Praktik Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Praktik Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Pernahkah Anda membaca cerita, menonton film, atau mengalami suatu kejadian kemudian Anda menceritakannya kembali dalam keadaan melibatkan seluruh perasaan?…

Hal itu berarti melibatkan diri di dalam alur cerita yang Anda sampaikan. Dan luar biasanya Al-Qur’an ini bukan sekedar dongeng masa lalu atau pun dongeng masa depan melainkan kisah nyata di masa lalu, kisah nyata di masa kini dan kisah nyata di masa depan. Tentu saja akan lebih berkesan bagi pembacanya yang melibatkan tadabur maknanya.

Metode Yadain Litahfizhil Quran dirancang agar peserta karantina tahfizh Al-Quran mampu membaca Al-Quran disertai tadabur terjemah dan membayangkan bentuk hurufnya di dalam pikiran seolah melihat Al-Quran Virtual.

Kata Yadain menurut bahasa  berasal  dari  kata Yadun, artinya tangan, Yadain, artinya dua tangan. Sedangkan menurut  istilah Metode Yadain Litahfizhil Qur’an adalah suatu cara untuk memudahkan  menghafal Al-Qur’an dengan dengan tujuan untuk menghafal dan mengetahui bunyi ayat Al-Qur’an, terjemah, nama surat, nomor surat, nomor ayat, nomor halaman, letak kiri kanan, indeks tematik dan letak juz dengan menggunakan visualisasi tadabur bagian kiri dan kanan.

Pada metode Yadain melibatkan unsur Submodality: Visual, Auditory, Kinestetik, Olfactory (penciuman) dan Gustatory (perasa).

VISUAL

Seperti melihat kejadiannya seperti apa?

AUDITORY => Seperti mendengarkan suaranya.

KINESTETIK => Seperti menjadi bagian dari pelakunya.

OLFACTORY => Seperti membayangkan bau/wangi dari suatu benda yang ada dalam pikiran.

GUSTATORY => Seperti membayangkan rasa di lidah.

Mempelajari Visualisasi Metode Yadain akan terasa seperti 3 dimensi di dalam pikiran bahwa apa yang diceritakan tersebut membentuk fakta internal di dalam pikiran pembacanya.

Akibatnya, tadabur terasa nikmat dan luar biasa dirasakan oleh para penghafal Al-Qur’an yang menggunakan metodenya.

Visualisasi Tadabur untuk menghayati alur terjemahnya cukup diketahui siapa pelakunya? sifatnya? dan di mana tempatnya? Apakah itu bagian kiri (kejahatan) atau kanan (kebaikan).

CONTOH PRAKTEK PADA AYAT

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَن قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُوا نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَن لَّعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Artinya: Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim. (Al-A’raf: 44)

Efek yang dirasakan saat menghafal Al-Qur’an :

– Saat ayat dibaca terjemah menjadi alur cerita seperti sedang mengalami kejadian tersebut

– Saat ayat dibaca sebagian orang merasakan kebahagiaannya sekaligus kengeriannya dalam ayat yang dibaca

– Saat ayat dibaca dan diulang ayat-ayatnya tanpa disadari hafalan lebih dimudahkan untuk dihafal

– Saat ayat dibaca sangat berkesan di hati pembacanya

– Setelah membaca ayat – ayat yang ditadaburi semoga ada perubahan perilaku

– Lebih baik merasakannya sendiri… Sangat dahsyat pengaruh Al-Qur’an bagi penghafal yang melibatkan tadabur di dalam bacaannya

Informasi dan formulir online www.hafalquransebulan.com

Hubungi admin pendaftaran 081312700100

Semoga Allah pertemukan kita di majelis Al-Qur’an yang semoga Allah berkahi Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional.

Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *