Ringkasan Pemahaman dan 30 pertanyaan Isi Kandungan Surat Al-Mulk

Hafal Quran Sebulan

Ringkasan Pemahaman dan 30 pertanyaan Isi Kandungan Surat Al-Mulk

Proses menghafal Al-Qur’an menjadi semakin menyenangkan apabila menghafal disertai dengan tadabur terjemah. Di karantina tahfizh peserta dibekali Metode Yadain Litahfizhil Qur’an untuk memahami tadabur terjemah terutama bagi yang belum mumpuni dalam menerjemahkan Al-Qur’an. Berikut ini merupakan ringkasan pemahaman dari hafalan surat Al-Mulk ayat satu sampai 30. Setelah ringkasan ini akan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang perlu di jawab menggunakan bantuan mushaf Al-Qur’an terjemah per kata atau Al-Qur’an Yadain. Semoga tulisan ini semakin menambah pemahaman sehingga semakin melancarkan hafalan surat Al-Mulk disertai penghayatan. Surah Al-Mulk dikenal juga dengan nama surah tabarok yang diambil dari kata pertama ayat 1.

Manusia hidup di dunia sejak dilahirkan sampai kemudian meninggal dunia semuanya berada pada genggaman Allah Subhanahu Wata’ala yang Maha Kuasa atas segala apa pun yang terjadi di langit dan di bumi. Manusia dijadikan mati dan hidup untuk menguji siapakah yang lebih baik amalnya. Allah pula menunjukkan keperkasaan dan membuka ampunan bagi siapa pun yang ingin memperbaiki amalnya. Keperkasaan Allah sebagaimana digambarkan bahwa Dialah yang menjadikan tujuh langit berlapis-lapis. Semua ciptaan-Nya dijadikan seimbang dan Maha Kasih-Nya Allah sehingga tidak ada yang cacat atau pun cela pada ciptaan-Nya. Bahkan jika manusia meneliti dengan keilmuannya maka tidak akan ditemukan hal yang tidak seimbang pada ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala.

Pandanglah langit dan yakini bahwa Allah yang menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang. Bintang itu juga dijadikan pelempar syetan yang hendak mendengarkan berita langit sehingga syetan tidak dapat mendengar rahasia langit. Allah mengancam syetan dengan azab neraka yang menyala-nyala. Adapun bagi orang-orang yang mengingkari kebenaran dari Allah maka mereka diancam dengan neraka Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka syetan dan manusia yang ingkar itu dilemparkan ke dalam neraka maka mereka mendengar suara yang mengerikan karena neraka itu menyala-nyala dan membara hampir meledak karena marah.

Setiap kali sekumpulan manusia dilemparkan ke dalam neraka maka penjaga neraka bertanya, “Apakah belum ada seorang pemberi peringatan kepadamu sewaktu di dunia?” Mereka menjawab benar telah ada seorang pemberi peringatan namun kami mendustakannya. Kami berkata pada pemberi peringatan tersebut bahwa, “Allah tidak membawa sesuatu pun, kamu benar-benar dalam keadaan sesat yang nyata.”

Penghuni neraka itu pun menyesal, seandainya mereka dahulu beriman atau menggunakan akal untuk beriman padanya maka tidak akan menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Mereka pun baru mengakui dosa-dosanya namun sudah jauh dari rahmat Allah karena sudah terlambat bertobat dan sudah terlanjur menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Adapun bagi orang-orang yang takut kepada Allah, sebagai Tuhan yang tidak dapat dilihat namun selalu diimaninya. Orang yang beriman dan mengharapkan ampunan masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dengan cara mengimani-Nya. Allah Maha mengetahui segala isi hati manusia sehingga harus berhati-hati dalam berkata-kata baik dilisankan maupun apa yang terbesit di dalam hatinya sehingga berefek pada perbuatan orang beriman. Bagi Allah pasti mengetahui segala sesuatu yang dirahasiakan maupun yang ditampakkan.

Apabila sebelumnya Allah menceritakan mengenai penciptaan langit maka pada ayat berikutnya Allah pun menceritakan kekuasaannya mengenai penciptaan bumi yang dimudahkan untuk dijelajahi menggunakan inovasi berbagai macam kendaraan. Allah memerintahkan kita untuk merantau agar memperoleh karunia rejeki dari-Nya namun kita juga diingatkan bahwa pergi ke mana pun maka akan kembali kepada-Nya.

Allah memberikan peringatan bahwa manusia tidak boleh merasa aman dari ancaman Allah mengenai suatu bencana yang ketika itu bumi berguncang maka manusia ditelan oleh bumi. Allah juga mengancam bahwa bisa saja Dia berkehendak untuk mengirimkan badai batu untuk menimpa manusia yang ada di bumi. Akan tetapi, kelak orang-orang yang ingkar pun akan mengetahui akibat mendustakan Allah Subhanahu Wata’ala.

Mengenai cara pembuatan kendaraan pesawat terbang Allah memberikan gambaran bagaimana burung-burung dapat terbang tanpa ada yang menahannya kecuali Allah Subhanahu Wata’ala. Allah Maha Melihat segala sesuatu dari apa yang dikerjakan oleh manusia dan kejadian di seluruh alam semesta. Allah memberikan ancaman bahwa tidak ada yang dapat dijadikan sebagai bala tentara yang akan membela mereka selain Allah Yang Maha Pengasih. Orang-orang kafir itu hanya berada dalam keadaan tertipu. Allah juga menguji siapakah yang dapat memberikan rezeki kepada manusia apabila Dia menahannya. Tetapi orang kafir itu tetap berada dalam kesombongan dan menjauhkan diri dari kebenaran.

Allah memberikan perumpamaan orang yang berjalan dengan wajah telungkup yang tidak mendapatkan petunjuk dan orang yang berjalan dengan wajah tegap yang mendapatkan petunjuk pada jalan yang lurus. Allah memerintahkan agar manusia bersyukur karena Allah telah menciptakan manusia dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani baginya. Bentuk rasa syukur tersebut dengan mengikuti petunjuk utusan yang membawa Al-Qur’an sebagai penunjuk jalan yang lurus. Allah juga yang menciptakan manusia berkembang biak di bumi dan akan dikumpulkan yaitu dikembalikan kepada-Nya.

Orang kafir menantang kapankah ancaman Allah itu akan datang?… Maka Rasulullah menyampaikan bahwa pengetahuan (hari pembalasan) itu hanya ada pada Allah sedangkan Rasulullah hanya sebagai utusan yang menjelaskan Al-Qur’an. Maka ketika orang kafir telah melihat azab itu pada hari kiamat maka wajah mereka menjadi muram. Inilah azab yang mereka dustakan. Nabi Muhammad dan umatnya meyakini bahwa Allah yang mematikan kemudian memberi rahmat kepada orang-orang yang mendengar, melihat, dan meyakini peringatan Al-Qur’an maka Allah membalasnya dengan surga. Allah menjadi pelindung bagi orang-orang yang beriman dan tidak menjadi pelindung orang-orang yang ingkar.

Orang-orang beriman mengatakan bahwa kami beriman kepada Allah Yang Maha Pengasih dan bertawakal kepadanya. Maka pada hari kiamat akan diketahui siapa yang sesungguhnya golongan yang sesat itu. Apabila mereka ditanya, mengenai sumber air yang kering kemudian siapa yang akan membuatnya mengalir?… Maka jawaban dari pertanyaan ini ada pada ayat satu.

Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Hidup dan mati manusia juga kejadian yang menimpa manusia ada dalam genggaman siapa?
2. Allah menciptakan manusia, menjadikan mati dan hidup tujuannya apa?
3. Allah menciptakan langit berapa lapis?
4. Apakah ada ciptaan Allah yang tidak seimbang?
5. Allah menghiasi langit dengan apa?
6. Bintang-bintang itu dijadikan apa bagi syetan?
7. Syetan diancam dengan azab neraka apa?
8. Orang yang ingkar ancamannya apa?
9. Ketika bagaimana neraka hampir meledak karena marah?
10. Apa jawaban orang kafir ketika datang suatu utusan?
11. Apa penyesalan orang kafir?
12. Kapan orang kafir mengakui kesalahan mereka?
13. Siapakah yang mendapatkan ampunan dan pahala yang besar?
14. Mengapa Allah mengetahui segala rahasia?
15. Siapakah yang menjadikan bumi mudah dijelajahi?
16. Untuk apa menjelajahi bumi?
17. Allah mengancam manusia untuk ditenggelamkan di mana?
18. Allah mengancam akan menurunkan batu dari mana?
19. Siapakah orang yang selalu mendustakan kebenaran?
20. Siapa yang menahan burung agar bisa terbang?
21. Siapakah yang dapat memberikan rejeki jika Allah menahan rejeki itu?
22. Apa bukti kesombongan orang-orang kafir?
23. Siapakah orang yang mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus?
24. Siapakah yang menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani?
25. Allah memperbanyak jumlah manusia dengan cara?
26. Bagaimana sikap orang kafir pada saat diberikan ancaman/peringatan atas azab yang dapat menimpa mereka?
27. Bagaimana ekspresi orang-orang kafir pada saat azab itu telah datang pada mereka?
28. Allah melindungi siapa dan tidak melindungi siapa?
29. Pada hari kiamat akan dibuktikan siapa orang yang sesat itu?
30. Siapakah yang akan mengalirkan air apabila sumber air itu kering?

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *