“Meditasi” Tilawah Al Quran Lebih Dahsyat

Hafal Quran Sebulan

“Meditasi” Tilawah Al Quran Lebih Dahsyat

“Meditasi” Tilawah Al-Qur’an Lebih Dahsyat
 
Tilawah dengan tartil disertai tadabbur itu lebih dahsyat dari meditasi atau pun senam pernafasan. Karena itu efeknya berupa ketenangan pikiran dan perasaan.
 
Tarikan nafas…
Tahan nafas… dalam bacaan mad..
Suara gunnah, ihkhfa, iqlab, idzhar
dan segala kaidahnya
merelaksasikan tubuh fisik
 
Sedangkan tadabbur isi kandungan Al-Qur’an
siapa pelakunya?… bagaimana sifatnya?…
di mana letak bendanya?…
merelaksasikan pikiran dan perasaan.
 
Sebagai praktisi Hypnosis berbasis Neuro Linguistic Programming tentu saja ini model relaksasi pikiran dan perasaan yang mengandung nilai-nilai ibadah manakala diniatkan ibadah karena Allah Subhanahu Wata’ala.
 
Dalam keadaan trance gelombang otak turun dari Beta ke Alpha kemudian ke Theta dan saat penurunan gelombang otak akan terjadi keluarnya hormon-hormon tertentu di dalam otak manusia.
 
Penulisan ini diasumsikan menggunakan alat Electroencephalography (EEG) akan terlihat gelombang otak pada layar monitor sebagai berikut sesuai keadaan aktivitas pikiran dan perasaan yang terjadi pada manusia.
 
Sebenarnya hal ini belum dilakukan secara langsung namun dari tanda-tandanya sudah dapat diperkirakan bahwa inilah yang terjadi ketika seseorang membaca dan menghafalkan Al-Qur’an.
 
Berbagai macam dominasi gelombang otak manusia:
 
 
1. GAMMA (30 hz – 45 hz)
Gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang kesulitan menghafal Al-Qur’an sehingga mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi dengan kondisi kesadaran penuh. Misal : sangat panik, histeris, ketakutan. stress berat, minder, frustrasi, marah, kesal, galau tingkat tinggi, putus asa, dan terlampau kesal.
 
2. BETA (15 hz – 30 hz)
Gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan aktifitas mental terjaga penuh melibatkan analisa, berpikir, rasional, pemecahan masalah, keadaan pikiran, menerjemahkan secara tata bahasa.
 
Frekuensi ini biasanya pikiran seseorang dominasi oleh logika. Saat seseorang berada di gelombang ini, otak (kiri) sedang aktif digunakan untuk berpikir, konsentrasi, dan sebagainya sehingga menyebabkan gelombangnya meninggi.
 
Gelombang tinggi ini merangsang otak mengeluarkan hormon kortisol dan norepinefrin yang menyebabkan cemas, khawatir, marah, dan stress. Akibat buruknya merasa cepat bosan sehingga duduk membaca Al-Qur’an tidak kuat dalam waktu lama.
 
3. ALPHA (8 hz – 15 hz)
Gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksasi, khusyu’, fokus, tenang, santai,
 
Gelombang otak Alpha ini menghubungkan antara masuknya informasi pikiran sadar dan bank memory dalam pikiran bawah sadar manusia.
 
Gelombang otak Alpha ini paling cocok untuk pemrograman pikiran bawah sadar. Sehingga wajar jika mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan kemampuan 1 kata dihafal dalam waktu 1 detik dan satu baris dihafalkan dalam waktu 1 menit.
 
Seseorang yang membaca Al-Qur’an dengan rileks, tadabbur atau berimajinasi gelombang otaknya berada dalam frekuensi ini.
 
Kondisi ini merupakan pintu masuk atau keluarnya potensi dari alam bawah sadar anda. Anak-anak balita selalu berada dalam kondisi alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat. Menghafal Al-Qur’an di usia anak-anak hanya dengan mendengarkan saja terkadang bisa langsung masuk ke dalam pikiran bawah sadarnya.
 
Saat menghafal Al-Qur’an pada kondisi gelombang otak Alpha ini, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa tenang, nyaman dan bahagia. Saat membaca dan menghafalkan Al-Qur’an terasa begitu nikmat sehingga walaupu sehari semalam membaca Al-Qur’an antara 10-13 jam di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional misalnya akan merasakan distorsi waktu. Waktu lama terasa sebentar saja saking nikmatnya.
 
Membaca Al-Qur’an dalam keadaan gelombang Alpha akan membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil, dan kapasitas kepekaan panca indra kita meningkat. Kondisi khusyu’ seperti ini terjadi juga pada saat Ruqiyah dengan Al-Qur’an.
 
4. THETA (4 hz – 8 hz)
Gelombang otak Theta ini terjadi pada saat khusyu’ yang begitu dalam misalnya membaca Al-Qur’an saat menjadi imam shalat jahr dan terutama pada saat membaca Al-Qur’an di dalam shalat tahajud.
 
Gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami membaca Al-Qur’an sampai hanyut dalam makna-makna Al-Qur’an maupun hanyut dengan nada-nada murattal yang membuatnya semakin terasa khusyu’ yang begitu dalam.
 
Firman Allah Subhanahu Wata’ala
“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al-Muzzammil: 6)
 
Mirip seperti tidur ringan, atau sangat mengantuk tapi bukan mengantuk mau tidur. Misal saat trance, hypnosis, meditasi dalam, dan khusyu.
 
Gelombang Alpha dan Theta merupakan gelombang otak yang merepresentasikan dalam kondisi pikiran bawah sadar yang merupakan gudang memory tempat tersimpannya berbagai pengalaman masa lalu yang tersimpan namun tidak disadari oleh pikiran sadar.
 
Perasaan yang muncul dalam kondisi ini menjadi khusyuk, rileks, pikiran hening dan intuisi pun muncul. Ini semua terjadi karena otak mengeluarkan hormon melatonin, catecholamine dan AVP (Arginine vasopressin).
 
Tidak heran mengapa Allah Subahanahu Wata’ala memerintahkan membaca Al-Qur’an sepertiga akhir malam karena kondisi gelombang otak Theta sangat bagus untuk penyimpanan hafalan Al-Qur’an yang lebih kuat.
 
5. DELTA (0.1 hz – 4 hz)
Gelombang otak Delta terjadi saat tidur lelat tanpa mimpi. Merupakan fase istirahat bagi tubuh dan pikiran.
 
Terjadi proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat Anda tertidur lelap.
 
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Dan kami jadikan tidurmu sebagai istirahat (QS. An-Naba’:9)
 
Ciri-ciri gelombang otak ini muncul saat seseorang tertidur pulas tanpa mimpi, tidak sadar, tak bisa merasakan badan, dan tidak berpikir.
 
Saat seperti ini otak mengeluarkan HGH (Human Growth Hormone/ hormon pertumbuhan) yang bisa membuat orang awet muda. Bila seseorang tidur dalam keadaan Delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski hanya beberapa menit, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.
 
Karena itu ketika keletihan membaca dan menghafal Al-Qur’an di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional disarankan untuk tidur 5 menit sekedar relaksasi dan setelah itu bangun kembali dengan kondisi yang segar.
 
Kesimpulannya:
– Membaca dan menghafal Al-Qur’an disertai tadabbur lebih dahsyat dibandingkan meditasi karena mengandung nilai ibadah jika niatnya lillahi ta’ala
 
– Membaca dan menghafal Al-Qur’an disetai tadabbur menjadikan nikmat, tenang dan bahagia
 
– Membaca dan menghafal Al-Qur’an disetai tadabbur memudahkan menghafal Al-Qur’an karena menghubungkan antara pikiran sadar dan gudang memory pikiran bawah sadar
 
– Membaca dan Menghafal Al-Qur’an Al-Qur’an disetai tadabbur akan merasakan efek distorsi waktu yaitu kuat berlama-lama dengan Al-Qur’an namun terasa sebentar
 
– Saat kesulitan menghafal Al-Qur’an (Gelombang Gamma dan Beta) usahakan agar merasakan rasa syukur, senang dan bahagia agar gelombang otak bisa turun ke Alpha dan Theta sehingga bisa kembali menghafal dengan nyaman, semangat dan dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala
 
– Saat banyak ayat yang mirip atau sama hendaknya merasa senang, semangat, syukur karena itu berarti hafalannya menjadi bonus kemudahan saat bertemu kosakata yang mirip atau sama.
 
– Saat setoran satu halaman, 5 halaman, 10 halaman, 20 halaman sudah lancar maka percayakan pada Allah subhanahu Wata’ala bahwa hafalan Anda direkam oleh sistem yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala bahwa hafalan itu tersimpan di dalam memory bawah sadar ketika berada di gelombang otak Alpha Theta dan berdoa agar dapat dimunculkan kembali dalam gelombang otak Beta maupun Alpha.
 
Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Licensed Practitioner Neuro Linguistic Programming (NLP)
 
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *