PEMROGRAMAN PIKIRAN “LUPA DAN INGAT”

Hafal Quran Sebulan

PEMROGRAMAN PIKIRAN “LUPA DAN INGAT”

Kata-kata di bawah ini dapat membuat hal-hal yang sudah dipahami oleh murid menjadi lupa lagi. Tanpa sadar guru telah memprogram pikiran agar pelajaran dilupakan oleh muridnya. Misalnya ucapan: – “Kamu sudah mengerti, belum?…”- “Paham, tidak?…”- “Kamu di sini sudah paham, kalau kamu pulang apakah kamu lupa lagi?…”- “Jangan lupa ya!” Kamu tidak mungkin lupa kan?”- “Awas, kalau kamu lupa!”- “Sekarang kamu hafal 1 halaman Al-Qur’an, 10 menit lagi hilang semua hafalan kamu, kamu ini bagaimana, lupa-lupa terus.”- “Mohon maaf saya ini pelupa.” Berhati-hatilah dari bahaya kata-kata di atas. Perkataan yang tepat dan memberdayakan:– “Apa yang sudah kamu pahami dari materi yang saya sampaikan?”- “Apakah kamu selalu ingat apa yang sudah dijelaskan?”- “Sudah paham, kan?”- “Ingat ya..! Kamu selalu ingat pesan saya ya?…”- “Saya sedang menghafal, dan Allah memudahkan jalannya”- “Mohon maaf saya belum bisa mengingatnya, beri saya waktu untuk mengingatnya kembali.” Amati pola bahasanya. Bahasa merupakan alat untuk memprogram pikiran manusia. Manusia merupakan sejenis “hewan” yang bisa berbicara dan dibekali akal pikiran melalui bahasa sehingga berbeda dari makhluk lainnya. Hati-hati bagi guru-guru Al-Qur’an, hindarilah kesalahan dalam berbahasa pemrograman pikiran murid-muridnya. Yadi Iryadi, S.P.dDewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an NasionalFounder Metode Yadain Litahfizhil Quranwww.hafalquransebulan.comwww.karantinatahfizh.id (dot id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *