Sistem Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional Insyaa Allah Wujudkan Visi dan Misi

Hafal Quran Sebulan

Sistem Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional Insyaa Allah Wujudkan Visi dan Misi

Sistem merupakan sekelompok kumpulan komponen yang digabungkan menjadi kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Secara bahasa sistem berasal dari bahasa latin yaitu (systēma) sedangkan dari bahasa Yunani berasal dari kata (sustēma), yaitu suatu kesatuan dari komponen yang dihubungkan satu dengan yang lainnya untuk memudahkan alur informasi, materi maupun energi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Sistem merupakan bagian dari hubungan satu wilayah yang memiliki item-item penggerak. Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional memiliki sistem untuk mewujudkan visi dan misi serta tujuan berdirinya yayasan ini. Menurut DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA., Al-Hafizh mengatakan bahwa visi misi yang besar dari sebuah organisasi memerlukan sistem yang ikhlas, solid, dan istiqamah. Soliditas sistem penggerak harus konsisten dengan tugas, tanggungjawab, kewajiban, dan hak dari seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional dan Mitra-mitranya.

Macetnya sebuah sistem bisa saja terjadi karena kurangnya koordinasi antara satu pengurus dengan pengurus lainnya. Oleh karena itu, meeting yang intens dan koordinasi di lapangan memerlukan supervisi yang intensif dari komponen-komponen sistem yang ada. Sebelum membahas lebih jauh mengenai sistem, adad baiknya penulis mengemukakan kembali mengenai visi, misi dan tujuan berdirinya Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional.

Visi

“Terwujudnya Setiap Keluarga Muslim Minimal Satu Hafizh / Hafizhah Indonesia 2030”

Misi

  1. Menyelenggarakan Seminar, Bimbingan, Karantina Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an.

  2. Menyiapkan generasi Qur’ani yang berkualitas.

  3. Menciptakan suasana Qur’ani di masyarakat.

Tujuan

  1. Menumbuh kembangkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

  2. Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

  3. Mampu menghafal Al-Qur’an 30 Juz dengan sistem percepatan.

  4. Mampu mengaplikasikan serta mentransformasi Al-Qur’an dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat.

Kembali lagi pada pembahasan mengenai sistem. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian sistem yang dijelaskan oleh para ahli.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sistem/sis·tem/ /sistém/ merupakan kata benda yaitu perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas misalnya pencernaan makanan, pernapasan, dan peredaran darah dalam tubuh; Adapun dalam bidang telekomunikasi, yaitu susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya.

Berikut definisi sistem yang penulis kutip diantaranya: sistem menggambarkan suatu himpunan dari beberapa bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan yang sama (Lani Sidharta, 1995:9).

Sistem merupakan kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang mempunyai unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya (Indrajit, 2001:2).

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi secara bersama untuk menyelesaikan suatu sasaran yang telah ditentukan (Davis, G. B, 1991:45)

Kumpulan elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Menggambarkan suatu proses dalam suatu kejadian, seperti tempat, benda, dan orang yang terlibat di dalamnya (Jogianto, 2005:2).

Sistem dapat dikatakan sebagai seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan untuk mencapai suatu tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang dan orang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau produk (Murdick, R. G, 1991:27)

Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an dengan visi, misi, dan tujuan-tujuan yang telah ditentukan membentuk sistem yang terpadu antara satu bagian dengan bagian lainnya dalam organisasi yayasan. Setiap orang yang terlibat di dalam sistem memiliki peranan penting yang tidak boleh diabaikan satu dengan yang lainnya.

Berikut ini sistem yang terus bergerak di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional sehingga menjadi leader di bidang penyelenggaraan akselerasi karantina hafal Al-Qur’an sebulan.

  • Sistem Informasi & Publikasi

  • Sistem Pendaftaran Online dan Offline

  • Sistem Penerimaan Peserta Baru

  • Sistem Pembiayaan dan Akomodasi Peserta Karantina Tahfizh Al-Quran

  • Sistem Pembekalan Metodologi Menghafal Al-Quran yang dibakukan

  • Sistem Penanganan Hafalan Baru dan Muraja’ah hafalan Al-Quran

  • Sistem Penanganan Peserta yang Kesulitan Menghafal Al-Qur’an

  • Sistem Penyelenggaraan Karantina Tahfizh secara utuh dari input, process, out put, dan outcome.

Sistem Standarisasi Operasional Prosedur Penyelenggaraan Karantina Tahfizh Al-Qur’an ini biasa diduplikasikan pada mitra-mitra Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional sehingga semua dapat bergerak dan ekspansi mewujudkan visi, misi, dan tujuan yang sama dengan berbagai yayasan dan lembaga tahfizh Al-Quran di berbagai wilayah di Indonesia, Malaysia, dan mancanegara.

Ustadz Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I., Al-Hafizh, beramanat kepada seluruh komponen di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional bahwa siapa pun yang berkhidmat pada Al-Qur’an maka akan dimuliakan di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Keberadaan setiap SDM di karantina tahfizh merupakan bagian penting walaupun bertugas sebagai petugas kebersihan maupun juru masak.

Kesadaran pentingnya sistem yang terus menerus bergerak merupakan modal utama untuk keberlangsungan suatu organisasi yayasan dalam mewujudkan visi, misi, dan tujuan untuk membumikan Al-Quran. Bukan hanya itu saja bahkan keberadaan mitra-mitra karantina tahfizh di berbagai wilayah di Indonesia dan Malaysia merupakan sistem besar yang memungkinkan untuk menjangkau wilayah dakwah Al-Qur’an yang lebih luas lagi.

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan anugerah keselamatan, keikhlasan, solid, dan istiqamah dalam mengemban tugas dakwah terutama untuk YKTN Pusat dan Mitra-mitranya maupun lembaga lain yang juga bergerak di bidang dakwah Al-Qur’an. Aamiin.

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

Daftar Pustaka

Indrajit. 2001. Analisis dan Perancangan Sistem Berorientasi Object. Bandung: Informatika.
Jogianto. 2005. Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi.
Murdick, R.G.. 1991. Sistem Informasi Untuk Manajemen Modern. Jakarta : Erlangga
Davis, G.B.. 1991. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1. Jakarta: PT Pustaka Binamas Pressindo.
Lani Sidharta. 1995. Pengantar Sistem Informasi Bisnis. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *