Ringkasan Tadabbur Surah An-Naba’ 1-40

Hafal Quran Sebulan

Ringkasan Tadabbur Surah An-Naba’ 1-40

yayasan Karantina tahfidz al-quran nasional - hafal quran sebulan

Membaca Al-Quran terjemah Surah An-Naba’ merupakan salah satu cara untuk memahami Al-Quran terutama bagi masyarakat muslim yang belum memahami bahasa Arab. Membaca tafsir terjemahan juga lebih baik karena penjelasan lebih terperinci. Akan tetapi, idealnya memang belajar langsung dari kitab-kitab tafsir klasik bersama para ulama Al-Quran yang keilmuannya mumpuni. Apabila belajar otodidak maka tetap diharuskan untuk konsultasi dengan guru Al-Quran, agar tidak terjadi salah interpretasi saat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari sumbernya langsung di pondok pesantren. Saat ini sudah banyak umat Islam yang menghafal Surah An-Naba’ Ayat 1-40. Akan tetapi, hafalan yang dimiliki baru sebatas pengucapan tanpa disertai dengan pemahaman tadabbur. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai ringkasan tadabbur surah An-Naba’ ayat 1-40 yang bersumber dari tafsir ibnu katsir, asbabun nuzul, Al-Quran terjemah, dan Panduan Memahami Kesan dan Pesan Intisari Al-Quran.

An-Naba’ artinya berita besar. Surah An-Naba’ terdiri dari 40 ayat termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan setelah surah Al-Ma’arij. Dinamakan An-Naba karena diambil dari lafazh ayat ke dua darinya. Surat ini disebut juga ‘amma yatasa alun sebagaimana diambil dari ayat pertama.

Asbabun Nuzul Surah An-Naba’

Menurut riwayat Ibnu Abbas, ketika Al-Quran turun, orang-orang Quraisy sering bertanya-tanya satu sama lain tentang berita yang terdapat di dalamnya. Diantara mereka ada yang membenarkan dan ada pula yang mendustakan. Maka turunlah Surah An-Naba’ ini.

Pokok Kandungan Surah An-Naba’

Pokok kandungan surah An-Naba’ menceritakan pengingkaran orang-orang musyrik terhadap ancaman Allah terhadap sikap mereka. Kekuasaan Allah yang ada di alam semesta sebagai bukti adanya hari kebangkitan; peristiwa-peristiwa yang terjadi saat hari kebangkitan. Adzab yang diterima oleh orang-orang yang mendustakan. Begitu pula kenikmatan yang diterima orang bertakwa ketika di akhirat dan penyesalan orang-orang kafir pada hari kiamat.

Tadabbur Surah An-Naba’ Ayat 1-16

Peristiwa kiamat pasti terjadi sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai terjadinya. Allah telah menampakkan kekuasaannya di alam ini seperti bumi yang dihamparkan, gunung-gunung yang dipancangkan, manusia yang berpasangan, aktivitas tidur untuk istirahat, melam ditandai dengan gelap, siang untuk bekerja, di atas langit ada tujuh langit yang kokoh, dari awan turun air hujan yang tercurah untuk menumbihkan biji-bijian juga menjadikan kebun-kebun yang rindang dengan dedaunan dan buah-buahan.

Tadabbur Surah An-Naba’ Ayat 17-20

Hari kiamat dijadikan sebagai pemisah antara kaum mukmin dengan kaum kafir dan waktunya telah ditentukan oleh Allah namun masih dirahasiakan sampai nanti pasti datang saat waktu terjadinya. Peristiwa pada hari itu ditiupkan sangkakala, maka manusia datang berduyun-duyun, langit terbelah dan gunung-gunung dihancurleburkan.

Tadabbur Surah An-Naba’ Ayat 21-28

Neraka Jahannah selalu mengintai dan menjadi tempat kembali bagi orang yang melanggar batas-batas aturan Allah. Orang kafir itu tinggal di dalamnya tanpa diberi udara dan air dingin melainkan air panas dan nanah yang bau sebagai balasan yang setimpal. Mereka ketika di dunia tidak berharap adanya akhirat karena menolak berita dari Al-Quran dengan benar-benar mendustakan.

Tadabbur Surah An-Naba’ Ayat 29-30

Allah menghitung segala perbuatan manusia dalam suatu catatan. Orang yang kafir kepada Allah, akan merasakan azab neraka yang semakin lama semakin bertambah.

Tadabbur Surah An-Naba’ Ayat 31-40 

Sebaliknya pada ayat 31-40 Allah menjelaskan balasan bagi orang-orang bertakwa di hari kiamat mengalami sukses besar. Mereka masuk surga dengan segala fasilitas istimewa seperti yang diceritakan dalam surah Al-Waqi’ah dan sebagainya. Surga merupakan balasan atas keimanan dan amal saleh yang dilakukannya saat di dunia. Adapun orang kafir saat di akhirat menyesali perbuatan ingkar mereka terhadap kebenaran tentang berita yang besar dari berita Al-Quran (Surah An-Naba’) sehingga di akhirat orang kafir sampai berkata ingin menjadi tanah saja.

Hikmah Tadabbur Surah An-Naba’

Pelajaran yang dapat diambil dari membaca dan menghafalkan Surah An-Naba’:

  • Orang beriman akan meyakini keberadaan hari kiamat dan akhirat sehingga hatinya tenang dan tidak mempertanyakan hal-hal yang sudah diyakini pasti terjadi.
  • Orang kafir pun suatu saat akan melihat bukti kebenaran hari yang besar tersebut
  • Meyakini bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dan kehidupan dunia di dalamnya sebagai bukti adanya hari berbangkit
  • Peristiwa hari berbangkit merupakan hari yang besar dan telah ditentukan oleh Allah
  • Orang-orang yang melampaui batas dan tidak percaya adanya berita yang besar maka akan kembali pada neraka jahannam maka berimanlah dan bertakwalah mumpung masih hidup di dunia.
  • Segala amal baik dan buruk manusia sudah dicatat dalam rekaman malaikat dan akan mendapatkan balasan.
  • Orang beriman dan bertakwa akan mendapatkan kemenangan dengan kenikmatan surga
  • Orang yang dikehendaki Allah akan menempuh jalan kembali kepada-Nya maka mohonlah hidayah.
  • Orang yang tidak beriman akan menyesali kekafiran sehingga agar tidak menyesal maka berimanlah mumpung masih di dunia.

Ini merupakan ringkasan Surah An-Naba’ saja, adapun jika ingin lebih mendalam lagi maka dapat menggunakan referensi-referensi terkait dengan surah ini. Banyak umat Islam yang sudah memulai menghafal Al-Quran sehingga wajar apabila ada rasa penasaran tadabbur Surah An-Naba’ 1-40. Semoga Allah memudahkan kita semua dalam mempelajari Al-Quran, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Yadi iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *