Macam-macam Teknik Menghafal Al-Quran

Hafal Quran Sebulan

Macam-macam Teknik Menghafal Al-Quran

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghafal Al-Qur’an namun memiliki kesamaan, yaitu pasti dibaca berulang-ulang sampai hafal sehingga dapat dibacakan dengan hafalan sekalipun tanpa melihat mushaf yang menandakan hafalan sudah lancar.

Perbedaan metode menghafal Al-Qur’an menyebabkan berbeda pula cara penyimpanan ingatan di pikiran penghafalnya. Mengenai hal ini sudah dibahas dalam artikel lain di sini. Oleh karena itu, di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional diberlakukan standarisasi Metode Yadain Litahfizhil Quran untuk menghafal Al-Qur’an disertai Visualisasi Tadabbur, Al-Qur’an Virtual, dan Jari Quran.

Adapun pada artikel kali ini kita akan membahas metode menghafal Al-Quran yang secara umum yang sudah dikenal di masyarakat.

Penghafal Al-Qur’an biasanya menggunakan mushaf 15 baris standar penghafal Al-Qur’an yang berlaku secara internasional. Atau satu jenis mushaf apapun tanpa berganti-ganti bentuk.

Teknik menghafal satu halaman penuh

Membaca satu halaman secara berulang dari baris pertama sampai baris ke-15 pada halaman yang sama sambil melihat mushaf sampai bacaan lancar diucapkan. Setelah itu kemudian membaca satu halaman penuh dengan cara sedikit melihat dan sedikit tidak melihat mushaf. Setelah lancar dilanjutkan dengan membaca satu halaman penuh dalam hafalan tanpa melihat mushaf sampai lancar. Tahap berikutnya hafalan disimak oleh muhaffizh/ah sebanyak satu halaman atau satu surah. Teknik ini cocok bagi para penghafal Al-Qur’an yang telah menguasai ilmu Nahwu Sharaf atau melibatkan alur terjemah menggunakan terjemah dengan cara memahami alur terjemah/ makna di dalam ayat sehingga terangkai dalam bacaan hafalan sesuai dengan pemahaman dalam hafalan.

Teknik menyatukan satu halaman penuh juga bisa digabungkan dengan teknik-teknik lain dan menjadi bagian dari tahapan akhir untuk melancarkan satu halaman penuh sampai tidak ada kesalahan sama sekali sebelum hafalan disimak oleh muhaffizh/ah.

Pengalaman di karantina tahfizh, teknik ini jika sudah mampu kaidah tajwid dan ilmu Nahwu Sharaf maka peserta akan mampu menghafal Al-Qur’an 5 menit sampai 15 menit per halaman. Dengan catatan ilmu tajwid dan Nahwu Sharaf harus sudah dikuasai terlebih dahulu. Alternatif bagi peserta yang belum mahir Nahwu Sharaf maka bisa menggunakan metode Yadain Litahfizhil Qur’an sebagaimana sudah dijelaskan bahwa menghafal Al-Qur’an harus disertai dengan Visualisasi Tadabbur, walaupun durasi awalnya lambat kemudian pasti terjadi akselerasi karena rahasia berikut ini.

Teknik menghafal per bagian

Tujuan menghafal satu halaman penuh namun dibagi menjadi dua bagian agar konsentrasi dalam menghafal menjadi lebih fokus dapat dilakukan dengan tahapan berikut: menghafal satu halaman dibagi dua, yaitu setengah halaman bagian atas dibaca berulang-ulang sampai hafal. Setelah hafal bagian atas maka dilanjutkan menghafal setengah halaman bagian bawah dibaca berulang-ulang sampai hafal. Setelah bagian atas dan bawah dihafal kemudian disatukan menjadi hafalan utuh satu halaman penuh dibaca ulang sampai tersambung hafalan lancar satu halaman. Setelah berhasil kemudian hafalan disimak satu halaman dihadapan muhaffizh/ah.

Teknik tersebut masih sama seperti di atas namun sudah lebih ringan karena konsentrasi bisa lebih terfokus. Agar penghafal lebih fokus maka menghafal dengan cara membaca berulang saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan membayangkan tulisannya dalam ingatan. Teknik membayangkan tulisan dalam Metode Yadain Litahfizhil Quran dinamakan dengan Al-Qur’an Virtual sebagaimana telah dijelaskan di sini.

Teknik menghafal per lima ayat pendek

Biasanya teknik ini dilakukan oleh para pemula di juz 30, 29 dan 28 maupun pada ayat dengan waqaf yang pendek-pendek. Tekniknya diawali dengan membaca secara berulang-ulang ayat satu sampai ayat lima sehingga lancar dalam hafalan.

Selanjutnya bacaan secara berulang-ulang pada ayat enam sampai ayat 10 sehingga lancar dalam hafalan pada ayat enam sampai ayat 10. Setelah itu penggabungan bacaan hafalan ayat satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan dan 10 dengan melihat mushaf sampai lancar tanpa melihat mushaf. Dilanjutkan dengan lima ayat berikutnya kemudian diulang dengan 10 ayat sebelumnya. Terus-menerus menghafal per lima ayat disertai mengulang ayat sebelumnya sampai selesai satu surah lancar tanpa kesalahan sebelum kemudian menyimakkan hafalannya di hadapan muhaffizh/ah.

Biasanya para pemula merasa stres saat 5 ayat diulang lancar namun saat menambah 6-10 maka ayat 1 sampai 5 dianggap hilang. Padahal hafalan Al-Qur’an tidak bisa hilang. Sebagaimana sudah dijelaskan dalam artikel berikut ini.

Teknik menghafal per ayat diulang 20 kali

Mirip dengan teknik sebelumnya namun kali ini penekanan pada 20 kali pengulangan. Efektif pada surah-surah pendek, yaitu:

  • membaca berulang 20 kali pada ayat satu;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat dua;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat tiga;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat empat;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat lima;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat satu sampai lima;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat enam;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat tujuh;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat delapan;
  • membaca secara berulang 20 kali pada ayat sembilan;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat 10;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat enam sampai 10;
  • membaca berulang 20 kali pada ayat satu sampai 10;
  • dilakukan sampai selesai satu halaman atau satu surah;
  • satu halaman/satu surah digabungkan dibaca dengan melihat mushaf pengulangan sebanyak 20 kali;
  • satu halaman/surah digabungkan dibaca sambil melihat terjemah Al-Qur’an, pengulangan sebanyak 20 kali;
  • satu halaman/surah digabungkan dengan bacaan hafalan sebanyak 20 kali sebelum menyimakkan hafalan pada muhaffizh/ah.

Teknik menghafal separuh halaman bawah kemudian separuh atas

Teknik ini dilakukan agar setengah halaman hafalan bagian bawah lancar terlebih dahulu kemudian menghafal halaman bagian atas. Caranya dengan menghafal awal ayat pada bagian tengah halaman sebanyak satu ayat sampai hafal. Lanjutkan hafalan ayat berikut di bawahnya sampai selesai setengah halaman bawah. Setelah setengah halaman bawah hafal kemudian menghafal setengah hafalan bagian atas halaman sampai hafal. Lakukan penggabungan bacaan hafalan atas sampai bawah halaman dengan lancar kemudian hafalan satu halaman siap disimak oleh muhaffizh/ah. Cara ini juga bisa dimulai dari ayat yang paling bawah ke atas sampai hafal satu halaman penuh dengan pengulangan bacaan.

Teknik menghafal per setengah baris

Menggunakan mushaf 15 baris per halaman dengan cara dihafal per setengah baris. Lakukan dengan membaca berulang pada separuh baris pertama sampai lancar dilanjutkan separuh kedua dari baris pertama sampai lancar kemudian digabungkan hafalan satu baris tersebut. Setelah baris pertama hafal lancar kemudian menambah baris selanjutnya dengan membagi setiap baris menjadi dua bagian. Lanjutkan sampai hafalan satu halaman lancar dengan cara penggabungan bacaan dari atas sampai bawah satu halaman. Meskipun hafalan dihafal per setengah baris maupun per baris namun hafalan disimak sesuai waqaf dan ibtida’ pada bacaan hafalan Al-Qur’an. Jika hafalan sudah disatukan menjadi satu ayat maka hafalan diulangi per-waqaf tersebut kemudian lanjutkan sampai satu halaman.

Teknik menghafal per kata

Teknik ini dilakukan dengan cara seolah-olah memotret dengan kecepatan hafalan setiap kata (kalimat mufradat) dihafal dalam waktu satu detik atau satu kedipan mata. Setelah itu digabungkan bacaan sambil melihat mushaf setiap baris dihafal dengan target satu menit. Lanjutkan hafalan sampai satu waqaf atau satu ayat. Hafalan mengulangi bacaan setiap selesai satu ayat sampai lancar. Kemudian lanjutkan pada ayat berikutnya tanpa mengulang ayat sebelumnya. Prosesnya menambah terus sampai satu halaman penuh kemudian kembali lagi membaca dari bagian atas dan baca berulang satu halaman sampai lancar sebelum disimak oleh muhaffizh/ah.

Teknik menghafal dengan cara menulis

Sediakan alat tulis untuk menghafal bentuk tulisan ayat Al-Qur’an secara berulang-ulang. Proses ini sambil ditulis sambil dibaca sehingga menjadi hafalan. Lihat setengah baris dari ayat yang mau dihafal kemudian ditulis dalam kertas/buku. Menulis secara berulang-ulang sampai hafal lanjutkan pada setengah baris berikutnya sampai hafal. Lanjutkan sampai satu ayat dan baca ulang sampai hafalan lancar. Lanjutkan terus sampai mendapatkan satu halaman penuh dengan cara menulis. Jika sudah selesai kemudian baca tulisan hasil karya. Setelah hafal kemudian tutup dan baca ulang tanpa melihat tulisan melainkan dengan membayangkan bentuk tulisan dalam hafalan. Saat hafalan ragu atau tidak ingat maka bisa kembali melihat tulisan. Lakukan sampai hafal lancar cara penulisan maupun pengucapan sampai hafalan siap disimak oleh muhaffizh/ah.

Tujuan menulis huruf-huruf Al-Qur’an yaitu agar dapat membayangkan bentuk tulisan dalam pikiran. Pada metode Yadain, peserta tidak diharuskan menulis terutama jika peserta sudah pandai membayangkan huruf-hurufnya. Tujuan membayangkan huruf tersebut dengan Metode Yadain sebenarnya bisa dilakukan dengan kecepatan 1 detik untuk menghafal 1-4 kata agar membentuk Al-Qur’an Virtual dalam memory.

Teknik menghafal dengan cara mendengarkan

Teknik mendengarkan melalui pengulangan bacaan yang dilakukan oleh muhaffizh/ah maupun MP3. Misalnya, muhaffizh/ah membacakan satu ayat pendek atau setengah baris, kemudian murid menirukan bacaan. Lakukan revisi bacaan murid jika pengucapan belum benar. Murid mengulang bacaan Al-Qur’an bersama murid lain dalam satu kelompok hafalan yang sama. Jika sudah mencapai satu ayat, murid satu persatu membaca seperti ayat yang dibacakan oleh muhaffizh/ah secara bergili ran. Lanjutkan sampai hafal satu surah atau satu halaman. Jika sudah hafal maka hafalan disimak oleh muhaffizh/ah.

Selain teknik di atas, ada juga 27 teknik menghafal Quran seperti sudah pernah dibahas di artikel sebelumnya.

Semua proses menghafal Al-Qur’an pasti ada kesamaan, yaitu kemauan membacanya secara berulang-ulang. Pengulangan hafalan dibagi menjadi tiga diantaranya:

  1. Tadzkir, yaitu pengulangan bacaan cepat tanpa suara target 10 juz sekali duduk setiap hari dengan target kuantitas sehingga bacaan selalu dikontrol setiap hari baik secara binnazhar maupun bil ghaib;
  2. Talfizh, yaitu pengulangan dengan tempo bacaan sedang (tadwir) dan suara yang lantang. Talfizh ini dilakukan dengan target setengah juz atau maksimal satu juz setiap selesai melaksanakan salat lima waktu.
  3. Tanzhir, yaitu pengulangan dengan cara melihat mushaf terlebih dahulu, lalu diucapkan dengan suara lantang. Tanzhir bertujuan untuk merevisi kesalahan hafalan pada ayat yang biasa lupa, keliru, atau biasa dilakukan pada pengulangan hafalan baru.

Setelah memahami metode-metode populer dalam menghafal Al-Qur’an dapat menambah pemahaman bahwa ketika Anda sudah berada di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional ketika mempraktikan Metode Yadain Litahfizhil Qur’an memiliki perbedaan prinsip Al-Qur’an Virtual (sistem menghafal 4 kata dalam 1 detik), Visualisasi Tadabbur (teknik memahami alur cerita sekalipun belum mahir bahasa Arab), dan Penomoran Ayat (khusus alumni Mutqin). Informasi dan pendaftaran hubungi WhatsApp admin kami +6281312700100. Atau langsung isi formulir di https://www.hafalquransebulan.com.

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright 2014-2019.