Metode Yadain Litahfizhil Qur’an: Visualisasi Tadabbur dan Al-Qur’an Virtual

Hafal Quran Sebulan

Metode Yadain Litahfizhil Qur’an: Visualisasi Tadabbur dan Al-Qur’an Virtual

Pengertian

Kata metode yaitu berasal dari bahasa Yunani, yaitu “meta” artinya sepanjang dan kata “hodos” artinya jalan. Sehingga metode berarti suatu ilmu tentang cara atau langkah-langkah yang ditempuh dalam suatu disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula. Adapun metode Yadain Litahfizhil Qur’an yaitu berasal dari kata “Yadun” yang artinya tangan, kemudian “Yadain” yaitu dua tangan. Sedangkan menurut istilah berarti suatu cara untuk memudahkan menghafal Al-Qur’an dengan tujuan untuk mengetahui bunyi ayat Al-Qur’an, nama surat, terjemah, nomor ayat, nomor halaman, letak kiri kanan, dan letak juz dengan visualisasi tadabur dua tangan.

Modalitas Belajar

Kemudahan metode Yadain diantaranya: melibatkan seluruh potensi pancaindra dalam menghafal yaitu visual, auditory, kinesthetic, olfactory, dan gustatory ; membuat kesan objek yang akan diingat secara imajinatif dan dikaitkan dengan bunyi kata, terjemah, pemahaman; nomor ayat dengan jari ayat disertai visualisasi tadabur dalam imajinasi; melibatkan emosi yaitu membuat kesan yang mendalam dalam setiap ayat yang dibaca misalnya yang bermuatan cinta, kebahagiaan, kesedihan, siksaan, azab, dan sebagainya; memori imajinasi, asosiasi, dan visualisasi digunakan untuk membayangkan seolah tulisan dalam mushaf terbayang dan terdengar sehingga hafalan menjadi kuat disertai pemahaman terjemah; menggunakan keyword atau kata kunci untuk menghafal Al-Qur’an sehingga jika terlupakan ditengah ayat maka dapat mengulangi hafalan tersebut berdasarkan awal ayat yang masih dapat diingat; jika visualisasi tadabur sudah dapat dilakukan secara otomatis maka gerakan tangan sudah tidak diperlukan lagi.

Visualisasi Tadabbur

Semua metode menghafal Al-Qur’an pasti dibaca secara berulang. Pengulangan hafalan membuat hafalan menjadi lebih lancar. Perbedaan metode Yadain, yaitu menghafal Al-Qur’an disertai pemahaman tadabur, saat bacaan ayat diulang sambil dibayangkan visualisasi alur maknanya:

  1. siapa pelaku? aku, kamu, kalian, dia, mereka, kami, nama, dan asmaul husna.
  2. bagaimana sifat? baik (kanan), jahat (kiri), beriman (kanan), kafir (kiri).
  3. di mana tempat? dunia (dunia), akhirat (kanan), dan neraka (kiri) surga (kanan).

Jawaban pertanyaan tersebut disingkat menjadi dua bagian, yaitu tangan kiri (keburukan) dan tangan kanan (kebaikan). Inilah intisari metode Yadain Litahfizhil Qur’an meringkas isi Al-Qur’an berdasarkan kebaikan di sebelah kanan (haq) dan keburukan (bathil) di sebelah kiri. Sedangkan untuk tempat misalnya Surga di kanan, Neraka di kiri, Langit Bumi di kiri sedangkan Akhirat di kanan dan sebagainya. Efek saat membaca ayat Al-Qur’an dibaca disertai tadabur maka terasa nikmat bacaan Al-Qur’an melebihi nikmatnya baca cerita novel ataupun melebihi menonton film. Berikut ini langkah menghafal Al-Qur’an dengan menggunakan metode Yadain Litahfizhil Qur’an.

Al-Qur’an Virtual

Saat menghafalkan Al-Qur’an hendaknya tidak mengucapkan ayat kecuali ayat tersebut telah bergambar di dalam pikiran. Setelah beberapa kata ada dalam pikiran misalnya 3 atau 4 kata maka barulah dibaca secara berulang sampai hafal dan membentuk Al-Qur’an Virtual.

Urutan Proses Menghafal 1 halaman

Berikut ini merupakan urutan proses menghafal Al-Qur’an dengan target 1 halaman 60 menit bagi pemula. Apabila kosakata yang dihafalkan sudah banyak maka menghafal akan menjadi semakin cepat yaitu 30 menit, 20 menit, bahkan kurang dari 15 menit per halaman. Akan tetapi, yang terpenting adalah gunakan urutan teknik di bawah ini pada 5 juz maka Insyaa Allah akan memudahkan 25 juz berikutnya.

  1. Membaca terjemah Al-Qur’an satu halaman penuh. Tujuannya untuk memahami siapa pelaku, bagaimana sifat, dan di mana letak bendanya? Prinsipnya dengan membedakan bagian kiri atau kanan. Ini disebut Visualisasi Tadabbur.
  2. Membaca ayat sambil memahami terjemah per kata, memvisualisasikan siapa, sifat, dan letak benda sebagaimana tahap pertama.
  3. Satu sampai 4 kata  dihafal dalam satu detik saja dan mengulang bacaan satu baris target hafal dalam waktu satu menit menjadi Al-Qur’an Virtual.
  4. Ulangi membaca ayat tersebut dengan melihat terjemah saja, sedangkan ayat yang sudah dihafal bisa ditutup menggunakan kertas/buku.
  5. Target dalam waktu 15 menit selesai satu halaman.
  6. Membaca kembali tiga hingga lima kali sebanyak satu halaman dalam waktu kurang lebih lima menit.
  7. Ulangi membaca ayat dengan bantuan terjemah Kementrian Agama RI sedangkan ayat ditutup sebanyak satu halaman penuh.
  8. Jika terjadi kesalahan atau lupa maka perbaiki dengan cara melihat
  9. Ulangi langkah ketujuh dan delapan sebanyak lima hingga 10 kali.
  10. Tutup mushaf dan hafalkan sampai lancar satu halaman.
  11. Hafalan disimak oleh muhaffizh/ah dan diberikan penilaian.
  12. Target mampu menghafal ayat Al-Qur’an pada hafalan baru durasi 30 sampai 60 menit/halaman dengan lancar.

Apabila metode Yadain dilakukan terus-menerus maka akan terjadi akselerasi karena pada Al-Qur’an terdapat banyak kosakata yang mirip atau sama.

Lambat di Awal untuk Mengumpulkan Kosakata Al-Qur’an

Pemula yang menghafal juz 30, 29, 28 memerlukan waktu rata-rata tiga hingga tujuh jam per halaman agar hafalan bisa disimak setiap satu halamannya. Para pemula biasanya dalam waktu 12 jam mampu menyimakan hafalan satu hingga empat halaman/hari pada juz ini. Kecuali jika hafalan muraja’ah, maka satu sampai tiga hari selesai disimak kembali pada tiga juz tersebut. Menghafal Al-Qur’an awalnya tidak mudah dan ini hanya sementara saja.

Akselerasi Metode Yadain

Saat peserta sudah berhasil menghafal 3 juz belakang (juz 30, 39, 28) maka ketika menghafal juz satu sampai juz 3 memerlukan waktu kurang lebih satu sampai dua jam per halaman. Durasi 12 jam rata-rata mampu menyetorkan hafalan antara delapan sampai 12 halaman per hari. Jika hafalan muraja’ah biasanya satu sampai tiga hari selesai tiga juz ini.

Dilanjutkan menghafal juz empat sampai juz 10 memerlukan waktu kurang lebih 30 menit sampai 60 menit per halaman sehingga dalam 12 jam mampu menyetorkan hafalan antara 15 sampai 24 halaman per hari untuk hafalan baru. Sedangkan hafalan muraja’ah, satu sampai lima hari untuk menyelesaikan hafalan enam juz tersebut.

Ketika menghafal juz 11 sampai 18 biasanya terjadi akselerasi yang signifikan. Waktu yang diperlukan kurang lebih 20 sampai 30 menit per halaman sehingga dalam 12 jam mampu menyetorkan hafalan baru antara 20 sampai 30 halaman per hari. Dilanjutkan juz 19 sampai juz 27 biasanya di luar dugaan terjadi akselerasi menghafal Al-Qur’an memerlukan waktu kurang lebih lima sampai 20 menit per halaman sehingga dalam 12 jam mampu menyetorkan hafalan di atas 30 halaman per hari.

Teknik Muraja’ah Mutqin 3 bulan

Metodologi karantina menghafal Al-Qur’an sebulan menargetkan hafalan selesai 30 juz dalam waktu sebulan. Namun itu pun hafalan yang dihasilkan masih harus di-muraja’ah dengan cara seperti di bawah ini:

tahap ke-1: proses menghafal Al-Qur’an di karantina tahfizh dengan target menghafal per halaman sampai selesai 30 juz atau semampunya;

tahap ke-2: proses melancarkan hafalan Al-Qur’an dengan target setoran hafalan per lima halaman sekali setoran sampai selesai 30 juz;

tahap ke-3: melancarkan hafalan per 10 halaman sekali majelis 30 juz;

tahap ke-4: proses melancarkan hafalan per 20 halaman sekali majelis 30 juz;

tahap ke-5: proses melancarkan per dua juz sampai 30 juz;

tahap ke-6: proses melancarkan per lima juz sampai 30 juz;

tahap ke-7: proses melancarkan per 10 juz sampai 30 juz;

tahap ke-8: proses melancarkan per 15 juz sampai 30 juz;

tahap ke-9: proses melancarkan per 30 juz dalam satu majelis.

Tahapan muraja’ah seperti di atas hanya cocok dilakukan dalam program karantina mutqin tiga bulan. Sedangkan untuk menghafal Al-Qur’an di luar karantina tahfizh disesuaikan dengan keterbatasan waktu.  Misalnya per hari target mutqin lima halaman sebagai berikut: Senin lima halaman, Selasa lima halaman, Rabu lima halaman, Kamis lima halaman, Jumat muraja’ah satu juz, Sabtu hafalan muraja’ah satu juz tersebut disimak. Hari Ahad khusus muraja’ah tilawah seluruh juz yang sudah di-muraja’ah. Sedangkan hari Senin kemudian mulai menghafal juz selanjutnya sampai kemudian menjadapatkan hafalan mutqin satu juz per pekan. Lakukan hingga mendapatkan lima juz hafalan andalan, 10 juz, 15 juz, sampai mutqin 30 juz, insya Allah.

Memahami bahasa Arab dapat menambah kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an hal ini merupakan janji Allah (QS. Maryam: 97). Allah Subhanahu Wata’ala memudahkan Al-Qur’an dengan bahasa lisan yang digunakan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, tujuannya agar dapat memberi kabar gembira bagi orang-orang yang bertakwa dan peringatan kepada kaum yang membangkang dari perintah dan larangan-Nya.

Proses Muraja’ah di Rumah Pasca Karantina Hafal Quran Sebulan

Setiap orang memiliki kesibukkan yang berbeda-beda. Setelah hafalan Al-Qur’an diselesaikan 30 juz di karantina tahfizh, itu tidak serta merta hafalan menjadi lancar. Karena itu, memerlukan proses muraja’ah sebagaimana diuraikan di bawah ini.

Hari Senin menghafal 5 halaman

Hari Selasa menghafal 5 halaman

Hari Rabu menghafal 5 halaman

Hari Kamis menghafal 5 halaman

Hari Jum’at muraja’ah 1 juz (perolehan dari hari Senin sampaik Kamis)

Hari Sabtu muraja’ah 1 juz tersebut sampai lancar

Hari Ahad tilawah seluruh juz

Hari Senin berikutnya melanjutkan juz seterusnya.

Keberhasilan menghafal Al-Qur’an pada setiap orang berbeda-beda. Namun yang terpenting adalah mendapatkan keridhaan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

 

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran
www.hafalquransebulan.com

Hub. WA +6281312700100

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2014-2019.