Penanganan Kesulitan Menghafal Al-Qur’an 30 Juz

Hafal Quran Sebulan

Penanganan Kesulitan Menghafal Al-Qur’an 30 Juz

(Bagian 2)
hafalquransebulan.com | Dalam posting sebelumnya telah dibahas tentang bagaimana menangani kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an.
Berikut kelanjutannya :

3. Kesulitan Metode Menghafal
Mengapa tidak setiap metode menghafal Al-Quran dapat diterapkan pada setiap orang?…
Ternyata hal itu terjadi karena setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam menyerap dan memproses sebuah informasi atau ilmu pengetahuan.

Manusia menyerap informasi melalui Panca indranya yaitu mata (visual), telinga (auditory), kulit (kinestetik), hidung (olfactory) dan lidah (gustatory).

Bisa jadi mata melihat tapi tidak memperhatikan telinga mendengar tetapi tidak menyimak. Kulit menyentuh namun tidak merasakan. Hidung menghirup nafas namun tidak merasakan bau bauan atau harum-haruman. Lidah mengecap tapi tidak merasakan nikmatnya makanan.

Guru tahfizh yang menghafal Al Quran dengan metode visual akan kesulitan mengajarkan pada santri tahfizh gaya belajar auditori. Guru tahfizh gaya belajar auditori akan kesulitan mengajarkan santri tipe kinestetik. Dan itupun berlaku sebaliknya. Maka dibutuhkan metode yang bisa menggabungkan minimal visual, auditori dan kinestetik.

Yayasan karantina Tahfidz Al Qur’an nasional menerapkan metode yadain litahfizhil Quran yaitu suatu cara untuk memudahkan menghafal Alquran sekaligus memahaminya dengan teknik mengoptimalkan fungsi panca indra eksternal dan internal santri penghafal Al Quran.

Panca indra eksternal yaitu mata telinga kulit hidung dan lidah. Semua Indra tersebut digunakan untuk menyerap informasi berupa hafalan al-qur’an yang disertai pemahaman terjemah sehingga para peserta karantina Tahfidz Al Quran nasional mampu memasukkan informasi hafalan al-qur’an ke dalam indra internalnya.

Indra internal yaitu informasi yang telah masuk kedalam bawah sadar seseorang sehingga nampak dalam pikirannya berupa gambar, video/film, animasi pikiran dan bentuk-bentuk lain yang telah dimasukkan dari visual external ke visual internal.

Jika anda ingin mencoba penglihatan Indra internal misalnya Anda boleh menghadap ke tembok yang kosong kemudian Anda tuliskan di dalam tembok tersebut melalui ingatan anda dengan tulisan:

Apakah anda dapat melihatnya? Tulisan itu ada pada tembok kosong dilihat melalui Indra visual internal anda atau ingatan Anda. Anda juga dapat membuat tulisan itu melayang di hadapan Anda dan anda mampu membacanya dengan lancar. Jadikan itu satu halaman lengkap pada Al-Fatihah kemudian Al-Baqarah dan juga praktikkan pada halaman selanjutnya.

Itu adalah salah satu teknik visual dari berbagai teknik yang terdapat dalam Metode Yadain Litahfizhil Qur’an. Dalam metode Yadain yang akan dibahas lebih gamblang selanjutnya adalah:

Bagaimana menghafal Al-Qur’an terasa nikmat dan indah seperti halnya membaca novel kisah nyata?…

  • Gambarannya hidup di dalam memory
  • Seperti nonton layar bioskop mental
  • Seperti terlibat dalam alur makna kisah
  • Merasakan sensasi kenikmatan surga dan kengerian neraka
  • Merasakan keagungan Allah atas mukjizat Al-Qur’an
  • dan nanti Anda rasakan sendiri ketika di karantina tahfizh, Insyaa Allah

Selain dengan membayangkan tulisannya dapat dibayangkan dalam pemahamanpula bagaimana alur maknanya sehingga pada saat membaca ayat-ayat Al Quran mampu memahami walau pun belum mahir terjemah Al-Quran karena dapat menggunakan Al-Qur’an terjemah perkata.

Metode Yadain Litahfizhil Qur’an menggabungkan berbagai teknik Visual, Auditori, Kinestetik, Olfactory dan Gustatory dan dibuat 3 dimensi di dalam layar mental.

4. Sistem Karantina Tahfizh

Karantina Tahfizh Al-Qur’an identik dengan sistem percepatan menghafal Al-Qur’an dalam waktu satu bulan atau kurang. Intensitas menghafal Al-Qur’an selama 13 jam per hari memungkinkan seseorang menyetorkan hafalan ayat baru sebanyak 26 halaman per-hari. Bagaimana dengan kualitas muraja’ahnya?… Karantina Tahfizh program satu bulan berfokus pada penambahan ayat-ayat Al-Qur’an disertai pemahaman terjemah dengan menggunakan metode Yadain lItahfizhil Qur’an sehingga pada waktunya muraja’ah akan lebih menyenangkan menghafal Al-Qur’an sebab dari awal menghafal Al-Qur’an sudah menggunakan visualisasi tadabbur dalam imajinasi.

Aktivitas di karantina tahfizh diantaranya, bangun pagi jam 3 sampai shubuh target 1 halaman. Waktu shubuh sampai jam 07:000 target 4 halaman. Kemudian jam 08.00 s/d 11:00 WIB menghafal 7 halaman, antara jam 13.00 d/d 15.00WIB menghafal 6 halaman, ba’da ashar menyetorkan 2 halaman. Ba’da maghrib sampai dengan jam 23:00 menghafal sampai 6 halaman. Sehingga target sehari semalam adalah 26 halaman.

Bagaimana penanganan tahsin yang tepat bagi Anda?…..
Bagaimana cara mengatasi kejenuhan saat Anda menghafal?…..
Bagaimana cara memotivasi peserta tanpa merasa itu motivasi dari Anda?….
Bagaimana cara agar peserta dan muhaffizh mampu duduk berjam-jam menyimak hafalan?….
Bagaimana metode yang cocok bagi seorang visual, auditory, kinesttik, olfactory dan gustatory?….
Bagaimana cara agar mampu menyelenggarakan karantina tahfizh dengan target kualitas dan kuantitas hafalan terus terjaga?….
Hal-hal tersebut akan dibahas dalam website ini. Insyaa Allah
Pantau terus jadwal karantina tahfizh, siapa tahu ada waktu yang cocok untuk ikut karantina tahfizh baik menyetorkan hafalan baru, muraja’aah maupun silaturahim menjalin kemitraan bersama Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional yang saat ini ada sekitar 24 mitra dan terus bertambah.

Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Licensed Practitioner Neuro Linguistic Programming
Master Coach HypnoTahfizh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *