Mengembalikan Hafalan Al-Qur’an dalam Submodality Pikiran

Hafal Quran Sebulan

Mengembalikan Hafalan Al-Qur’an dalam Submodality Pikiran

NLP: Submodality pada Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Pembahasan paling mendasar dalam NLP (Neuro Linguistic Programming) yaitu Submodality  yang merupakan cara kerja pikiran merekam seluruh pengalaman yang diindrai.

Potensi yang bisa dilakukan oleh submodality manusia:

  1. Merekam pengalaman dan memutarnya dalam pikiran
  2. Memotong, menghapus dan memodifikasi film dalam pikiran
  3. Mempercepat dan memperlambat film dalam pikiran
  4. Mengalami film dalam pikiran sebelum melakukan
  5. Membangkitkan film yang ter-DELETION, DISTORTION dan GENERALITATION

Bagaimana jika NLP ini digunakan untuk membangkitkan hafalan yang dulu pernah dihafalkan?…

Baiklah… ini sekedar teori yang sesuai dengan kenyataan praktik yang dilakukan oleh calon-calon peserta karantina tahfizh.

Para penghafal Al-Qur’an ada yang menghafal menggunakan VISUAL/Penglihatan:

– Saat ayat dibaca terbayang huruf

– Saat ayat ditadabburi terbayang seperti melihat alur film

– Saat ayat dibaca terbayang gambar

Para penghafal Al-Qur’an ada yang menghafal menggunakan AUDITORY/Pendengaran:

– Saat ayat dibaca terbayang suara

– Saat ayat ditadabburi terbayang seperti mendengar cerita

– Saat ayat dibaca terbayang bunyi, nada dan intonasi

Para penghafal Al-Qur’an ada yang menghafal menggunakan KINESTETIK, OLFACTORY dan GUSTATORY / Gerak, bau dan rasa:

– Saat ayat dibaca lancar dari lisan, tidak terbayang suara dan huruf

– Saat ayat ditadabburi terbayang seperti terlibat dalam alur cerita

– Saat ayat dibaca fokus pada pergerakan mulut, hidung, tenggorokan dalam mengucapkan huruf, kalimat dan ayat

– Tadabbur surga, neraka, bumi, langit, makanan dan sebagainya masuk dalam submodality pembau (OLFACTORY) dan rasa (GUSTATORY)

Memory hafalan Al-Qur’an yang dibawa oleh calon peserta karantina tahfizh misalnya sudah pernah menghafal lancar 5 juz namun karena kesibukkan sehingga yang tersisa hanya 2 juz maka teknik mengembalikan memory tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Hafalan 2 juz yang masih lancar itu silakan menggunakan metode masing-masing persis sama dengan apa yang dulu Anda lakukan;
  2. Memory hafalan 3 juz yang pernah dihafal tapi sudah tidak lancar maka menggunakan cara baru standar karantina tahfizh yang nanti Insyaa Allah dilatih pada hari pertama;
  3. Hafalan baru untuk ziyadah menggunakan Metode Yadain Litahfizhil Qur’an agar memory tersimpan dalam bentuk VISUAL, AUDITORY, KINESTETIK, OLFACTORY dan GUSTATORY.

Metode Yadain dirancang agar peserta mampu mempraktikkan teknik berikut ini:

  1. Memahami terjemah dengan meringkas pemahaman menjadi dua bagian yaitu bagian sebelah kiri dan kanan
  2. Menghafal 1 kata dalam 1 detik
  3. Merangkai 1 baris dalam 1 menit
  4. Menyelesaikan 1 halaman dalam 15 menit
  5. Melancarkan dalam 15 menit berikutnya
  6. Target pemula 3-7 jam per halaman sedangkan jika sudah melampaui 5 juz maka targetnya 30 sampai 60 menit per halaman.
  7. Muraja’ah 5-20 menit per halaman (apabila muraja’ah melebihi batas waktu ini maka dipastikan saat ikut karantina tahfizh ada bagian dari proses yang tidak lengkap)

Hambatan:

  1. Rasa tidak percaya bahwa Allah yang memudahkan
  2. Belum mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid
  3. Belum ada komitmen untuk mengikuti SOP Karantina Tahfizh
  4. Tidak sabar pada saat awal mula pengumpulan mufradat Al-Qur’an (kosakata Al-Qur’an yang berulang dan tidak berulang)
  5. Kurang menjaga kesehatan fisik, mental dan ruhiyah

Solusinya :

Ikuti sistemnya dan latih dengan sebaik-baiknya. Insya Allah mendapatkan hasil sesuai dengan kemampuan maksimalnya. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan hidayah dan taufiq kepada kita semua sehingga dipantaskan untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an. Aamiin.

Informasi dan pendaftaran

www.hafalquransebulan.com

 

Yadi Iryadi, S.Pd
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional

 

2 Responses

  1. Sundari berkata:

    Assalamu’alaykum.sangay bagus, sya ingin menghafal al quran 30 juz. Tapi saya blum punya biaya.umur sya 56 thn.punya anak 4 dua sdh berkeluarga dua blum.bisakah sya dibantu.tmks

    • admin berkata:

      Wa’alaikumsalam, mohon maaf saat ini beasiswa hanya berlaku bagi anak yatim dan dhuafa berprestasi yang setelah masa pendidikan diharuskan untuk pengabdian selama 1 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terimasih telah subcribe website kami

There was an error while trying to send your request. Please try again.

PUSAT KARANTINA TAHFIZH AL-QURAN NASIONAL will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.