Mindset Para Penghafal Al-Qur’an Sehingga Sebulan Khatam Setoran 30 Juz

Hafal Quran Sebulan

Mindset Para Penghafal Al-Qur’an Sehingga Sebulan Khatam Setoran 30 Juz

mindest-pengahafal-quran

Sudah membarengi murid membaca 70 kali mengapa murid tidak hafal juga? Padahal secara bacaan tajwid sudah bagus.

Setelah ngobrol-ngobrol ala NLP ternyata Mindset keyakinannya menyimpan program pikiran seperti ini:

“Ngafal Al-Qur’an itu susah dan mudah lupa”

“Menghafal Al-Qur’an itu berat dan tidak mungkin hafal semuanya”

“Kalau hafalan Al-Qur’an susah nempelnya, pasti lupa lagi dan setelah hafal lupa lagi”

“Saya sulit belajar Al-Qur’an”

Bagaimana cara mengatasinya?….

Secara mudahnya mungkin guru ngaji akan berkata, “Itu cuma pikiranmu saja, ngafal Al-Qur’an mudah koq.”

Namun murid akan bersikukuh dengan Mindset keyakinannya tersebut sampai ia melepaskan keyakinan yang memperdayakan itu untuk diganti dengan keyakinan yang lebih mendukung pencapaian tujuan.

Contoh Mindset yang memberdayakan:

“Entah mengapa seluruh hati, pikiran dan fisik saya mendadak semangat ketika membaca Al-Qur’an untuk memanen pahala setiap hurufnya lillahi ta’ala”

 “Otak yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala sangat luar biasa memorinya sangat kuat dan saya baru menyadarinya sekarang”

 “Tidak ada hafalan yang lupa dari ingatan kecuali hafalan itu hanya ada dalam pikiran bawah sadar, setelah dibaca berulang-ulang pasti pasti hafal.”

 “Menghafal Al-Qur’an dijamin kemudahannya oleh Allah jadi yang mudah itu Al-Qur’annya sedangkan yang susah adalah orang lain yang tidak mau mempelajarinya”

 “Kemudahan menghafal Al-Qur’an adalah karunia dari Allah Subhanahu Wata’ala sedangkan Allah hanya akan memberikan hafalan tersebut bagi orang-orang yang ikhtiar menghafalkannya.”

“Kebersamaan bersama guru sangat sebentar saja sehingga harus ikut program karantina agar dapat mengkhatamkan dengan segera dan muraja’ah seumur hidup pasca karantina.”

 “Menghafal ayat baru itu mudah apalagi mengulang hafalan yang sudah pernah dihafal pasti mudah, biidznillah”

“Satu kata dapat dihafal dalam satu kedipan mata sementara 30 menit adalah waktu yang cukup untuk melancarkan 1 halaman”

“Saat ayat Al-Qur’an dibaca terjemahnya ditadabburi serasa menjadi bagian dari alur makna cerita dalam Al-Qur’an dan memahami ayat Al-Qur’an sangat nikmat walaupun baru sebatas menggunakan Al-Qur’an terjemah perkata”

 dsb.

Apakah dari Mindset positif tersebut masih ada penolakan dalam hati, pikiran dan fisik?… atau semacam tidak setuju dengan pernyataan yang memberdayakan di atas barusan?…

Menolak mindset yang memberdayakan itu artinya di dalam pikiran masih menyimpan Mental Block yaitu penolakan terhadap keyakinan yang memberdayakan. Hal ini harus segera diatasi dengan cara konsultasikan pada ahlinya.

Kenali Mindset pikiran sendiri…!

Apakah ada penolakan terhadap keyakinan positif?…

Adakah keyakinan yang tidak mendukung tujuan menghafalkan Al-Qur’an?…

Karena itu, proses Coaching satu per satu sangat dibutuhkan dalam proses menghafalkan Al-Qur’an 30 juz dalam waktu sebulan terutama untuk mengatasi kesulitan proses belajar mengajar. Adapun hasilnya tawakkal pada Allah Subhanahu Wata’ala dengan tetap menyempurnakan ikhtiar.

Sampai ketemu di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional. Pendaftaran hubungi Pak Jajang di WA 081312700100 atau langsung mengisi formulir online di www.hafalquransebulan.com

Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

2 Responses

  1. Salwa berkata:

    MasyaAllah, sangat edukatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *