Membangun Semangat Muraja’ah Hafalan Al-Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Membangun Semangat Muraja’ah Hafalan Al-Qur’an

Seminar Karantina Tahfizh Quran Nasional
Memotivasi itu bukan dengan “menjatuhkan” melainkan dengan membangunkan yang hampir “jatuh” atau bisa juga membangkitkan kembali semangat yang telah “jatuh” untuk kembali berada pada jalan yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala.
 
Yakinlah bahwa Hafalan Al-Qur’an yang sejak dulu pernah dihafalkan itu tidak bisa lupa sebagaimana manusia tidak bisa melupakan apa yang telah terjadi pada dirinya. Justru yang ada adalah memori hafalan itu tersimpan karena belum dimuraja’ah atau disebabkan terlalu rajin menampung Hafalan Al-Qur’an.
 
Pola urutannya seperti ini:
1. Belum hafal satu ayat pun karena belum menghafal
2. Hafal dan mampu menyetorkan Hafalan
3. Hafalan tersimpan karena sibuk menambah hafalan atau kesibukan lain
4. Hafalan kembali lancar setelah memuraja’ah hafalan tersimpan.
 
Para alumni di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional menyaksikan banyak kebahagiaan teman-teman yang telah “melupakan” 5 juz-nya selama bertahun-tahun. Kemudian memuraja’ahnya 3-4 hari dan menuntaskannya 30 juz dalam dalam waktu sebulan atau bahkan kurang dari sebulan.
 
Sepulang dari Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional diharapkan membawa kebiasaan mempelajari Al-Qur’an, membaca, menghafalkan dan mengamalkannya sesuai dengan petunjuk arahan para ulama yang ittiba’ Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam.
 
Ketika kami ke Tulungagung Jawa Timur bertemu salah satu alumni YKTN Pusat yang mengeluhkan bahwa kondisi hafalannya hilang semua. Lantas kami bertanya, “Pernahkah antum meluangkan waktu untuk setiap 1 halaman dalam waktu 5-20 menit?”…
 
Beliau menjawab, “Alhamdulillah Ustadz kalau 1 halaman itu bisa kembali lancar dalam 5 menit dan paling lama 15 menit di halaman mana pun, Insyaa Allah. Tapi saya belum siap disimak dari awal sampai akhir.”
 
Berproseslah dengan rasa syukur karena itu adalah karunia Allah Subhanahu Wata’ala.
 
Menurut Tafsir Al-Jalalain,
 
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ
 
Artinya: “Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.” (Al-Qiyamah 75:17)
 
«إن علينا جمعه» في صدرك «وقرآنه» قراءتك إياه أي جريانه على لسانك.
 
(Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya) di dadamu, maksudnya membuat kamu dapat menghafalnya (dan bacaannya) yakni membuatmu pandai membacanya; atau membuat mudah dibaca olehmu. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:17).
 
Berproseslah karena Allah Subhanahu Wata’ala lebih menilai prosesnya. Adapun hasilnya itu anugerah dari Allah Subhanahu Wata’ala.
 
Semangat!…
 
Pendaftaran angkatan berikutnya lihat di
www.hafalquransebulan.com
 
Penulis: Yadi Iryadi
(Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *