Sistem Karantina Menghafal Al-Qur’an Sebulan

Hafal Quran Sebulan

Sistem Karantina Menghafal Al-Qur’an Sebulan

Karantina Hafal Quran Sebulan

Memuji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala bahwa Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTN Pusat) dengan sistem karantina menghafal Al-Quran Sebulan telah membimbing 10.000 lebih para penghafal Al-Quran dalam waktu 6 tahun.

Sistem Karantina Menghafal Al-Qur’an Sebulan dengan target 30 juz sebulan dicapai bukan dengan perhitungan sehari 20 halaman sehingga 30 hari 30 juz. Banyak orang yang belum paham sehingga pada kesempatan ini akan diulas rahasia mengapa sebulan bisa khatam setoran hafalan perdana sebanyak 30 juz atas izin Allah Subhanahu Wata’ala.

Berikut ini merupakan pengalaman kami merekap data hafalan Al-Quran.

– Bagi pemula Juz 30, 29, 28 membutuhkan waktu rata-rata 3-7 jam per halaman untuk bisa setorkan satu halaman. Sehingga dalam 12 jam rata-rata mampu menyetorkan Hafalan 1-4 halaman/hari pada juz ini. (Kecuali muraja’ah 1-3 hari selesai 3 juz ini)

– Juz 1-5 membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam per halaman sehingga dalam 12 jam mampu menyetorkan Hafalan 8-15 halaman per hari. (Kecuali muraja’ah 1-5 hari selesai 5 juz ini)

– Juz 6-10 membutuhkan waktu kurang lebih 30-60 menit per halaman sehingga dalam 12 jam mampu menyetorkan Hafalan 15-24 halaman per hari. (Kecuali muraja’ah 1-5 hari selesai 5 juz ini)

– Juz 11-18 membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit per halaman sehingga dalam 12 jam mampu menyetorkan Hafalan 20-30 halaman per hari. (Kecuali muraja’ah 1-8 hari selesai juz ini)

– Juz 19-27 membutuhkan waktu kurang lebih 5-20 menit per halaman sehingga dalam 12 jam mampu menyetorkan Hafalan di atas 30 halaman per hari. (Kecuali muraja’ah 1-9 hari selesai 9 juz ini)

FAKTA :
ALUMNI KARANTINA TAHFIZH HAFALANNYA BELUM SIAP DISIMAK SEKALI MAJELIS SESUAI JUZ YANG DISETORKANNYA. Namun rata-rata 1 halaman bisa kembali lancar dalam waktu muraja’ah 5-20 menit/halaman. Sehingga jika muraja’ah 1 jam memungkinkan untuk melancarkan kembali 3-5 halaman. Idealnya muraja’ah 2-3 jam sehingga bisa kembali lancar 5-10 halaman per hari.

Karena itu ada program lanjutan yaitu Karantina Tahfizh Mutqin 3 bulan 30 juz khusus alumni program sebulan yang telah menyelesaikan setoran hafalan minimal 20 juz.

Tips muraja’ah pasca Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional.

Senin 5 halaman
Selasa 5 halaman
Rabu 5 halaman
Kamis 5 halaman
Jumat muraja’ah 1 Juz tersebut (Senin-Kamis)
Sabtu setorkan 1 Juz
Ahad Tilawah seluruh Juz yang telah dimutqinkan. dst sampai 30 juz.

Jika belum Mutqin 30 juz :
– Siapkan per 5 juz andalan, 10, 15, juz andalan
– Siapkan maqra untuk jadi imam, sesuai tema isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an
– Idealnya tilawah Famibisyauqin meskipun binnazhar
– Pahala menghafal Al-Qur’an didapatkan dari banyaknya huruf yang dibaca.
– Hafalan Al-Qur’an tidak bisa lupa yang ada adalah tersimpan di dalam pikiran bawah sadar dan membutuhkan waktu 5-20 menit untuk melancarkanya kembali jika sebelumnya pernah dihafalkan.

Perhitungan ini berlaku jika sistem Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional dilakukan sesuai dengan:
1. SOP Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
2. Standarisasi Tahsin Tilawah Al-Qur’an
3. Faktor Ruhiyah/Psikologis
4. Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Mohon doa dari semuanya semoga buku panduan aplikatif menghafal Al-Qur’an metode Yadain Litahfizhil Qur’an agar bisa segera terbit kembali untuk kemaslahatan umat.

Manfaat buku ini:
1. Satu kata dihafalkan dalam 1 kedipan mata
2. Satu baris dihafalkan dalam 1 menit
3. Satu ayat dihafalkan disertai tadabbur terjemah
4. Satu halaman bisa dihafalkan bagi pemula paling lama 7 jam dan paling cepat 5 menit sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Memohon pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala. Khawatir limataquluna ma la taf ‘alun. Sebab murid-murid peserta Karantina Tahfizh bisa jadi lebih baik dalam belajarnya. Inilah salah satu penyebab penundaan penerbitan buku metode Yadain Litahfizhil Qur’an. Lebih baik belajar langsung tatap muka karena agak sulit menyampaikan materi praktik melalui teks buku.

Terima kasih kepada seluruh Mitra YKTN Aceh, Medan, Jambi, Bangka Belitung, Banjarmasin, Pontianak, Grogot Paser, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Brebes, Pekalongan, Wonosobo, Ponorogo, Madiun, Solo, Sukoharjo, Bali, NTB Jayapura, Timika Papua, Kedah Malaysia, Selangor dan Kementerian Pendidikan Malaysia.

Terima kasih kepada ustadz Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I Al-Hafizh dan DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA Al-Hafizh juga para guru-guru Al-Qur’an yang telah membimbing dan mendoakan kami dalam menghafalkan Al-Qur’an. Terima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa dan perannya sangat dirasakan yaitu para pengurus YKTN Pusat dan pengurus Mitra YKTN. Juga terima kasih kepada alumni dan wali peserta jazakumullah khairan katsiran kepada semuanya yang telah menjadi bagian dari perjuangan dakwah Al-Qur’an.

Memohon pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala semoga kita bersama-sama beribadah kepada-Nya melalui berkhidmat kepada Al-Qur’an. Ikhtiar mewujudkan impian setiap keluarga muslim satu Hafizh Hafizhah Indonesia 2030 yang itu berarti turut serta mendukung pemerintah dalam pembangunan mental spiritual bangsa Indonesia khususnya. Semoga sistem karantina menghafal Al-Quran semakin berkembang khususnya di Indonesia.

Yadi Iryadi
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *