Penglihatan dan Pendengaran Terhalang Dosa

Hafal Quran Sebulan

Penglihatan dan Pendengaran Terhalang Dosa

Jika mata seseorang tidak digunakan untuk maksiat minimal dalam waktu 1 minggu maka menghafal Al-Qur’an 1 kata dihafal 1 detik itu mudah. Menghafal 1 baris 1 menit juga bisa. Menghafal 1 halaman dalam waktu 10-20 menit juga banyak yang bisa atas izin Allah Subhanahu Wata’ala. Akan tetapi jika mata suka dipakai maksiat maka mata itu perlu dicuci dengan air mata tobat. Sebelum masuk karantina tahfizh 1 Minggu ini mari kita jaga penglihatan kita dari penglihatan dosa dan kemaksiatan.  Telinga ini hindari dari pendengaran dosa dan kemaksiatan semisal lagu-lagu yang bernada syahwat. Tidak heran jika peserta karantina tahfizh menemukan kemudahan justru setelah 1 minggu atau 2 minggu di karantina tahfizh karena waktu itu mata mereka dicuci terlebih dahulu dengan tobat dan kesulitan menghafal Al-Qur’an. Setelah bersih dari menghindari penglihatan dan pendengaran dosa lalu Allah memudahkan mereka. 

Ya Allah…Ampuni mata kami…Ampuni pendengaran kami..Ampuni hati kami.. Berikan kami cahaya penglihatan untuk melihat huruf-huruf Al-Qur’an ketika mata kami terpejam maupun saat tidak melihat mushaf. Berikan kami pendengaran sehingga yang senantiasa terngiang dalam imajinasi pendengaran kami adalah ayat-ayat suci Al-Qur’an. Puaskan kami dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Jauhkan kami dari syahwat yang mengurangi kenikmatan menghafal Al-Qur’an.

Ibnu ‘Abbas berkata,

النعيم : صحَّةُ الأبدان والأسماع والأبصار ، يسأَلُ الله العبادَ : فيما استعملوها ؟ وهو أعلمُ بذلك منهم ، وهو قوله تعالى : { إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً }  .

“Yang namanya nikmat adalah badan, pendengaran dan penglihatan yang dalam keadaan sehat. Allah kelak akan menanyakan mengenai nikmat tersebut untuk apakah dimanfaatkan?” Allah yang pasti mengetahui hal itu. Karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

Artinya: “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS. Al Isro’: 36).

Jika hafalan ini tidak hafal-hafal maka akan tetap kami hafalkan dengan penuh semangat penuh harapan agar Engkau mengampuni dosa-dosa kami selama ini. Jika ternyata ayat ini hafal maka semua itu atas karunia-Mu Ya Rabbana. Kami titipkan hafalan Al-Qur’an ini dan jadikan kami setia bersamanya. Aamiin.Menghafal Al-Qur’an sebulan kemudian memuraja’ah seumur hidup. Biidznillah… 

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
www.hafalquransebulan.com

One Response

  1. Mulyani berkata:

    Tabarakaallah ..saya sangat tertarik
    Semoga bisa memberi berkah kebaiakan dan kemudahan untuk seluruh umat muslim khususnya dan seluruh umat manusia umumnya untuk menjadi jembatan …para penghafal Qur an …barakaallah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *