Perbedaan Antara Membaca Cepat dan Tergesa-Gesa Dalam Hafalan Al-Quran

Hafal Quran Sebulan

Perbedaan Antara Membaca Cepat dan Tergesa-Gesa Dalam Hafalan Al-Quran

Sebelum mengikuti pelaksanaan program Karantina Hafal Al-Qur’an Sebulan biasanya diberikan pembekalan Praktek Tahsin Tuntas dan Metode Yadain Litahfizhil Qur’an.

Sekarang kita akan melihat apa saja materi tahsin tuntas yang biasa disampaikan oleh Ustadz Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I Al-Hafizh.

Setiap orang yang ingin menghafalkan Al-Qur’an penting baginya untuk mampu mengucapkan huruf-huruf Al-Qur’an dengan fasih. Ini merupakan syarat utama untuk mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar. Bahkan para ulama melarang menghafal Al-Qur’an dengan tajwid yang salah sebab akan mengubah terjemah dari hafalan yang diucapkan.

Banyak orang mengira bahwa program Karantina Hafal Al-Qur’an dianggap sebagai program menghafal Al-Qur’an dengan tergesa-gesa. Tentu itu kurang tepat. Bahkan dari awal pembekalan kita sampaikan bahwa semakin tergesa-gesa justru semakin lama untuk bisa hafalnya. Namun semakin menikmati bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid maka proses berikutnya adalah membacanya disertai tadabbur sehingga menghafal tak terasa langsung hafal karena menikmati alur maknanya. Mustahil akan sampai pada tingkatan tadabbur maknanya jika membacanya tergesa-gesa dan tajwid yang salah-salah. Oleh karena itu, tahsin atau membaguskan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid penting dipelajari sejak awal bagi para calon penghafal Al-Qur’an.

Seringkali disampaikan setiap awal pembekalan menghafalkan Al-Qur’an bahwa ada 4 tingkatan kecepatan menghafal Al-Qur’an yaitu sebagaimana di jelaskan oleh Ustadz Ma’mun Al-Qurthuby, SP.d.I Al-Hafizh.

Tempo membaca Al-Qur’an itu ada 4 yaitu:

At-Tahqiq : Membaca Al-Qur’an dengan lambat temponya dan tumaninah/tenang dengan maksud untuk memperhatikan maknanya dan tunduk pada ketentuan tajwid. Biasanya digunakan saat belajar mengajar bacaan Al-Qur’an.

At-Tartil :Membaca Al-Qur’an dengan tempo lambat/pelan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid, serta memperhatikan ma’nanya. Tempo bacaan inilah yang paling bagus, karena sesuai dengan perintah Allah dalam Surat Al-Muzammil.

At-Tadwir : Membaca Al-Qur’an dengan tempo pertengahan, yaitu tidak terlalu cepat dan tidak juga terlalu lambat (antara Tartil dan Hadr). Ukuran bacaan yang digunakan dalam tadwir adalah ukuran pertengahan, yaitu jika ada pilihan memanjangkan bacaan Mad boleh 2, 4, atau 6 maka tadwir memilih yang 4.

Al-Hadr : Membaca Al-Qur’an dengan cepat, namun tetap memelihara hukum-hukum tajwid. Cepat disini biasanya menggunakan ukuran terpendek selagi di bolehkan, seperti membaca mad aridlisukun 2 harokat.

Peserta akan dilatih pengucapan huruf-huruf Al-Qur’an dengan tempo Tahqiq, Tartil, Tadwir dan Hadr sehingga diharapkan nantinya mampu membaca hafalan dengan tempo-tempo yang sesuai dengan kebutuhan.

Mengikuti pembekalan Tahsin Tuntas ini sangat penting sekali sebab akan menjadi kebiasaan selama di karantina tahfizh untuk menghafalkan Al-Qur’an dengan 4 cara tersebut. Terutama saat pengulangan ayat menggunakan tingkatan kecepatan tempo Al-Hadr (membaca cepat namun sesuai kaidah tajwid).

Ikhtiar membaca dengan tingkatan Al-Hadr ini biasanya menyebabkan banyaknya pengulangan dalam waktu 1 menit. Sebab target menghafal 1 baris adalah 1 menit sedangkan 15 baris dihafal dalam waktu 15 menit. Akan tercapai manakala tahsin tilawah Al-Qur’an sudah tidak lagi menjadi kendala. Jika belum tercapai 15 menit hafal 1 halaman, maka lakukan 15 menit kedua sehingga 30 menit hafal 1 halaman. Jika belum mampu juga maka tambahkan 15 menit berikutnya yaitu 45 menit menghafal 1 halaman. Biasanya jika peserta mampu membaca Al-Qur’an dengan sesuai kaidah tahsin tilawah yang benar maka akan mampu menghafal Al-Qur’an dalam waktu 45 menit sampai 60 menit per halaman bagi pemula. Sedangkan bagi peserta yang sudah menghafal sebanyak 10 juz biasanya mampu menghafal Al-Qur’an perhalaman dalam durasi 15 menit sampai dengan 30 menit tanpa kehilangan tadabbur maknanya.

Membaca Hard juga meringankan muraja’ah sebab muraja’ah 1 juz bisa dilakukan dalam waktu 20 menit sampai 25 menit saja.

Kendala utama yang menyebabkan penghafal Al-Qur’an terjerumus pada ketergesa-gesaan adalah karena kurang sabar dalam menghafalkannya sehingga pembacaan yang tergesa-gesa ciri-cirinya adalah tempo yang cepat namun dengan tajwid yang salah membacanya. Pikiran masih disibukkan dengan ketergesa-gesaan sehingga tadabbur maknanya tidak mampu dilakukan.

Mengenai tadabbur maknanya sudah dijelaskan pada artikel yang lainnya yaitu disederhanakan menggunakan Metode Yadain Litahfizhil Qur’an.

Ciri tergesa-gesa yang paling terlihat adalah membaca cepat-cepat dengan terbata-bata dan rusak kaidah tajwidnya hanya karena terburu-buru ingin cepat-cepat menghafalkannya. Di sini tentu para pembaca sudah pandai membedakan antara Al-Hadr dan tergesa-gesa.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

  (لا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ (١٦) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧)فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (١٨

 (ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ (١٩

Artinya: 16. Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al Quran) karena hendak cepat-cepat (menguasai)-nya. 17. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. 18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. 19. Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya. (QS.Al-Qiyamah:16-19)

Bagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in dan para ulama terdahulu menghafalkan Al-Qur’an dan memuraja’ahnya tentu mereka menjadi contoh bagi kita untuk membaca Al-Qur’an dengan berbagai tempo kecepatan.

Satu hal yang menjadi catatan adalah pada saat membaca Al-Qur’an hendaknya stabil dan selaras. Jika bacaannya Tartil maka satu bacaan ayat itu tartil semua. Jika bacaannya Hadr maka hadr semua, sehingga tidak tercampur-campur yaitu terkadang cepat terkadang lambat untuk sambungan ayat berikutnya.

Mempelajari tahsin tilawah Al-Qur’an membutuhkan praktik langsung dihadapan guru sehingga diharapkan calon peserta
agar dapat mengikuti pembekalan Tahsin tuntas ini di awal pembekalan karantina tahfizh.

Sampai berjumpa di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional, untuk pendaftaran bisa mengisi formulir online di www.hafalquransebulan.com hubungi Admin 081312700100

Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *