Mukjizat Kosakata Al-Qur’an Mudah Dihafalkan

Hafal Quran Sebulan

Mukjizat Kosakata Al-Qur’an Mudah Dihafalkan

Kemudahan Bahasa Arab Al-Quran

فَاِنَّمَا يَسَّرْنٰهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَتُنْذِرَ بِه قَوْمًا لُّدًّا – ٩٧

Artinya: Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur’an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang (QS. Maryam: 97).

Menurut tafsir yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, bahwa Al-Quran diturunkan berbahasa Arab yang digunakan oleh kaumnya sehingga memudahkan untuk dipahami. Merekalah yang pertamakali mendapatkan seruan Islam. Al-Quran berisi peringatan dan kabar gembira. Ditujukan agar dapat menjadi hidayah kabar gembira bagi orang yang bertakwa dan peringatan bagi kaum yang membangkang.

Orang yang bertakwa dan takut terhadap peringatan Allah maka akan diberikan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan mendustakan Rasul-Nya, maka menerima balasan yang setimpal atas keingkaran dan kedurhakaannya itu baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Al-Quran ini akan lebih mudah dipahami jika seseorang memahami bahasa Arab. Bahasa Arab yang digunakan dalam bahasa Al-Quran merupakan janji kemudahan karena ada rahasia dibalik pengulangan kosakata Al-Quran.

Mukjizat Kosakata Al-Qur’an

Menurut Imam Sayuti dalam Al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an dikatakan bahwa Al-Qur’an memiliki 6.236 ayat yang terdiri dari 77.934 kata atau 77.434 atau 77.477 kata. Jumlah tersebut tergantung bagaimana cara pemenggalan kosakata sehingga menyebabkan Al-Qur’an yang sama tetapi cara menghitungnya berbeda. Hal ini bukan masalah tetapi yang harus dicermati bahwa dari sekian puluh ribu kata jika diperas lagi maka akan terulang dengan pengulangan kata yang sama meskipun memiliki makna yang bisa jadi berbeda pada ayat lainnya. Dalam suatu penelitian menyatakan bahwa 80% kosakata Al-Qur’an terdapat pada surat Al-Baqarah. Sehingga apabila seseorang telah menghafal surat Al-Baqarah maka sisanya 20% kosakata tersebar dalam 27,5 juz. Itu artinya pengulangan kata yang sama akan memudahkan dalam menghafal Al-Qur’an.

Mukjizat Kemudahan Kosakata Al-Quran

Dalam kitab al-I’jaz al-‘Adadi li Al-Qur’an al- Karim (1987) karya Abdurrazaq Naufal menyajikan penjelasan mengenai keserasian kosakata Al-Qur’an merupakan mukjizat yang menakjubkan. Misalnya pada kata Malaikat terulang sama dengan kata Syaitan sebanyak 88 kali.

Begitu juga dengan kata yang menunjuk pembawa Allah SWT, baik itu Rasul, atau Nabi, atau Basyir (pembawa berita gembira), serta Nadzir (pembawa peringatan), pembawanya gabungan 518 kali. Jumlah ini sama dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yaitu sebanyak 518 kali.

Adapun pada kata al-hayah yang artinya kehidupan berulang sama seperti dengan lawan kata yaitu al-mawt artinya kematian, sejumlah 145 kali pengulangan kata.

Kata akhirat berulang sama dengan kata dunia sebanyak 115 kali.

Kekufuran terulang jumlah kata sama seperti keimanan, sebanyak 25 kali.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit ada “tujuh”. Penjelasan ini diulangi juga sebanyak tujuh kali, yaitu di dalam surat al-Baqarah: 29, al-Isra ‘: 44, al-Mu’minun: 86, Fushshilat: 12, al-Thalaq: 12, al-Mulk: 3, dan Nuh: 15.

Kata dingin ( al-bard ) dan panas (al-harr) masing-masing terulang sebanyak 4 kali.

Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjuknya adalah ridha (kepuasan), masing-masing 73 kali. Pun sebaliknya, kata bukhl (kikir) sama dengan akibatnya yaitu hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali.

Kata yaum (hari) dalam bentuk tunggal dihitung 365 kali, sebanyak hari-hari dalam batas. Sementara kata hari yang berbentuk jamak (ayyaam) atau dua (yaumaini), jumlah keseluruhannya hanya 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam setiap bahasa. Begitu juga dengan kata yang berarti bulan (syahr) hanya sekitar 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam kontribusi (untuk maklumat lebih detailnya.

Pada ayat-ayat Al-Qur’an ditemukan kata syams (matahari) yang selalu digandengkan dengan kata dhiya ‘(sinar atau cahaya), dan qamar (bulan) digandengkan dengan kata nur (cahaya), lihat QS Yunus [10]: 5.

Menurut Tafsir al-Baydhawi (w.951 H), kata dhiya ‘yang serasi dengan matahari, sebab matahari bercahaya berasal dari miliknya sendiri. Sedangkan kata nur yang dicocokkan dengan kata qamar (bulan), karena cahaya bulan merupakan pantulan dari cahaya matahari. Fenomena saintifik seperti ini telah dibuktikan oleh al-Qur’an selama ribuan tahun yang lalu, bahkan sebelum manusia mengenal teknologi yang canggih seperti sekarang juga.

Redaksi ayat-ayat Al-Qur’an dapat dilihat bahwa terdapat 6.236 ayat di dalamnya. Dari ayat tersebut banyak sekali ayat yang terulang atau ada sedikit perbedaan. Pada Al-Qur’an ayat yang tidak berulang hanya sekitar 14.721 kalimat saja dari total keseluruhan (77.934 kata) sebagaimana telah dijelaskan di awal. Itu artinya bahwa penghafal Al-Qur’an cukup dengan meneliti hafalan yang terdapat perbedaan saja, sebagaimana dijelaskan oleh DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA., Al-Hafizh dalam tausiyahnya saat mewisuda para peserta di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional pada program Karantina Hafal Qur’an Sebulan.

Penegasan Kemudahan Bagi Orang yang Mau Belajar

Jaminan kemudahan menghafal Al-Quran bagi siapa pun yang mau menghafalkannya merupakan janji Allah Subhanahu Wata’ala.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al-Qamar: 17, 22, 32 40).

Begitu banyak mukjizat Al-Qur’an sehingga tidak habis sampai hari kiamat pun keajaibannya yang dapat mencengangkan sepanjang masa. Mengapa Al-Qur’an begitu percaya diri menyatakan bahwa ia mudah dihafalkan. Tidak tanggung-tanggung bahkan menegaskan dengan lam ta’kid dan kata qad memberikan pengertian bahwa Allah ikut terlibat dalam memudahkan Al-Qur’an untuk dihafalkan. Bahkan imam As-Syaukani dalam kitab Fathul Qadir memaparkan bahwa kemudahan ini mencakup dalam mempelajari, menghafal, membaca, dan menafsirkannya.

Yadi Iryadi, S.Pd.

Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
www.hafalquransebulan.com
www.karantinatahfizh.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *