Mengungkap Kronologis Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Mengungkap Kronologis Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional merupakan lembaga swasta yang bergerak dibidang akselerasi menghafal Al-Qur’an Sebulan 30 Juz. Didirikan pada tanggal 27 Ramadhan 1436 H tepatnya 25 Juli 2014. Saat ini telah ada 43 Mitra Karantina Tahfizh Se-Indonesia yang menyelenggarakan program Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional dengan Metode Yadain. Namun sementara ini mitra karantina tahfizh masih fokus menggarap santri-santri internal lembaganya. Mitra YKTN.

Berawal dari pemikiran antara guru dan murid yakni Ust. Ma’mun AL-Qurthuby, S.Pd.I Al-Hafizh dan Ust. Yadi Iryadi untuk membumikan Al-Qur’an melalui sistem karantina tahfizh dengan ditunjang oleh metode Yadain Litahfizhil Qur’an bersama bimbingan guru kami DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA. Al-Hafizh pakar Al-Qur’an yang sangat ahli di bidangnya.

Asal muasal lahirnya Metode Yadain Litahfizhil Qur’an dalam hal ini akan membahas salah satu Profil Ustadz Yadi Iryadi. Insyaa Allah berikutnya profil guru-guru kami, sambil menunggu kelengkapan data-datanya.

Ustadz Yadi Iryadi, Lahir dari sebuah keluarga 5 bersaudara di daerah yang sejuk, di ujung kabupaten yaitu Desa Cipasung, Kecamatan Darma Kab. Kuningan Jawa Barat tepatnya pada 30 Maret 1985.

Menghabiskan masa pendidikan di SD Cipasung II sambil belajar ngaji di Madrasah At-Thahiriyyah/Al-Hikmah  bersama KH. Kosim Cipasung Darma sampai lulus MTsN Darma tahun 2001.

Melanjutkan sekolah di SMA Takhassus Al-Qur’an sekaligus Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Asy’ariyyah Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah. Sebagian hafalannya disetorkan kepada seorang kyai Kharismatik yaitu Mbah KH. Muntaha Al-Hafidz di pesantren tersebut. Lulus Pondok Pesantren tahun 2004.

Tahun 2004 – 2006 mengabdi sambil belajar kitab kuning bersama Kyai Jumhaer di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar Nusaherang Kuningan sambil mengajar komputer bagi siswa siswi SD dan MTs.

Tahun 2006 – 2009 belajar tahfizh Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Multazam Maniskidul Jalaksana Kuningan Jawa Barat angkatan ke-1. Di sinilah setoran hafalan pada ustadz Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I Al-Hafizh dan sebagian hafalan pada ustadz Yana Lukmanul Hakim, Lc.

Tahun 2009 – 2011 mengabdikan ilmu di Asrama Sekolah Islam Terpadu Umar Syarifudin (ITUS) sebagai pembimbing asrama dan guru tahfizh Al-Qur’an.

Tahun 2009 sempat kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon sampai semester akhir namun sempat terhambat karena kesibukkan training Hypnotherapy dan berdakwah Al-Quran berbagai provinsi baik dalam maupun luar negeri sehingga terlambat menggarap skripsi sampai Drop Out.

Uniknya sampai sekarang banyak mahasiswa dan mahasiswa pasca sarjana yang penasaran ingin menjadikan Metode Yadain sebagai objek kajian Skripsi dan Disertasi mereka, namun masih ditolak dengan alasan belum sempurna meski dari hasil praktek sudah signifikan manfaatnya.

Tahun 2011 – 2013 membuka lembaga pelatihan SQ-TLC (Subconscious Quotient-Training Learning & Consulting) sebuah lembaga pelatihan pemberdayaan manusia. Kegiatannya adalah tetapi pikiran dan kecerdasan berbasis NLP, Hypnosis dan penanaman nilai-nilai keislaman dalam pikiran bawah sadar kliennya.

Sebenarnya sudah sejak tahun 2007 mempelajari dan mempraktekkan Hypnosis hampir setiap hari melalui proses membaca buku, googling internet, ikuti seminar dan pelatihan yang selalu berkaitan mengenai Hypnosis mulai dari tahun 2007 sejak masih di pondok pesantren Al-Multazam sampai 2017 ini.

Waktu itu Hypnosis belum populer di masyarakat sehingga sempat dianggap sebagai praktik sihir meski sebenarnya hanyalah sugesti kata-kata saja, bahkan doa yang diajarkan nabi pun berupa kata-kata. Alhamdulillah sekarang di pesantren pemikiran sudah mulai terbuka bahkan Hypnosis bisa digunakan untuk hal-hal yang memberdayakan tanpa mengorbankan aqidah. Misalnya menanamkan sugesti rajin belajar, sugesti konsentrasi, sugesti menghafal cepat dan menyenangkan.

Berbagai pelatihan dan sertifikasi Instruktur Hypnosis dan NLP Practitioner alhamdulillah sudah didapat. Ribuan klien Hypnotherapy alhamdulillah telah terbantu untuk menuntaskan problem pikiran dan perasaan baik berbayar maupun gratisan.

Hampir lupa kalau 10 tahun yang lalu itu tujuan utama belajar Hypnosis dan NLP adalah untuk mempelajari cara kerja pikiran bawah sadar, pikiran sadar dan super sadar untuk memudahkan menghafal Al-Qur’an yang kemudian lahirlah Metode Yadain Litahfizhil Qur’an yang kini diterapkan di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional Program Karantina Hafal Al-Qur’an Sebulan dan Karantina 3 bulan mutqin 30 juz.

Awalnya karena heran dan penasaran mengapa ada sebagian orang yang dimudahkan oleh Allah untuk menghapalkan Al-Qur’an 15 – 30 menit / halaman. Sedangkan sebagian yang lain butuh waktu seharian tanpa hasil yang memuaskan. Adanya program tahfizh 1 tahun, 6 bulan 40 hari, 35 hari, 30 hari menghafal Al-Qur’an 30 Juz memicu rasa penasaran mungkinkah itu bisa ditiru oleh setiap orang yang ingin menghafalkannya?

Dari rasa penasaran seperti itulah kemudian secara otodidak maupun mengikuti profesional training mengungkap potensi pikiran bawah sadar yang pada saat itu masih dianggap misterius belum terpecahkan.

Pembelajaran otodidak dan training mengantarkan pada pembahasan mengenai:
– Cara kerja pikiran sadar, bawah sadar, tidak sadar dan super sadar kemudian memanfaatkannya
– Cara pemprograman pikiran sesuai dengan kebutuhan klien
– Cara mengatasi keluhan pikiran berupa stres, frustrasi, depresi, kecanduan dll.
– Cara kerja gelombang otak dan pengaruhnya terhadap kehidupan
– Pengaruh sugesti terhadap respon bawah sadar manusia dan benda-benda di sekitar
– Cara meniru struktur pola pikir seseorang untuk diduplikasikan pada diri sendiri dan orang lain
– Cara kerja ritual ibadah muslim agar berefek terapi
– Pengkondisian pikiran dan perasaan agar berada dalam performance terbaik
– Berbagai teknik komunikasi verbal, non verbal baik dengan orang lain maupun diri sendiri
– Mampu membuat segala macam permainan Hypnosis dan merancang sendiri berbagai teknik terapi psikosomati
– Penemuan Visualisasi Tadabbur Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
– dan berbagai pengembangan Mind Technologi

Pembahasan tersebut didapatkan dari beberapa ilmu di bawah ini:
– Hypnosis
– Hypnotherapy
– Instuctor Hypnotherapy IBH Center
– Licensed Practitioner NLP (Neuro-Linguistic Programming) by Richard Bandler
– Spiritual EFT / SEFT
– Brainwave Therapy
– Baca Kilat
– Public Speaking
– Brain Power Activation
– Aktivasi Otak Tengah
– Islamic Hypnotherapy
– Jessica Method
– Scud Memory
– Spiritual Building
– Jari Magic Matematika
– Jurnalistik
– Copywritting
– Understand Qur’an
– Ruqyah Syar’iyah

Dari pembelajaran yang semula niatnya untuk memudahkan menghafal Al-Qur’an bagi siapa pun yang kesulitan menghafal Al-Qur’an ternyata ada niatan yang melenceng menjadi keasyikan membahas terapi pikiran bawah sadar manusia.

Memang diakui bahwa dengan terapi pikiran di situ salah satu jalan rejeki. Misalnya ada orang yang stres, frustrasi, depresi, cemas, hilang ingatan sebagian, homo, lesbi, kecanduan dengan keluhan bertahun-tahun sudah terapi kesana kemari namun belum juga sembuh ternyata biizdnillah hanya dengan membayar jasa terapi Rp 250.000,-  s/d Rp 500.00,- dalam durasi kurang dari 30 menit atau 1 jam saja. Meskipun yang gratisan atau minta diskon juga banyak, semoga bernilai sedekah.

Alhamdulillah tuntas sembuh total atas izin Allah Subhanahu Wata’ala. Kemudian dari hasil terapi ini bisa menjadi modal untuk membeli buku dan bayar pelatihan-pelatihan bahkan untuk biaya hidup keluarga.

Itulah bisa dibilang rejeki padahal sebenarnya Allah subhanahu wata’ala yang menyembuhkannya. Alhamdulillah.

Kali ini nampaknya harus meneruskan pada tujuan awal mempelajari teknologi pikiran. Insyaa Allah ingin diabdikan semua kemampuan yang Allah titipkan ini untuk mendukung program www.hafalquransebulan.com baik di Pusat maupun Mitra dan juga masyarakat muslim pada umumnya.

Sebagaimana diketahui bahwa NLP dan Hypnosis bisa menjadi sebuah alat untuk menduplikasikan softskill dan hardskill seseorang pada orang lain dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Insyaa Allah ilmu ini bermanfaat.

Jika ilmu tidak segera dituliskan mungkin akan terkubur di kuburan bersama jasad tanpa manfaat. Namun bila dituliskan dan diajarkan kembali maka manfaatnya akan menjadi amal jariyah sampai hari kiamat. Aamiin.

Buku berjudul “Karantina Hafal Quran Sebulan” yang ditulis bersama Ustadz Said Al-Makhtum alumni Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional merupakan buku pertama yang telah diterbitkan. Karya yang belum tuntas diantaranya:
– Revisi Al-Qur’an Yadain (Mushaf standar Karantina Hafal Al-Qur’an Sebulan)
– Revisi buku metode Yadain Litahfizhil Qur’an (Menghafal Al-Qur’an disertai visualisasi imajinasi tadabbur)
– Revisi SOP Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
– menulis buku “Hypnosis & Hypnotherapy dalam ritual Ibadah Umat Islam”
– menulis buku “NLP Coaching Karantina Hafal Al-Qur’an Sebulan”

Saat ini sedang uji coba terhadap ratusan penghafal Al-Qur’an yaitu:
‘Instalasi Submodality Mushaf Al-Qur’an” terinspirasi dari bentuk hafalan DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Al-Hafizh, Ustadz Ma’mul Al-Qurthuby, S.Pd.I Al-Hafizh. Juga memodel para huffazh Al-Qur’an lainnya.

Inti dari Metode Yadain yaitu saat ayat Al-Qur’an dibaca pikiran dan jiwa merasakan terlibat dengan alur makna Al-Qur’an yang sedang dihafalkan.

Kuncinya ada 3 yaitu:

  1. JIKA KATA KERJA/PELAKU : Pahami siapa pelakunya?… kiri/kanan
  2. JIKA KATA SIFAT/PEKERJAAN: Bagaimana sifatnya?… kiri/kanan
  3. JIKA KATA BENDA : Di mana letak bendanya?… kiri/kanan

Seorang Yadi Iryadi sangat iri terhadap ribuan alumni penghafal Al-Qur’an yang mendapatkan perkembangan dalam menghafal Al-Qur’an melalui penelitian ini sementara diri pribadi masih duduk-duduk mengkaji keilmuan teori-teori yang orang lain lebih tekun mempraktekkannya. Mari Muraja’ah.

Pesan founder Metode Yadain, kalau tujuannya ingin menghafal Al-Qur’an jangan repot-repot meneliti teori pikiran yang belibet atau terlalu sibuk mencari-cari metode tahfizh karena itu butuh waktu bertahun-tahun. Lebih baik aplikasikan saja yang sudah disederhanakan prakteknya di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional atau dengan cara Bermitra dengan YKTN dalam program Karantina Hafal Quran Sebulan. Kecuali jika ingin jadi terapis itu lain hal dan bisa dipelajari bersama karena sudah disederhanakan bentuk pelatihannya.

Founder Metode Yadain belajar banyak pada DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA. Al-Hafizh pakar dalam bidang Qira’at Asyrah dan Ustadz Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I Al-Hafizh (Mudir Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional). Diskusi mengenai memotret secara mental terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dengan Ustadz Ridwani S.Th.I Al-Hafizh  (Ketua Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional dan bagaimana cara mengajarkannya pada orang lain. Pernah juga menyengaja belajar pada Ustadz Deden Makhyaruddin, Al-Hafizh selama 8 hari untuk mengkodekan Sub Modality beberapa yang memungkinkan bisa diduplikasikan pada diri sendiri dan orang lain.

Satu hal yang unik dari lulusan pondok pesantren yaitu meskipun ilmu agama baru sedikit, selama masih takdzim pada guru ngaji dan masih mau terus belajar darinya lillahi ta’ala, Insyaa Allah ilmunya bermanfaat di masyarakat. Itu pula yang pernah dinasehatkan oleh Mbah KH. Muntaha, Al-Hafizh Wonosobo.

Semoga bermanfaat.

Sampai ketemu di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional www.hafalquransebulan.com
WA: 081312700100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *