من أُمَّتِي 

“Syafaatku bagi orang-orang yang mempunyai dosa besar dari kalangan umatku.” (HR. Ahmad)

Golongan orang yang membaca Al-Quran zalim terhadap diri mereka sendiri tidak akan merasakan kebahagiaan saat ada di dunia dan akhirat. Sebab meskipun ia memiliki karunia hafalan Al-Quran justru ia berpaling dari petunjuk Allah.

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” [Q.S. Thaha : 124].

Para penghafal Al-Qur’an dimuliakan derajatnya oleh Allah Subhanahu Wata’ala oleh karena itu sudah sepantasnya apabila berusaha mengikuti petunjuknya dengan bersungguh-sungguh. Musibah sesungguhnya yaitu manakala durhaka dan berpaling dari petunjuk Al-Quran. Na’udzubillah. Syafaat dari Rasulullah yang dapat menolong pewaris nabi yang demikian.

Dari tiga golongan penghafal Al Quran sebagaimana dijelaskan di atas, semoga Allah menggolongkan kita menjadi golongan orang yang masuk surga tanpa hisab, yaitu orang yang senantiasa berlomba menjadi pionir kebaikan. Sebelum orang lain berbuat kebaikan tersebut maka semoga kitalah pelopornya. Aamiin.

Yadi Iryadi, S.Pd
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional

Informasi dan pendaftaran
www.hafalquransebulan.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *