Penyakit Merasa; Aku Sudah Tahu dan Bosan

Hafal Quran Sebulan

Penyakit Merasa; Aku Sudah Tahu dan Bosan

Dauroh Tahfizh Hafal Quran Sebulan

Dauroh Tahfizh Hafal Quran Sebulan

 

Seseorang berkata, “Saya sudah menghadiri seminar Rahasia Karantina Hafal Al-Qur’an Sebulan berkali-kali ternyata materinya itu-itu saja, jadi bosan. Karantina Hafal Al-Qur’an Sebulan mencengangkan bagi orang yang baru mengetahuinya dan biasa-biasa saja kalau sudah tahu rahasianya. Ilmunya memang logis dan masuk akal untuk dipraktikkan.”

Kalau sudah merasa mengetahui bahwa rahasia itu hanya itu-itu saja lantas tindakan apa yang telah dilakukan untuk merealisasikannya?…

“Belum ada, Ustadz. Saya masih menggunakan cara saya yang lama.”

“Baiklah, dari materi 3 jam itu berapa menit Anda mampu menjelaskan kembali pada orang lain?…”

“Oh iya, saya cuma bisa menjelaskan bahwa Karantina Menghafal Al-Qur’an Sebulan memang program yang realistis bagi orang yang memenuhi persyaratan tahsin sudah bagus, sehat fisik, mental dan spiritual, mengikuti SOP Karantina dan mempraktikkan metodenya. Selain itu saya belum bisa menjelaskan dan mempraktekan lebih lanjut, Ustadz, maaf karena saya kurang memperhatikan saat prakteknya.”

Hmm… Itu sudah cukup untuk kemudian mengambil keputusan memulai menghafal Al-Qur’an dan memperbaiki sikap.

Diriwayatkan dari Imam Atha’ beliau berkata:

إن بعض الشبان ليتحدث بحديث فأستمع له كأني لم أسمعه ولقد سمعته قبل أن يولد

“Sesungguhnya sebagian pemuda berbicara tentang hadits lalu aku mendengarkannya seakan aku belum pernah mendengarnya, sesungguhnya aku telah mendengarnya sebelum mereka lahir.” Begitulah sikap beliau ketika mendengarkan suatu ilmu yang telah berkali-kali diketahui. Syekh al-Zarnuji dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim. Menurut al-Zarnuji, pelajar yang baik dan ahli ilmu adalah ia yang selalu antusias mendengarkan ilmu, meski berulang-ulang ia dengar. Beliau berkata:

وينبغى لطالب العلم أن يستمع العلم والحكمة بالتعظيم والحرمة، وإن سمع مسألة واحدة أو حكمة واحدة ألف مرة. وقيل من لم يكن تعظيمه بعد ألف مرة كتعظيمه فى أول مرة فليس بأهل العلم

“Seyogyanya bagi pencari ilmu mendengarkan ilmu dan kalam hikmah dengan mengagungkan dan memuliakan, meski ia telah mendengar satu permasalahan sebanyak seribu kali. Dikatakan, bahwa orang yang tidak mengagungkan (ilmu) setelah yang ke seribu kali seolah saat ia baru pertama mendengar, maka bukan ahli ilmu.” (al-Zarnuji, Ta’lim al-Muta’allim). Bersabarlah saat ada seseorang yang membahas mengenai ilmu yang sama. Melainkan bersyukurlah bahwa, “Alhamdulillah, saya senang mendapatkan penjelasan dari Anda sehingga lebih paham untuk diamalkan.

“Kebanyakan orang tidak mendengarkan dengan tujuan untuk memahami; mereka mendengarkan dengan intens untuk mendebat ucapan si lawan bicara,” kata Stephen R. Covey, penulis buku The Seven Habits of Highly Effective People. Itulah sebabnya mengapa sebagian orang tidak mampu menjelaskan kembali ilmu yang telah diperolehnya melainkan terjadi efek deletion (penghapusan ingatan), generalisation (generaliasi), dan distortion (distorsi).

Tetaplah merasa penasaran terhadap ilmu dan haus dengan penjelasan dari berbagai guru meskipun hal yang sama telah didengar berkali-kali. 

Inovasi terbaru yang telah dicapai saat ini bagaimana peserta karantina tahfizh mampu menghafal Al-Qur’an dengan kecepatan 1 kata dihafal 1 kedipan mata, satu menit dihafal 1 baris sedangkan melancarkannya memerlukan waktu paling lama 30 menit sampai 7 jam per halaman dan 5 sampai 15 menit per halaman untuk muraja’ah.

Telah banyak peserta dan alumni yang tahu bahwa pemahaman terjemah Al-Qur’an cukup dibedakan dengan 2 hal yaitu kiri atau kanan. Pemahaman ini membuka ‘pintu gerbang’ rahasia Al-Qur’an yang dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Semoga Allah memberikan hidayah dan pertolongan kepada kita semua, Aamiin.

—Yadi Iryadi

Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Licensed Practitioner Neuro Linguistic Programming (NLP)
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
www.hafalquransebulan.com



www.hafalquransebulan.com
www.karantinatahfizh.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *