Struktur Hypnotherapy dan Ruqyah Syar’iyah Sama, Bagaimana Hukum Hypnotherapy Menurut Islam?

Hafal Quran Sebulan

Struktur Hypnotherapy dan Ruqyah Syar’iyah Sama, Bagaimana Hukum Hypnotherapy Menurut Islam?

Yadi Iryadi Hypnotahfizh
Hukum Hypnotherapy termasuk ‘syirik keyakinan, syirik perkataan dan syirik perbuatan’, jika dalam sugesti bertentangan dengan syariat Islam. Namun apabila tidak bertentangan dengan syariat maka hukumnya boleh. Berikut ini misalnya :
 
a. Sugesti Non Syariah
“Ketika Anda berbaring dengan tenang dan nyaman sambil menutup mata, saat ini mulai sedang terjadi proses kesembuhan karena ketenangan pikiran Anda. Ketika Anda bangun sebentar lagi Anda telah merasakan kesembuhan itu semakin nyata. Buka mata dan rasakan sensasinya. (Pikiran dijadikan sebagai Tuhan).
 
b. Sugesti Sesuai Syariah
“Ketika Anda berdzikir mengingat Allah dan hati Anda mulai tenang sekarang, Anda boleh menutup mata dengan tubuh rileks dan pikiran tenang, saat ini Anda merasakan bahwa kesembuhan dari Allah Subhanahu Wata’ala mulai sedang berproses. Rasakan sensasinya beberapa saat sehingga ketika Anda bangun sebentar lagi Anda mulai merasakan kesembuhan datang atas izin Allah Subhanahu Wata’ala.” (Allah Subhanahu Wata’ala sebagai satu-satunya Tuhan).
 
Hypnotherapy sekedar perkataan-perkataan sugesti dengan pola tertentu yang berpengaruh terhadap pikiran bawah sadar manusia. Jika diucapkan dalam pikiran sadar maka tidak ada pengaruhnya sama sekali. Agar pengaruh itu besar dirasakan dan dibuktikan maka klien harus masuk ke dalam kondisi pikiran bawah sadar yaitu kondisi fokus, konsentrasi, khusyu’, dan penuh keyakinan.
 
Hypnotherapy cocok untuk keluhan penyakit mental maupun psikosomatis. Jika penyakit fisik maka fungsinya sebatas anestesi penghilang rasa sakit. Jadi tetaplah memerlukan kerjasama dengan dokter yang menangani keluhan penyakit fisik. Praktiknya seperti suntikan tanpa rasa sakit, khitan, bedah ringan, melahirkan normal tanpa rasa sakit dan sebagainya. Adapun mengenai ‘kesurupan’ maka perlu diidentifikasi apakah ia kesurupan karena stres atau karena gangguan syetan?…
 
Hypnotherapy hanya efektif untuk mengatasi gangguan syetan dari golongan manusia seperti stres, frustrasi, depresi, cemas, phobia, trauma, kecanduan narkoba, kecanduan rokok, homo, lesbian dan segala kebiasaan buruk lainnya.
 
Sedangkan jika kesurupan karena gangguan syetan dari golongan jin lebih disarankan klien membaca ayat-ayat Ruqyah Syar’iyah yang paling mudah dibaca yaitu surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Pola Hypnotherapy dan Ruqyah Syar’iyah ternyata sama saja. Bedanya adalah melibatkan unsur tauhid atau tidak. Hypnotherapy dan Ruqyah menjadi terlarang jika tidak menguatkan tauhid klien.
 
 Kesamaan pola tersebut:
– Building rapport: perkenalan antara terapis dan klien serta berbicara mengenai keluhannya.
 – Building trust: menguatkan sugesti keimanan bahwa kesembuhan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Sugesti bahwa syetan itu lemah sedangkan Allah yang kuat karena menciptakan segalanya.
 – Accept and utilize: memanfaatkan keluhan klien untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
 – Pacing and leading: Mengikuti alur pembicaraan klien kemudian menggiringnya pada tauhid.
 – Reframing: mengubah keyakinan yang memperdayakan menjadi muslim yang lebih berdaya.
 – Induction: proses menjadikan klien khusyu’ dengan dzikir maupun bacaan ayat Al-Qur’an yang dibacakannya.
 – Deepening: pendalaman kekhusyu’an ketika klien sudah mulai menerima instruksi
 – Suggestion: doa, harapan, nasihat, mauidhah hasanah atau sugesti positif
 – Termination: penutup bahwa proses terapi sudah selesai dan memastikan bahwa keluhan klien sudah berkurang atau hilang. 
– Post hypnotic: perubahan klien setelah menerima sugesti baik berupa nasihat maupun ayat-ayat Ruqyah Syar’iyah.
 
Statement closing yang negatif:
– Hati-hati jika Anda lalai dari berdzikir kepada Allah Subhanahu Wata’ala maka jin itu bisa masuk lagi.
 
Statement closing yang positif:
– Mulai saat ini dan seterusnya Anda mulai rajin berdzikir dan yakin kepada Allah Subhanahu Wata’ala bahwa Allah selalu menjaga Anda.
 
Adapun beberapa keluhan yang terjadi ketika di Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional peserta biasanya karena gangguan psikologis akibat meyakini mindset yang belum memberdayakan. Membaca Al-Qur’an ini efeknya bukan kegelisahan melainkan ketenangan. Jika ada yang gelisah saat muraja’ah maka segeralah istighfar dan lanjutkan muraja’ah-nya.
 
Sebaiknya seluruh calon peserta Karantina Tahfizh mengikuti pembekalan sistem dan metodologi yang diterapkan ketika menghafal Al-Qur’an sehingga Insyaa Allah hasilnya maksimal.
 
Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *