Metode Mengingat Hafalan Al-Quran dengan Cara Sederhana dan Cepat

Hafal Quran Sebulan

Metode Mengingat Hafalan Al-Quran dengan Cara Sederhana dan Cepat

Saat menghafal Al-Quran mungkin Anda pernah merasakan kesulitan menghafal ayat per ayat. Ketahuilah bahwa sesungguhnya yang sulit itu bukan Al-Qurannya melainkan bisa jadi metode yang Anda lakukan belum tepat. Tidak mungkin ada ayat Al-Quran yang susah dihafalkan jika Anda mau menghafalkannya. Sebab kemudahan menghafal Al-Quran sudah dijaminkan oleh Allah dan tidak mungkin Allah mengingkari janjinya. Allah tidak akan mempersulit Anda dengan Al-Quran sebagaimana firmannya pada surat Thaha ayat ke-2. “Tidaklah kami menurunkan Al-Quran ini kepadamu (Muhammad) untuk membuatmu susah.” (QS. Thaha: 2)

Selanjutnya pada bagian ini akan dibahas mengenai cara mudah menghafal Al-Quran:

Niat Jujur Menghafal Al-Quran karena Allah

Sebelum memberanikan diri menghafal Al-Quran, niat merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian. Sebab apa gunanya melelahkan diri menghafal Al-Quran jika tidak mendapatkan Ridha dari Allah Subhanahu Wata’ala. Hendaknya menghafal Al-Quran tidak diniatkan untuk disebut sebagai seorang hafizh atau tujuan yang sifatnya duniawi. Juga menghafal Al-Quran bukan sekadar memenuhi keinginan orang tua secara duniawi melainkan justru ingin menghadiahkan mahkota kemuliaan bagi kedua orang tua di akhirat nanti.

Ketika Anda jujur meniatkan diri semata-mata karena Allah dalam menghafal Al-Quran maka itu akan membuat Anda mampu bertahan dan terus berjuang menghafalkannya dengan penuh kesabaran maupun kenikmatan saat menjalani setiap prosesnya.

Mulailah Menghafal dari Sekarang

Saat Anda cepat memulai menghafal Al-Quran dan mampu menuntaskan hafalan minimal sebanyak 3 juz maka itu akan menjadi bekal bagi hafalan berikutnya. Tidak perlu menunggu momen ramadhan untuk memulai menghafal Al-Quran, sebab kapan pun merupakan hari terbaik untuk memulai menghafal Al-Quran dan mulai belajar konsisten secara teratur setiap hari. Bahkan sebelum mengikuti proses karantina tahfizh Al-Qur’an pun Anda sudah mulai belajar berproses membiasakan diri untuk tilawah sebanyak-banyaknya maupun membaca 1 halaman secara berulang sampai pengucapan ringan barulah kemudian menghafalkannya.

Mengingat Dari Satu Jenis Cetakan Mushaf

Ini merupakan kaidah penting. Hendaknya menghafal Al-Quran tidak boleh pindah dari mushaf satu ke mushaf lainnya. Para penghafal Al-Quran biasanya telah memiliki bayangan dalam bentuk satu jenis mushaf. Apabila berganti mushaf maka hafalan pada mushaf virtual pun akan berubah sehingga membuat bingung tata letak ayat-ayat yang telah dihafalkannya. Baik menambah hafalan baru maupun muraja’ah hendaknya hanya menggunakan jenis cetakan yang standar mushaf madinah atau yang setara dengan itu. Jika di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional, jenis mushaf yang ditentukan yaitu Al-Qur’an Yadain Standar Karantina Hafal Quran Sebulan.

Membaca Ayat Secara Berulang-Ulang

Berbeda dari kebiasaan pada umumnya, di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional menggunakan standar Metode Yadain Litahfizhil Quran. Pada saat pengulangan penggalan ayat-ayat hendaknya yang dibaca berulang yaitu ‘Al-Quran Virtual’ yang sudah ditempelkan dalam memory. Sehingga bacaan yang dikeluarkan melalui lisan merupakan hafalan yang seolah nampak tulisannya pada mushaf virtual. Apabila tulisan tidak nampak di pikiran maka dapat melihat mushaf dengan durasi 1 detik untuk 1 kata. Semakin sering ayat-ayat yang sudah dihafalkan bentuk hurufnya tersebut maka akan semakin melekat dan berkualitas hafalannya. Insyaa Allah.

Menyimakkan Muhaffizh atau Qori Yang Lebih Mahir

Ayat yang dihafalkan hendaknya mengandung bacaan sesuai kaidah tajwid. Muhaffizh yang baik akan teliti dalam menyimak sehingga tidak segan-segan akan menegur bacaan yang kurang tepat. Upaya menyetorkan hafalan di depan muhaffizh merupakan cara agar hafalan Al-Qur’an tersambung pada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Menyetorkan hafalan hendaknya tidak harus menunggu satu halaman penuh melainkan dapat berproses dari ayat ke ayat dan disetorkan setiap 5 ayat pendek kemudian menambah hafalan sampai 10 ayat dan disimak hafalan dari 1 sampai 10 ayat yang pendek.

Apabila ayatnya panjang maka bisa dihafalkan per setengah baris kemudian perbaris sampai hafalan setengah halaman.

Waktu Terbaik untuk Menghafal Al-Qur’an

Semua waktu pada dasarnya baik untuk menghafal Al-Qur’an. Namun fisik juga memiliki jam biologis yang berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Apabila menghafal Al-Qur’an disertai dengan semangat yang kuat maka seluruh waktu dapat menjadi waktu terbaik untuk menghafal Al-Qur’an. Misalnya di karantina tahfizh diberlakukan jam belajar selama 12 jam per hari.

Khatamkan Terlebih Dahulu Hafalan Sebulan Kemudian Muraja’ah

Saat mulai menghafal Al-Quran, janganlah memaksakan diri untuk menghafal Al-Quran dalam jumlah yang banyak sekalian. Mengingat sedikit demi sedikit dengan cara tidak berubah-ubah jauh lebih bagus. Anda boleh-boleh saja menghafal serta menyetorkan hafalan setiap hari dengan jumlah yang banyak, contoh seperempat juz, tetapi perihal itu wajib dijajari dengan durasi muraja’ah yang lebih banyak pula. Ini merupakan mindset pola lama untuk menghafalkan Al-Quran. Berbeda dengan di Yayasan karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional yang justru mengkhatamkan terlebih dahulu hafalan Al-Quran dalam waktu sebulan kemudian muraja’ah per 5 halaman maupun per 10 halaman.

Mengutamakan Durasi Muraja’ah Pasca Karantina Tahfizh

Komitmenlah pada periode durasi Anda menghafal, dan bukan pada jumlah bagian yang wajib Anda hafalkan. Apabila Anda biasanya menghafal durasi 2 jam setiap hari maka komitmenlah dengan 2 jam itu. Berapa bagian pun yang mampu Anda ingat, terutama Anda wajib menghafal dalam durasi 2 jam.

Menghafal dengan Teknik yang Anda Sukai

Setiap orang memiliki teknik menghafal Al-Qur’an yang berbeda. Prinsipnya di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional yaitu, lakukan teknik menghafal yang Anda mampu membuat hafalan yang lancar dengan catatan harus mentadabburi terjemah Al-Qur’an dan mengingat bentuk hurufnya pada Al-Qur’an Virtual. Jika dua hal ini dilakukan maka Insyaa Allah akan terjadi akselerasi menghafal Al-Qur’an.

Mengulangi Bacaan Hafalan Pada Shalat Jahr

Memakai durasi saat sebelum ataupun setelah salat wajib 5 waktu untuk mengingat ataupun mengulangi hafalan Al-Quran. Sisihkan durasi setidaknya 15 menit serta konsistenlah. Anda dapat memakai durasi menunggu datangnya waktu salat sembari mengulangi hafalan. Dengan begitu, Anda pula dapat salat pas yaitu durasi 5 kali satu hari.

Apabila Anda konsisten mengulangi hafalan 15 atau pun 20 menit saat sebelum ataupun setelah salat wajib 5 kali satu hari, hingga insya Allah hafalan Anda dapat senantiasa terpelihara tanpa membebankan Anda terpaut dengan durasi menghafal.

Mengalokasikan Waktu Khusus untuk Menghafal Al-Qur’an

Tidak hanya durasi salat wajib 5 kali per hari, Anda pula wajib mengosongkan durasi spesial tiap hari untuk murajaah hafalan Al-Quran. Upaya ini dilakukan untuk kelancaran serta kekuatan hafalan. Semakin dilakukan maka hafalan Anda akan menjadi banyak, terus menjadi banyak pula durasi yang wajib Anda alokasikan untuk memperoleh pahala bacaan Al-Quran.

Kurangi Makan, Mengobrol, dan Tidur atau Lakukan Pada Saat yang Tepat

Tanpa diketahui, keadaan di atas amat mempengaruhi pada kecekatan hafalan serta keahlian mempertahankan hafalan. Apabila banyak tidur, banyak makan, serta banyak mengobrol maka itu dapat membuat otak jadi lemas dalam mengingat. Hal ini juga merupakan paling penting dalam mengingat Al- Quran.

Menghafal Untuk Setia, Bukan Untuk Khatam

Menghafal Al-Quran bukan hanya untuk sebulan melainkan upaya terus menerus dalam menghafal Al-Quran. Senantiasa melindungi tata cara dalam metode menghafal Al-Quran yang kalian gemari karena dengan begitu hendak lebih membuat kalian suka dengan Al- Quran.

Perbanyak Berdoa Agar  Diberikan Karunia Pahala Hafalan Al-Quran

Menghafal Al-Quran merupakan upaya manusia untuk menjaga kemurnian Al-Quran. Menghafal Al-Quran juga merupakan anugerah dari Allah Subhanahu Wata’ala. Hendaknya penghafal Al-Qur’an berdoa untuk kesuksesan para penghafal Al-Qur’an, guru-guru, dan seluruh pengurus yang ikut serta dalam kelancaran program karantina hafal quran sebulan di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional, www.hafalquransebulan.com.

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2014-2019.