Menghafalkan Al-Quran Merupakan Anugerah Allah

Menghafalkan Al-Quran Merupakan Anugerah Allah

7 January 2022 Artikel 0
Menghafalkan Al-Quran - yktn

KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA., Al-Hafizh dalam acara wisuda Karantina Hafal Qur’an angkatan ke-61 berpesan bahwa menghafalkan Al-Quran merupakan anugerah Allah bagi siapa pun yang menyiapkan diri untuk kedatangan tamu Al-Quran.

Beliau mengibaratkan Al-Quran sebagai tamu yang hendak mampir pada tuan rumah. Adapun penghafal Al-Quran merupakan tuan rumah yang harus menyambut dengan baik tamu istimewa ini. memahami

Mampu menghafal Al Quran adalah karunia Allah kepada orang-orang yang layak menerimanya. Terimalah tamu Al-Quran, dan sambut dengan penuh perhatian. Orang-orang yang layak untuk dimampukan untuk menghafal Al-Quran yaitu orang yang mau mempelajari, memahami, mentadabburi, mengamalkan dan menghafalkan Al-Quran.

Orang yang mampu melayani tamu berupa kalamullah maka akan mendapatkan berbagai kemuliaan. Oleh sebab itu, sebagai alumni karantina hafal Quran Sebulan tentu tidak cukup 35 hari menghafalkan Al-Quran. Agar tamu ini tidak cepat pergi dan tetap memuliakan tuan rumah maka kita harus memperlakukannya sebagai shahibul quran.

Menyediakan waktu khusus, berbicara dengan Al-Quran, berinteraksi dengannya dengan baik dan berbagai cara agar tamu ini betah berada di dalam diri kita. Al-Quran yang dibaca akan hinggap di lisan penghafalnya. Al-Quran yang ditafakuri akan hinggap di otaknya, Al-Quran yang ditadabburi akan tersimpan dalam hatinya, dan Al-Quran yang diamalkan akan mendarah daging melindungi shahibul Quran.

KH. Ahsin juga berwasiat bahwa kita harus membuat MoU (Memorandum of Understanding) semacam perjanjian kesepahaman dengan Al-Quran bahwa kita akan komitmen menjaga Al-Quran sampai akhir hayat. Hal ini diwujudkan dengan senantiasa minimal dengan setiap hari meluangkan waktu khusus untuk membacanya.

Ada banyak keutamaan menghafal Al-Quran. Hal ini harus benar-benar dipahami dan merasuk ke dalam jiwa-jiwa penghafal Al-Quran. Apabila niatnya benar dan ikhlas hanya karena Allah maka akan timbul kesungguhan dan keistiqomahan rajin membaca Al-Quran.

Banyak keutamaan yang diberikan Allah kepada orang yang membaca dan menghafal Al Quran. Keterangan ini mudah kita dapatkan dari Al Quran maupun hadist.

Pembaca Al-Quran Mendapatkan Perniagaan Tiada Merugi

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Alquran) dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS. Fathir: 29).

Termasuk Golongan Orang yang Berserah DIri pada Allah

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ ,وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ ۖ 

Artinya: Dan firman-Nya: “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Dan supaya aku membacakan al-Qur’an (kepada manusia)”. (QS. an-Naml: 91-92).

Allah Memberikan Syafaat di Akhirat karena Bacaan/Hafalan Al-Quran

Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Artinya: Bacalah al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat. (HR. Muslim). 

Orangtuanya di Akhirat Akan Diberi Mahkota Kemuliaan

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad bersabda,

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن

Artinya: 

Siapa saja orang yang menghafal Al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran” (HR. Hakim).

Kemudian pada riwayat yang lainnya, 

dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

يجيء القرآن يوم القيامة كالرجل الشاحب يقول لصاحبه : هل تعرفني ؟ أنا الذي كنتُ أُسهر ليلك وأظمئ هواجرك… ويوضع على رأسه تاج الوقار ، ويُكسى والداه حلَّتين لا تقوم لهما الدنيا وما فيها ، فيقولان : يا رب أنى لنا هذا ؟ فيقال لهما : بتعليم ولدكما القرآن

Artinya: 

Al-Quran akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, “Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu” 

Lalu diletakkan mahkota kehormatan pada kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia dan seisinya. Kemudian orang tuanya menanyakan, “Ya Allah, dari mana kami bisa mendapatkan pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu belajar al-Quran.” (HR. Thabrani).

Menjadi Manusia Terbaik

عَنْ عُثْمَانَ – رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

Artinya: 

Dari Utsman radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam beliau bersabda: “Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari).

Kedudukan di Akhirat

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Artinya: Telah diriwayatkan dari Abdullah bin Amr dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dikatakan kepada pemilik Al-Qur’an, bacalah dan mendakilah. Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca secara tartil di dunia. Karena kedudukanmu di akhir ayat yang engkau baca.” (Hadits At-Tirmidzi)

Keluarga Allah di Bumi

Hafizh Quran adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga diantara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Quran. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

Berlipat Ganda Pahala yang Didapat

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.”  (HR. At Tirmidzi).

Dikaruniai Kekayaan yang Berlimpah

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: 

“Tidak boleh ada hasad (kecemburuan) kecuali pada dua hal. (Pertama) kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Al Qur`an, sehingga ia membacanya siang dan malam. 

(Kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang dan malam (di jalan Allah).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ditemani Para Malaikat

الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

Artinya: Dari ‘Aisyah radhiyallahu anha dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang mahir membaca Al Qur`an, maka kedudukannya di akhirat ditemani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al Qur`an dengan tertatah-tatah, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” (HR. Muslim).

Menghafalkan Al-Quran Merupakan Anugerah Allah. Siapa pun pasti ingin mendapatkan anugerah tersebut. Ayo rajinlah membaca Al-Quran dan beriteraksi dengannya sebagaimana layaknya tamu yang wajib dihormati.

Sebenarnya tidak ada orang yang malas, hanya saja mereka sedang tidak ingat dengan tujuan utama diciptakannya manusia, yakni untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Adapun ibadah yang tidak wajib namun poin pahalanya dihitung per huruf hanyalah Al-Quran. Ini merupakan dzikir terbaik, ibadah terbaik, dengan tentunya menjalankan ibadah wajib lainnya.

Yadi Iryadi, S.Pd.

Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *