Mengintip Keberadaan Sesuatu di Balik HIPNO TAHFIZH

Hafal Quran Sebulan

Mengintip Keberadaan Sesuatu di Balik HIPNO TAHFIZH

Yadi Iryadi Metode Yadain

 

Metode Yadain Li Tahfizhil Quran - Karantina Tahfizh

 

Berikut ini merupakan hal yang dapat menghipnosis pikiran manusia:

1. Figur otoritas
Figur otoritas di bidang kesehatan yaitu dokter. Figur otoritas di bidang pendidikan yaitu guru, dosen, menteri pendidikan. Figur otoritas di bidang kontruksi bangunan yaitu arsitek. Figur otoritas dalam bidang hafalan Al-Qur’an yaitu Muhaffizh dan Muhaffizhah.
Mereka berbicara apa pun di bidang yang mereka kuasai maka akan dipercaya oleh orang lain dan dijadikan rujukan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan.
Apa yang figur otoritas katakan maka akan dipercaya sepenuhnya dan dianggap sebagai suatu kebenaran.
Bayangkan seandainya guru Al-Qur’an berkata,
“Menghafal Al-Qur’an ini sulit dan memuraja’ahnya lebih sulit.”
maka sugesti yang diterima murid adalah menghafal Al-Qur’an sulit dan sama sekali tidak membangkitkan semangat untuk menghafal Al-Qur’an.

2. Repetisi
Repetisi merupakan pengulangan. Hal apapun yang diulang-ulang maka akan menjadi keterampilan otomatis sehingga tidak memerlukan proses pikiran sadar. Misalnya Anda mampu mengetik di laptop atau smartphone tanpa berfikir dimana letak huruf-huruf tersebut berada karena itu telah melalui proses repetisi sehingga menjadi otomatis.
Ayat-ayat yang dibaca secara berulang melibatkan penglihatan, pendengaran, tadabbur akan menjadi hafalan yang lancar seiring dengan repetisi/muraja’ah.

3. Identiifikasi Kelompok
Seseorang yang berada di kelompok tertentu pasti akan menyerupai anggota kelompok tersebut. Pengaruh ini lambat lain akan menjadi anggapan kebenaran di dalam pikiran bawah sadar mereka versi mereka. Pengaruhnya bukan saja pada jenis pakaian yang mereka kenakan melainkan pemikiran mereka pun akan menjadi serupa.

Kelompok bisa dibedakan dari segi usia, kemampuan, asal daerah, jenjang pendidikan dan sebagainya.

Peserta di karantina tahfizh dibedakan berdasarkan kemampuan tahsin, tahsin tahfizh, tahsin muraja’ah, tahfizh, muraja’ah dan ziyadah, muraja’ah, dan mutqin.

4. Lingkungan
Kumpulan manusia dapat membentuk lingkungan dan orang yang masuk ke dalam suatu lingkungan maka mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut agar dapat diterima dengan baik.
Pengaruh lingkungan sangat besar mempengaruhi kehidupan seseorang. Seorang yang ingin mempengaruhi lingkungan agar bisa lebih baik maka sebaiknya melibatkan figur yang dianggap memiliki otoritas dalam lingkungan tersebut.

5. Emosi yang Intens
Memori manusia akan mengingat hal-hal yang paling berkesan dalam hidupnya. Emosi seperti kesedihan, kebencian, kemarahan atau rasa senang, terharu, semangat, dan sebagainya maka ingatan tersebut akan selalu teringat dan mempengaruhi kehidupan seseorang.
Menghafal Al-Qur’an lebih berkesan saat disertai dengan tadabbur terjemah. Misalnya di karantina tahfizh menggunakan metode yadain untuk tadabbur terjemah dengan membedakan bagian kiri (keburukan) dan bagian kanan (kebaikan).

6. Kondisi rileks, Fokus, Konsentrasi
Hal-hal yang difokuskan akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar sehingga menjadi nilai-nilai dan keyakinan yang diterima oleh pikiran bawah sadar.
Konsentrasi tidak harus dengan menegangkan kulit di kening melainkan dengan rileks, nyaman ketika menghafal Al-Qur’an.

7. Antusias/minat/kemauan
Hipnosis mengharuskan adanya kemauan klien untuk menjalani suatu proses. Minat ini akan menjadi pintu awal masuknya sugesti, nasehat, saran atau hal-hal yang ingin dimasukkan ke dalam pikirannya.
Al-Qur’an menjadi mudah bagi yang mau dan belum mudah bagi yang belum mau.

8. Kesesuaian Isi Pikiran
Hal yang bertentangan pasti tidak akan masuk ke dalam pikiran manusia. Sedangkan hal-hal yang sesuai dengan dirinya maka akan diterima dengan baik. Misalnya mengajak minum-minuman keras bagi para penghafal Al-Qur’an pastilah akan ditolaknya sedangkan jika mengajak menghafal Al-Qur’an pada para preman pasti akan ditolak juga. Maka dari itu memerlukan terknik tertentu untuk dapat menyentuh kesesuaian isi pikiran mereka agar dapat sesuai dengan keinginan seorang da’i.
Isi pikiran dapat berupa niat, identitas, nilai-nilai, keyakinan, kemampuan, tindakan, kebiasaan, karakter, dan kesesuaian dengan lingkungan tempat dirinya berada.
Gunakan potensi 8 hal ini untuk proses karantina menghafal Al-Qur’an sebulan maka Insyaa Allah hasilnya maksimal.

Yadi Iryadi, S.Pd, CH., CHt., CI.,
Licensed Neuro Linguistic Programming (NLP)
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTN Pusat)

www.karantinatahfizh.id (dot id)
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *