Penanganan Kesulitan Menghafal Al-Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Penanganan Kesulitan Menghafal Al-Qur’an

(Bagian 1)

hafalquransebulan.com | Pagi tadi ada calon peserta bertanya melalui Facebook bagaimana cara penanganan kesulitan menghafal Al-Quran jika saya mengalami kesulitan menghafal?….

Mengapa peserta mampu menghafal Al-Qur’an tanpa merasakan kesulitan?….

Mengapa peserta tidak merasakan stres ketika menghadapi target menghafal Al-Qur’an di karantina tahfizh?….

Supaya pembahasan ini lebih bermanfaat maka saya putuskan untuk menjawabnya melalui website www.hafalquransebulan.com. Penanganan kesulitan menghafal Al-Qur’an ini biasa dipraktikkan di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional sehingga alhamdulillah banyak alumni yang merasa puas dan merasakan manfaat pasca karantina tahfizh.

Pada dasarnya setiap penghafal Al-Quran mempunyai permasalahan yang berbeda-beda namun ketika di simpulkan ternyata hanya ada 4 bagian saja yaitu kesulitan Tahsin,  psikologis, metode dan sistem menghafal Al-Qur’an.

  1. Kesulitan Tahsin

Calon penghafal Al-Quran yang belum bisa membaca Al-Quran sesuai Tajwid pasti akan kesulitan menghafal Quran. Oleh karena itu, kemampuan tahsin tilawahAl-Quranmenjadi syarat untuk mampu menghafal Al-Quran dengan mudah.

Jika calon penghafal Al-Quran belum mampu tahsin tilawah secara mandiri maka menghafal Al-Quran dapat dilakukan dengan cara menirukan bacaan dari guru yang fasih. Tetapi tentu saja cara itu sangat merepotkan Sang Guru atau orang tua yang membimbingnya di rumah.

Di karantina Tahfidz Al-Quran Nasional peserta yang kesulitan tahsin akan dibantu untuk mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid sehingga pada saat peserta sudah mampu Tahsin maka peserta sudah siap untuk menghafal Al Quran dengan cara yang mudah dan menyenangkan karena pengucapan huruf ringan dilafalkan.

  1. Kesulitan psikologis

Menghafal al-quran seringkali dianggap sebagai beban sehingga pada saat menghafal Alquran akan terasa sangat berat dan membosankan. Tentu saja hal ini akan sangat menghambat proses pencapaian hafalan yang cepat dan menyenangkan.

Hambatan psikologi itu terjadi karena keyakinan keyakinan yang tidak memberdayakan. Keyakinan tersebut memang benar adanya namun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan misalnya:

Saya masih anak-anak jadi banyak main
Saya masih remaja masa pubertas
Saya mahasiswa banyak tugas kampus
Saya 20 tahunan kepikiran nikah
Saya sibuk ngurus pekerjaan dan keluarga
Saya sibuk ngurus anak cucu
Saya tidak pantas hafal Quran
Saya ini tidak pintar
Saya tidak punya waktu
Saya cepat bosan
Saya tidak bisa konsentrasi dan fokus
Saya tidak sehebat teman saya
Saya tidak kuat duduk lama
Saya tidak biasa hafal Quran ditarget
Saya tidak percaya kalau saya bisa
Saya mudah lupa
Saya sulit muroja’ah
Saya kangen keluarga
Saya banyak masalah susah konsen
Saya kurang sehat jadi sulit menghafal
Saya blablabla…………..

Di Yayasan Karantina tahfizh Al-Quran Nasional keluhan-keluhan tersebut Insya Allah dapat diatasi dengan konsultasi,  coaching dan therapy psikologis. Kadang tanpa curhat dan nasihat pun ketika Anda berkonsultasi dengan coach maka separuh bahkan seluruh masalah Anda dapat ditemukan solusinya. Insyaa Allah.
Bersambung ke bagian 2

Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Licensed Practitioner Neuro Linguistic Programming
Master Coach HypnoTahfizh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *