Terjebak Sugesti Hafal Qur’an Sebulan

Hafal Quran Sebulan

Terjebak Sugesti Hafal Qur’an Sebulan

Karantina Tahfidz Hafal Quran Sebulan Menghafal Quran1

Rupanya ada yang merasa terjebak dengan slogan iklan “Hafal Qur’an Sebulan”.

Dulu sama sekali tidak terpikir untuk bisa menghafal Al-Qur’an. Jangankan menghafal, menyempatkan waktu membaca Al-Qur’an rutin setiap hari saja rasanya berat sekali. Namun setelah melihat iklan bombastis Hafal Al-Qur’an Sebulan, akhirnya tertarik untuk menghafalkannya. Alhamdulillah.

Setelah terkena jebakan sugesti kalimat Hafal Al-Qur’an Sebulan, ternyata menghafal Al-Qur’an memang proses seumur hidup yang diawali dengan 360 jam pertama untuk mengawali khatam-an (selesai hafalan) perdana. Ini sama seperti mereka yang lulusan pesantren Tahfizh, muraja’ahnya (mengulang hafalannya) sama-sama seumur hidup, bedanya di Karantina Tahfizh ada pada durasi menghafal yang dipadatkan hanya dalam tempo sebulan. Dalam bentuk ikhtiar intensif 10-13 jam sehari selama 35 hari, dengan target ziyadah (menyetorkan) hafalan 30 juz.

Meskipun pada akhirnya hafalan yang diperoleh setiap peserta berbeda-beda, namun menjadi sebuah kesyukuran karena berapapun hafalan Al-Qur’an yang diperoleh adalah karunia Allah. Tugas kita adalah menyempurnakan ikhtiar. Ada yang awalnya hanya menetapkan target hafalan 10 atau 20 juz saja, namun dengan izin Allah justru selesai menghafal 30 juz dalam sebulan. Begitu pula ada yang memperoleh hafalan kurang dari 5 juz, 10, 15 atau lebih dari 20 juz.  Pencapaian berbeda-beda ini tergantung dari 4 faktor yang telah dibahas sebelumnya pada artikel sistem karantina tahfizh.

Pasca Karantina Tahfizh, alumni YKTN dianjurkan me-muraja’ah hafalan yang telah disetorkan dengan alokasi waktu minimal 2-3 jam/hari lancar 5 halaman agar hafalan kuat. Kemudian terus meningkat kuantitas muraja’ah-nya, bersama dengan kualitas hafalan yang semakin banyak.

Alhamdulillah, lebih dari 10.700-an alumni telah merasakan manfaat dengan kehadiran program Karantina Tahfizh ini. Harapannya, Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional ini menjadi pemicu awal mewujudkan himmah (semangat kuat) ummat menjadi penghafal Qur’an. Membantu ummat untuk dekat dengan Al-Qur’an. Mengubah mindset bahwa menghafal Qur’an Allah janjikan mudah dan tak sesulit yang dibayangkan. Kemudian pasca menyetorkan hafalan berapapun yang diperoleh di Karantina Tahfizh, muncul rasa tanggungjawab sebagai penghafal Qur’an. Sehingga termotivasi untuk senantiasa istiqomah berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dalam bentuk  membaca, mentadabburi, menghafal, memuraja’ah hafalan hingga akhirnya mengamalkan Al-Qur’an. Insyaa Allah.

 

—ditulis oleh Tomi Amirsyam, S.Pd.I
Inspirasi bahan artikel dari Ust. Yadi Iryadi, Al-Hafizh (Founder & Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional)
www.hafalquransebulan.com
081312700100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *