Stop Gonta Ganti Mushaf Al-Quran Hafalan

Hafal Quran Sebulan

Stop Gonta Ganti Mushaf Al-Quran Hafalan

11 February 2020 Artikel 1

Proses menghafal Al-Quran bukan hanya membaca Al-Quran secara berulang sehingga hafal otomatis di dalam pengucapan. Pada proses menghafal sering kali ditekankan untuk melibatkan unsur ingatan visual yang kemudian dalam Metode Yadain Litahfizhil Quran diistilahkan sebagai ‘Al-Quran Virtual’.

Sering kali penghafal pemula mencoba satu mushaf satu dengan yang lainnya sehingga ketika ada mushaf baru lagi sangat mudah cepat berganti. Akibatnya sudah bisa ditebak yaitu hafalan Al-Quran tidak disertai ‘Al-Quran Virtual’.

Efek yang ditimbulkan dari berganti Mushaf Al-Quran Hafalan:

  1. Hafalan Al-Quran tidak disertai ingatan pada tulisan-tulisannya
  2. Terjadi kebingungan saat hafalan terhenti di pertengahan ayat
  3. Hafalan tidak terasa kesalahan walaupun ada ayat yang terlewatkan
  4. Mengucapkan hafalan dengan tergesa-gesa tanpa terbayang huruf-hurufnya

‘Al-Quran Virtual’ dalam memori akan berubah-ubah disebabkan karena sering berganti jenis mushaf. Pada dasarnya boleh saja berganti mushaf asalkan menggunakan satu jenis cetakan saja sehingga Al-Quran Virtual yang ada di dalam ingatan dan mushaf yang dipegang bentuknya sama. Jumlah barisnya ada 15 baris dan perpindahan baris tersebut harus sama sehingga tidak membingungkan penghafalnya. Harus berhati-hati karena meskipun mushaf tersebut sama-sama 15 baris tetapi jika berbeda penerbit biasanya berbeda satu atau dua kata dalam perpindahan barisnya. Ini tentu harus diwaspadai.

Setia dengan satu jenis mushaf merupakan saran penting dari Muhaffizh Muhaffizhah (guru-guru tahfizh Al-Quran). Sebaiknya khatamkan terlebih dahulu 30 juz dengan satu jenis cetakan mushaf kemudian memuraja’ah hafalan dengan jenis mushaf yang sama.

Kriteria Al Quran untuk hafalan:

  1. Satu halaman terdapat 15 baris.
  2. Menggunakan khat Indonesia atau Madinah.
  3. Lebih disarankan menggunakan Al-Quran terjemah per kata atau menggunakan Al-Quran Yadain yang hanya menerjemahkan kosakata intinya saja sehingga terjadi akselerasi saat menemukan kosakata yang mirip atau sama.
  4. Terdapat terjemah tafsiriyah sehingga mengerti alur terjemah.
  5. Huruf-huruf yang tercetak terlihat jelas sehingga kuat membacanya dalam waktu jangka panjang.

Yahya Bin ‘Abdurrazzaq Al-Ghautsani dalam Kaifa Tahfadz Al-Quran mengatakan bahwa bagaimana pun cara menghafal Al-Quran yang penting tidak boleh berganti-ganti mushaf Al-Quran. Tujuannya agar hafalan Al-Quran tidak terjadi kebingungan dalam ingatan.

Setelah peserta karantina tahfizh dibekali metode Yadain Litahfizhil Quran yang intinya yaitu:

  1. Al-Quran Virtual
  2. Visualisasi Tadabbur
  3. Susunan Jari Ayat Al-Quran

Hal yang dikonfirmasi sejak awal yaitu Al-Quran Virtual.

Apabila peserta mampu melihat tulisan dari ayat-ayat yang dihafalkannya maka ia telah berhasil mempraktikkan poin pertama. Selanjutnya Visualisasi Tadabur yang juga sudah dibahas pada artikel lain di website ini.

Inti dari pembahasan kali ini yaitu selama di karantina tahfizh hendaknya fokus menggunakan satu jenis mushaf yang disarankan oleh yayasan penyelenggara dan tidak boleh berganti-ganti sampai khatam 30 juz, Insyaa Allah.

Mushaf apa pun yang saat ini Anda pakai sebagai Al Quran untuk hafalan, setialah untuk menghafal Al-Quran dengan mushaf tersebut. Adapun di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional distandarkan menggunakan Al-Quran Yadain yang kompatibel dengan Metodologi dan Akselerasi Menghafal Al-Quran Sebulan. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memudahkan upaya kita beribadah dengan membaca dan menghafal Al-Quran. Aamiin. 

Semua Al Quran untuk hafalan bagus untuk beribadah, namun yang terpenting yaitu stop berganti-ganti mushaf dan teruskan menghafal dengan Al Quran untuk hafalan sesuai dengan kriteria yang sudah dijelaskan. Semoga Allah memudahkan kita semua. Aamiin.

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

Informasi dan pendaftaran calon peserta www.hafalquransebulan.com

Hubungi WA : +6281312700100

One Response

  1. Dede Ajat says:

    Memang yang saya rasakan sangat berpengaruh ketika berganti dari satu mushaf ke mushaf lain… Walaupun sudah hafal… Tapi jika berganti mushaf lagi biasanya hafalannya kurang lancar dan perlu pembiasaan lagi dengan mushaf baru…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *