Sehat Fisik, Mental, Spiritual untuk Semangat Menghafal Al-Qur’an 30 Juz Sebulan

Hafal Quran Sebulan

Sehat Fisik, Mental, Spiritual untuk Semangat Menghafal Al-Qur’an 30 Juz Sebulan

Semangat Menghafal Al-Quran 

Ada kaitan antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual terhadap kualitas hafalan Al-Qur’an peserta karantina tahfizh. Kebanyakan medis beranggapan bahwa jika sehat fisiknya maka mentalnya sehat dan spiritualnya juga sehat. Kenyataannya jika spiritualnya sehat maka mentalnya sehat dan fisiknya juga sehat sehingga efektif untuk aktivitas apa pun.

Menghafal Al-Qur’an memerlukan kesehatan Visual (Penglihatan), Auditory (Pendengaran), Kinesthetic (Gerak), Olfactory (Hidung Penghirup nafas), Gustatory (Pengecapan/Pengucapan) dan fungsi tubuh lainnya harus dalam keadaan baik. Minimal indra yang diperlukan yaitu salah satu dari penglihatan, dan pendengaran. Ciri orang yang mentalnya baik dalam menghafal Al-Qur’an yaitu saat bertemu kesulitan menghafal Al-Qur’an ia merasa senang karena menyadari bahwa langkah yang dilakukannya menuju pada proses menghafalkannya. Serta kesadaran bahwa hafalan Al-Qur’an pahalanya dinilai dari banyaknya ayat yang dibaca dan bahkan hitungannya 1 huruf dikali lipatkan menjadi sepuluh pahala kebaikan. Ketika peserta karantina tahfizh menemukan ayat-ayat yang mirip atau sama mereka merasa senang karena inilah bonus kemudahan menghafal Al-Qur’an. Banyaknya kosakata yang berulang dari surat Al-Baqarah terdapat 80% kosakata Al-Qur’an menurut Syeikh Muhammad Abdul Aziz Abdul Raheem dari India.

Jika 80% ada pada surat Al-Baqarah maka 20% lainnya disebarkan pada 27,5 juz lainnya mengingat karena Al-Baqarah hanya ada 2,5 juz saja.  Ketika peserta karantina tahfizh sudah mampu mengaplikasikan metode Yadain yang intinya Al-Qur’an Virtual dan Visualisasi Tadabbur maka mulai Surat Ali Imran ia merasaka akselerasi ini begitu nyata atas kemukjizatan Al-Qur’an.

Semua orang penasaran dan hampir tidak percaya. Namun diantara pembaca ada yang memutuskan untuk mencoba mengaplikasikan sepenuh hati untuk menjalankan sistem dan metodologi dengan baik. Alhasil, kurang dari sebulan sudah Allah mampukan untuk khatam perdana 30 juz hafalan sebelum kemudian memuraja’ah hafalannya. Ada 3 kondisi saat menghafal Al-Qur’an. Apabila peserta saat kesulitan menghafal, saat banyak ayat mirip atau sama dan saat mudah hafal, peserta merasa senang dan bersyukur dengan hafalannya maka ini menandakan bahwa ia menghafal Al-Qur’an ikhlas lillahi ta’ala. 3 kondisi ini harus dalam keadaan sama-sama semangat, senang, bahagia penuh rasa syukur bahwa Allah memilihnya untuk menjadi bagian dari para penghafal Al-Qur’an.

Informasi dan pendaftaran hubungi +6281312700100

Yadi Iryadi, S.Pd Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional

Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

www.hafalquransebulan. com 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *