Mengubah Cara Menasehati yang Efektif Mengubah Perilaku

Hafal Quran Sebulan

Mengubah Cara Menasehati yang Efektif Mengubah Perilaku

Yadi Iryadi Karantina Tahfizh AlQuran Nasional
 Yadi Iryadi Karantina Tahfizh AlQuran Nasional


Banyak orang belum bisa membedakan antara nasehat dan memarahi. Terkadang suatu nasehat yang diungkapkan dengan kalimat langsung biasanya diartikan sebagai memarahi. Kemduian bagaimana agar nasehat bisa lebih berpengaruh terhadap orang yang dinasehati?… Pola bahasanya sederhana, yaitu mengubah kalimat direct menjadi indirect. Contohnya seperti berikut ini:
 
Direct:
“Kamu salah, seharusnya begini.”
 
Indirect:
“Usaha kamu cukup bagus, bolehkah saya kasih masukan agar lebih bagus lagi?…”
“Ya.. boleh banget Pak,” jawabnya.
__________________________________
 
Direct:
“Tolong kamu kerjakan ini dan harus selesai bulan ini agar bonus kamu cair.”
 
Indirect:
“Ada kesempatan rejeki bagus buat kamu mengerjakan amanah ini, saya percayakan sebulan atau seminggu ini tuntas ya!…”
__________________________________
 
Direct:
“Itu bid’ah, sesat, nanti kamu masuk neraka.”
 
Indirect:
“Tentunya setiap orang ingin masuk surga karena itu sibukkan terlebih dahulu pada hal-hal yang wajib dan sunnah sebelum mengerjakan yang bid’ah hasanah. Kamu setuju?….”
__________________________________
 
Direct:
“Percuma kamu ngafal Al-Qur’an kalau kelakuan kamu seperti itu.”
 
Indirect:
“Kamu sudah bagus punya Hafalan Al-Qur’an dan akan lebih baik ketika mulai saat ini juga seterusnya kamu menjaga sikap sebagai penjaga kalam-Nya, kamu setuju?.”
__________________________________
 
Pola indirect ini dilakukan dalam keadaan BUILDING RAPPORT (menjalin keakraban) sehingga terjalin TRUST (rasa percaya).
 
Selanjutnya bisa dilakukan teknik MIRRORING, MATCHING, PACING LEADING, ACCEPT UTILIZE, REFRAMING, mengubah SUBMODALITY.
 
Saya yakin pasti Rasulullah pun melakukan hal ini -dgn istilah lain- sehingga dapat mempengaruhi pikiran, perasaan dan kebiasaan masyarakat jahiliah menjadi Islamiyyah. Kapan-kapan Insyaa Allah saya tuliskan mengenai, “Memodel Dakwah Rasulullah perspektif Neuro Linguistic Programming (NLP)”.
 
Manfaat nasehat dalam dakwah bisa untuk amar makruf nahyil mungkar.
 
Saling menasehati menurut Al-Qur’an:
 
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
 
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya tetap di atas kesabaran” (QS. Al-’Ashr [103]: 1-3).
 
Aplikasinya dalam Islamic Hypnotherapy:
– Menghentikan stres, frustrasi, depresi, cemas, minder, putus asa, grogi, phobia dll.
– Berhenti merokok, miras, narkoba
– Berhenti dari kebiasaan zina, homo, lesbi dan kebiasaan buruk lainnya
– Semua keluhan yang berkaitan dengan Pikiran, Perasaan dan Kebiasaan
 
Penulis terkesan mengenai komunikasi nasehat pada lafazh “Qaulan” (perkataan) dalam Al-Qur’an ayat berikut ini:
 
Qaulan Sadida (QS. An-Nisa:9)
Qaulan Baligha ( QS. An-Nisa’: 63)
Qaulan Ma’rufa ( QS. Al-Baqarah: 235; QS. An- Nisa’: 5& 8; QS. Al-Ahzab: 32)
Qaulan Karima ( QS. Al-Isra’: 23)
Qaulan Layina ( QS. Thaha: 44)
Qaulan Maisura ( QS. Al-Isra’: 28).
 
Semuanya mendukung ayat yang menjadi prinsip dasar komunikasi dalam Islam: “Dan berkatalah kamu kepada semua manusia dengan cara yang baik (husna)” (QS. Al-Baqarah:83).
 
Hampir 12 tahun saya mempelajari modern Hypnotherapy dan Neuro Linguistic Programming dan ternyata dalam Al-Qur’an pun lebih dahsyat lagi. Ini bisa untuk dalil Aqli dan dalil Naqli.
 
Buku-buku Konseling Qur’ani yang saat ini telah ada itu membuka wawasan saya. Namun isinya masih teoritis. Saat ini belum ada panduan lengkap mengenai penerapannya dalam komunikasi terapeutik. Itu peluang ibadah penulisan bagi para penulis agar nasehat guru, orang tua pada anaknya bisa lebih efektif dan efisien mempengaruhi seluruh niat, identity, value, beliefs system, self talk, rule, action, habit, lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
 
Paling tidak untuk saat ini kita telah belajar mengubah perkataan direct menjadi indirect seperti contoh komunikasi efektif di atas.
 
Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Licensed Practitioner Neuro Linguistic Programming (NLP)
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *