Menghafal Al-Qur’an dengan Cara Kreatif, Inovatif, dan Dinamis sampai Mutqin

Hafal Quran Sebulan

Menghafal Al-Qur’an dengan Cara Kreatif, Inovatif, dan Dinamis sampai Mutqin

Sebagian orang mengira bahwa menghafal Al-Qur’an sebulan di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional dilakukan dengan cara tergesa-gesa sehingga cepat khatam 30 juz dan ketika memuraja’ah seperti menghafal ayat baru. Iya itu bisa saja terjadi jika menggunakan cara biasa dalam menghafalnya. Namun apabila mengikuti sistem dan metodologi yang disediakan di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional maka kenyataannya akan berbeda.

Ada banyak cara menghafal Al-Qur’an dan semua itu mulia karena berkaitan dengan metodologi menghafal Al-Qur’an Al-Karim. Berbeda metode menghafal maka akan berpengaruh pula terhadap perbedaan seseorang dalam menyimpan hafalan Al-Qur’an. Tidak semua metode cocok dengan seseorang karena setiap orang memiliki kecenderungan submodality atau gaya belajar yang berbeda-beda. Karena perbedaan tersebut seringkali metode yang diajarkan oleh guru berbeda dengan gaya belajar yang dimiliki oleh murid.

Agar dapat mengatasi perbedaan gaya belajar tersebut maka proses menghafal Al-Qur’an harus dilakukan dengan cara yang Kreatif, Inovatif, dan Dinamis sampai Mutqin. Kreatif maksudnya yaitu memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan, atau mampu menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun kenyataan yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Menurut Widayatun (1999), Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang memberikan kesempatan individu untuk menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang”

Sedangkan menurut (James R. Evans, 1994), Kreatifitas adalah kemampuan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek dari perspektif baru, dan menentukan kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran.

Kreatifitas juga berarti suatu kemampuan berpikir ataupun melakukan tindakan yang bertujuan untuk mencari pemecahan masalah secara cerdas, berbeda (out of the box), tidak umum, orisinil, serta membawa hasil yang tepat dan bermanfaat”

Inovatif maksudnya usaha seseorang dengan mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan, dan individu yang mengelilinginya untuk menghasilkan produk baru, baik bagi dirinya sendiri ataupun lingkungannya.

Inovatif juga berarti seseorang dalam mendayagunakan berbagai kemampuan dan keahlian untuk menghasilkan karya baru. Berpikir inovatif yaitu proses berpikir yang menghasilkan solusi dan gagasan di luar bingkai konservatif.

Metodologi menghafal Al-Qur’an akan terus berkembang dan memudahkan masyarakat modern untuk menghafal Al-Qur’an. Kemudahan menghafal Al-Qur’an sebenarnya bukan bersumber dari metodologi melainkan Al-Qur’an itu sendiri merupakan mukjizat yang telah dijamin kemudahannya. Akan tetapi dengan teknik-teknik kreatif, inovatif, dan dinamis akan mampu menarik sebanyak-banyaknya orang untuk menghafal Al-Qur’an dengan metodologi terbaru.

Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTN Pusat) sejak awal mengembangkan metodologi menghafal Al-Qur’an dengan sistem yang kreatif, inovatif, dan dinamis untuk menawarkan solusi dari berbagai permasalahan menghafal Al-Qur’an. Setidaknya sampai saat ini YKTN Pusat atas izin Allah Subhanahu Wata’ala telah mampu mengatasi permasalahan mitos-mitos negatif di masyarakat khususnya di Indonesia.

Atas izin Allah, permasalahan yang diatasi YKTN Pusat diantaranya:

  • Beranggapan bahwa menghafal hanya untuk anak-anak.
  • Menganggap diri sudah tua sehingga sulit menghafal Al-Qur’an.
  • Menyalahkan orang tua, yang tidak mengarahkan dirinya untuk belajar
    Al-Qur’an sejak kecil.
  • Beralasan tidak ada guru dan tempat untuk menghafal.
  • Merasa tidak punya waktu senggang untuk menghafal.
  • Tidak ada program menghafal Al-Qur’an yang bisa diikuti secara singkat.
  • Merasa belum menemukan metode yang cocok untuk dirinya.
  • Meyakini pemahaman hadis bahwa lupa hafalan Al-Qur’an merupakan dosa besar, sehingga tidak mau menghafal Al-Qur’an karena takut dosa.
  • Berkeyakinan bahwa ayat Al-Qur’an sulit dihafal dan cepat lupa.
  • Kesibukan sehari-hari dan sulit membagi waktu karena tidak ada prioritas.
  • Berprasangka bahwa ingatannya lemah sehingga minim ikhtiar.
  • Anggapan bahwa menghafal harus dimulai saat bulan Ramadhan

Alhamdulillah permasalahan-permasalahan tersebut telah dapat diatasi dengan adanya program karantina menghafal Al-Qur’an sebulan target 30 juz, karantina tahfizh mutqin 30 juz dalam 3 bulan, karantina dua pekan menghafal Al-Qur’an 10 juz, karantina sepekan menghafal target 5 juz, karantina menghafal Al-Qur’an Sabtu Ahad target 1 juz.

Peserta karantina tahfizh akan dibekali standarisasi tahsin tuntas, metodologi menghafal Al-Qur’an dengan tadabur terjemah (Metode Yadain Litahfizhil Qur’an), tips menjaga kesehatan pikiran, perasaan dan ruhiyah, dan standar operasional prosedur Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional.

Penyelenggaraan program karantina tahfizh ini telah dilakukan selama 5 tahun dalam 40 angkatan dengan melibatkan 8695 orang alumni dari berbagai desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Australia, Singapura. Ada juga beberapa alumni dari Jepang, Amerika, Maroko, Uzbekistan, dan Thailan.

Metodologi menghafal Al-Qur’an di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional dengan perangkat Al-Qur’an Yadain, dilakukan dengan penelitian terus menerus dan sampai saat ini sudah pada tahapan satu mufradat dihafalkan dalam 1 detik, kemudian menghafal Al-Qur’an 1 baris satu menit. Adapun menghafal Al-Qur’an satu halaman penuh dapat dilancarkan dalam waktu 30 menit sampai 60 menit per halaman dengan disertai tadabur terjemah. Apabila peserta sudah mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid maka biasanya untuk memperoleh hafalan Al-Qur’an diperlukan waktu antara 10-20 menit per halaman dengan disertai tadabur terjemah.

Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *