Mengembalikan Hafalan Al-Qur’an dalam Submodality Pikiran

Hafal Quran Sebulan

Mengembalikan Hafalan Al-Qur’an dalam Submodality Pikiran

Yadi Iryadi Metode Yadain

Submodality pada Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Pembahasan paling mendasar dalam NLP (Neuro Linguistic Programming), yaitu Submodality yang merupakan cara kerja pikiran merekam seluruh pengalaman yang diindrai.
 
Potensi yang bisa dilakukan oleh submodality manusia: 
  • Merekam pengalaman dan memutarnya dalam pikiran
  • Memotong, menghapus dan memodifikasi film dalam pikiran
  • Mempercepat dan memperlambat film dalam pikiran
  • Mengalami film dalam pikiran sebelum melakukan
  • Membangkitkan film yang ter-deletion, distortion dan generalitation
 

Mengembalikan Hafalan Al-Quran yang tersimpan

Ini sekadar teori yang sesuai dengan kenyataan praktik yang dilakukan oleh calon-calon peserta karantina tahfizh.
 
Memori Visual
 
Para penghafal Al-Qur’an ada yang menghafal menggunakan VISUAL/Penglihatan:
– Saat ayat dibaca terbayang huruf
– Saat ayat ditadabburi terbayang seperti melihat alur film 
– Saat ayat dibaca terbayang gambar
Para penghafal Al-Qur’an ada yang menghafal menggunakan AUDITORY/Pendengaran: 
  • Saat ayat dibaca terbayang suara
  • Saat ayat ditadabburi terbayang seperti mendengar cerita
  • Saat ayat dibaca terbayang bunyi, nada dan intonasi
 
Memori Kinestetik, Olfactory, dan Gustatory
Para penghafal Al-Qur’an ada yang menghafal menggunakan KINESTETIK, OLFACTORY dan GUSTATORY / Gerak, bau dan rasa:
  • Saat ayat dibaca lancar dari lisan, tidak terbayang suara dan huruf
  • Saat ayat ditadabburi terbayang seperti terlibat dalam alur cerita
  • Saat ayat dibaca fokus pada pergerakan mulut, hidung, tenggorokan dalam mengucapkan huruf, kalimat dan ayat
  • Tadabbur surga, neraka, bumi, langit, makanan dan sebagainya masuk dalam submodality pembau (OLFACTORY) dan rasa (GUSTATORY)
 
Muraja’ah Hafalan yang Tersimpan
 
Memory hafalan Al-Qur’an yang dibawa oleh calon peserta karantina tahfizh misalnya ia sudah pernah menghafal lancar 5 juz namun karena kesibukan sehingga yang tersisa hanya 2 juz maka teknik mengembalikan memory tersebut adalah sebagai berikut:
 
Hafalan 2 juz yang masih lancar itu jangan dulu disimak oleh muhaffizh melainkan fokus terlebih dahulu pada 3 juz yang sudah pernah dihafalkan tapi sudah tidak lancar menggunakan cara baru standar karantina tahfizh yang nanti Insyaa Allah dilatih pada hari pertama.
 
Hafalan baru untuk ziyadah menggunakan Metode Yadain Litahfizhil Qur’an agar memory tersimpan dalam bentuk VISUAL, AUDITORY, KINESTETIK, OLFACTORY dan GUSTATORY.
 
Apabila sudah mendekati hari wisuda maka bisa langsung menuju pada stok hafalan yang sudah dimiliki sebelum karantina tahfizh, yaitu 2 juz yang masih tersimpan.
 
Metode Yadain dirancang agar peserta mampu mempraktikkan teknik berikut ini:
  • Memahami terjemah dengan meringkas pemahaman menjadi dua bagian yaitu bagian sebelah kiri dan kanan
  • Menghafal 1 kata dalam 1 detik
  • Merangkai 1 baris dalam 1 menit
  • Menyelesaikan 1 halaman dalam 15 menit
  • Melancarkan dalam 15 menit berikutnya
 
Target pemula 3-7 jam per halaman sedangkan jika sudah melampaui 3 juz hafalan baru (menggunakan standar metodenya) maka target 30 sampai 60 menit per halaman kemudian terjadi akselerasi yang dapat dirasakan sendiri ketika Anda melakukan prosesnya. Adapun durasi Muraja’ah yang ideal biasanya 5-20 menit per halaman. Sebagai ilustrasi apabila muraja’ah 1 jam maka bisa kembali antara 1-5 halaman tergantung kondisi ayat yang sedang dihafalkan. Apabila muraja’ah melebihi batas waktu 5-20 menit/halaman maka dipastikan saat ikut karantina tahfizh ada bagian dari proses yang tidak lengkap.
 
Hambatan:
  • Rasa tidak percaya bahwa Allah yang memudahkan
  • Belum mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid
  • Belum ada komitmen untuk mengikuti SOP Karantina Tahfizh
  • Tidak sabar pada saat awal mula pengumpulan mufradat Al-Qur’an (kosakata Al-Qur’an yang berulang dan tidak berulang)
  • Kurang menjaga kesehatan fisik, mental dan ruhiyah.
 
Solusinya :
 
Ikuti sistemnya dan latih dengan sebaik-baiknya. Insya Allah mendapatkan hasil sesuai dengan kemampuan maksimalnya. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan hidayah dan taufiq kepada kita semua sehingga dipantaskan untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an. Aamiin.
 
Informasi dan pendaftaran www.hafalquransebulan.com
 
Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

2 Responses

  1. Sundari berkata:

    Assalamu’alaykum.sangay bagus, sya ingin menghafal al quran 30 juz. Tapi saya blum punya biaya.umur sya 56 thn.punya anak 4 dua sdh berkeluarga dua blum.bisakah sya dibantu.tmks

    • admin berkata:

      Wa’alaikumsalam, mohon maaf saat ini beasiswa hanya berlaku bagi anak yatim dan dhuafa berprestasi yang setelah masa pendidikan diharuskan untuk pengabdian selama 1 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *